
Vivian tersenyum cangung karena saat ini dia berada di dalam ruangan Chester. Tatapan mata Luis terlihat begitu tajam dan mengintimidasi begitu pun dengan Chester.
“Buat apa kau ke sini?” tanya Chester dengan nada dingin.
Setelah kepergok Luis tadi mengaku dia adalah calon istri Chester, Luis langsung saja menyeretnya masuk ke dalam ruangan Chester untuk di interogasi.
“Jawab!” bentak Chester tiba-tiba.
Glek!
‘Sialan aku lupa menyusun rencana baik-baik sebelum ke sini,’ batin Vivian mulai ketakutan.
“Aku-aku Cuma mau cari pekerjaan Kak,” kilah Vivian.
Chester menatap Vivian dengan tatapan tidak percaya. Apalagi dengan mengakuan diri yang terlihat sungguh oleh Vivian di hadapan karyawan resepsionis tadi.
“Aku sudah menanyakan Kak Jenni, dia mengizinkanku untuk bekerja di sini tapi dengan syarat pekerjaan apa saja,” ucap Vivian lagi kembali berbohong.
Vivian meremas dress yang dipakainya karena dia takut kebohongannya akan diketahui.
Mendengar nama Jennixia di sebut, Chester langsung merubah wajahnya semakin dingin, karena yang dia tahu Jennixia tidak pernah sibuk dengan Vivian akhir-akhir ini.
Sifat Vivian di dalam mansion sungguh mengambarkan keinginannya. Oleh itu, Jennixia juga tidak ingin terlalu memperdulikan Vivian.
“Jangan coba membohongiku, jujur saja katakan apa yang kau mau sehingga kau mengemis pada istriku untuk tinggal bersama, padahal Ibu kalian masih ada,” ucap Chester.
Deg!
Vivian mulai berkeringat padahal di dalam ruangan Chester sungguh dingin. Kedua telapak tangannya mulai basah. Apakah rencana utamanya telah diketahui oleh Chester, Vivian gementar.
__ADS_1
“Baiklah, baiklah memang aku berbohong, tapi aku serius mau bekerja, aku tidak boleh mengharapkan bantuan kalian seumur hidupku,” jawab Vivian menutupi rencananya.
Luis tampak berbisik pada Chester, hingga seringai di bibir Chester tercetak jelas.
“Baiklah aku izinkan kau bekerja di sini tapi kau harus terima apa pun pekerjaan itu,” ucap Chester.
“Luis bawa dia keluar untuk memulai pekerjaan barunya,” lanjut Chester lagi dengan tersenyum licik.
Vivian hanya pasrah saja yang penting rencana utamanya tidak diketahui oleh Chester dan Luis.
“Baik Tuan,” jawab Luis.
Luis menyuruh Vivian untuk mengikutinya. Hingga sampai ke ruangan staff cleaning service.
Vivian sempat menganga dia tidak menyangka Chester benar-benar memberinya pekerjaan yang sangat berada dibawah kaki karyawan lain.
‘Ck, sialan aku akan pastikan keluarga kau hancur nanti!’ gerutu Vivian karena kesal.
Vivian menatap ke arah alat-alat untuk membersih dan tong sampah beroda yang dimaksudkan. Kesal ya sudah tentu tapi nasi sudah jadi bubur.
Terpaksalah Vivian mengenakan sarung tangan lalu mengambil alat-alatan itu lalu menaiki lift khusus untuk staff cleaning service.
Vivian melaksanakan pekerjaannya dengan wajah yang kesal dan mulut yang sedang komat kamit menyumpah Chester dan sang asistennya.
Jam telah menunjukkan waktu makan siang, Vivian kembali ke ruangan tadi daj bertemu dengan beberapa staff cleaning service.
Mereka menegur dan ingin berkenalan dengan tetapi Vivian mengacuhkan dan langsung saja mengambil tas selempangnya dan keluar dari ruangan itu.
Vivian merasa jijik dengan pekerjaan yang dia lakukan saat ini dan memilih untuk kembali ke mansion Chester. Dia akan menyalah Jennixia untuk hal ini.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Vivian telah sampai ke mansion Chester. Sejak masuk pintu utama dia langsung berteriak memanggil Jennixia sambil menaiki tangga menuju ke kamar Jennixia.
“KAK JENNI, KAK JENNI! KELUARLAH! KAKAK BENAR-BENAR KETERLALUAN,” teriak Vivian.
Mei keluar dari kamar Jennixia untuk melihat Vivian yang mulai berulah lagi. Dia menatap Vivian yang sedang menuju ke arah kamar Jennixia dan Chester.
“Mana Kak Jenni?” tanya Vivian ketus.
“Nona sedang istirehat,” jawab Mei tak kalah ketus.
“Minggir!” Vivian coba mendorong Mei tapi dia tidak berhasil yang ada malah dia yang terjatuh ke belakang.
“Aduh,” ringis Vivian karena bokongnya terhempas di atas lantai.
“Sialan kau pembantu rendahan!” teriak Vivian.
Jennixia mendengar suara Vivian langsung saja berjalan ke arah pintu untuk melihatnya.
“Ada apa ini?” tanya Jennixia dengan suara lembutnya.
__ADS_1
Bersambung....