Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam
Bab 82 Bertemu Ibu


__ADS_3

Jessi menatap wajah yang sangat familier berada di hadapannya saat ini. Wajah teduh dan terpancar gurat amarah bercampur sedih.


‘Alex,’ batin Jessi.


Alex tersenyum tipis, dia belum bisa bertindak melepaskan Jessi karena ada beberapa anak buah dari kelompok mafia lain sedang bersamanya.


Alex harus bermain cantik agar tidak ada yang mencurigainya. Sedari pagi hingga sore Alex terus saja berada di tempat itu sambil menyimak pekerjaannya melalui tab.


Hari sudah semakin sore, sebelum Alex pulang dia menyempatkan diri untuk melihat Ibunya di dalam. Alex membuat alasan untuk memberi tawanan mereka minum dan dia ingin mengancamnya jika berani melakukan hal-hal seperti melarikan diri.


Oleh itu para anak buah lain tidak mencurigainya sama sekali. Alex masuk ke dalam gudang membawa sebotol kecil air mineral yang dia ambil dari dalam mobilnya.


Tidak lupa Alex mengarahkan pada anak buahnya untuk memperhatikan anak buah dari kedua mafia itu. Agar tidak ketahuan rencana sebenarnya.


“Ibu diamlah aku akan memberi Ibu minum dan tolong bertahan malam ini aku akan datang menyelamatkan Ibu,” bisik Alex pada Jessi sambil membuka lakban yang menutupi mulut Jessi dengan perlahan agar tidak melukai bibir sang Ibu.


Jessi mengangguk dia mengerti dan dia harus bekerjasama dengan baik. Lagian dia juga pernah mengalami hal ini sewaktu masih berada di Itali.


Tapi sayangnya saat itu suaminya terkena tembakan karena ketahuan melepaskan dirinya tapi mujur saja para mafia itu tidak mengejarnya lagi karena harta yang dimiliki mantan suaminya sudah direbut oleh para mafia dan mereka juga tidak tahu hubungan antara suaminya dan dia karena memang sengaja dirahasiakan.


Alex memberi Jessi minum lalu sengaja membentak Jessi agar terlihat dia tidak mempunyai belas kasih.


“Minumlah sepuasmu karena belum tentu besok kau akan hidup setelah Chester datang menjemputmu, hahahaha!” ujar Alex dengan menyeringai.


“Kalian urusi dia, aku mau pulang pastikan dia tidak lari!” lanjut Alex lagi lalu berjalan keluar dari gudang dengan hati yang rasa bersalah.


“Tolong lepaskan aku! Kalian siapa to-“ jeritan Jessi terhenti apabila salah satu dari anak buah Dragon Eyes menutup mulutnya menggunakan lakban.


‘Maafkan Alex Bu, tunggu Alex malam ini,’ batin Alex.


....


Benar saja setelah Luis keluar ada mobil yang membuntuti mobil mereka. Tapi Luis berpura-pura tidak menyadarinya dan hanya fokus berbalas pesan dengan majikannya Chester.


Perjalanan memakan 30 menit untuk sampai ke kantor perusahaan mereka. Setelah sampai di perusahaan. Terlihat para karyawan menunduk hormat kepada Luis karena mereka menyangka Luis adalah Chester.


Luis dengan langkah yang cepat memasuki lift khusus untuk Chester dan menekan tombol 8 di mana ruang Chester berada.

__ADS_1


Sampai di depan pintu ruang Chester, Luis sempat mengetuk pintunya 3 kali tanda dia meminta izin untuk masuk.


“Masuk,” sahut Chester dari dalam.


Luis langsung memasuki ruangan Chester. Setelah berhadapan dengan Chester dia segera membuka masker dan kaca mata hitamnya.


“Maaf Tuan mungkin saya lancang melakukan ini,” ucap Luis merasa bersalah.


“Aku yang menyuruhmu tadi Luis jadi jangan meminta maaf,” sahut Chester sambil menilik penampilan Luis.


“Tapi kau persis sepertiku Luis, hmm kau bisa menjadi diriku lain kali,” lanjut Chester lagi sambil menyunggingkan senyumannya.


“Tidak akan pernah lagi Tuan,” ucap Luis cepat.


“Kenapa? Ini sebuah penghargaan Luis,” sahut Chester coba menggoda asistennya itu.


“Tuan tidak bisakah kita bahas hal penting saja,” ucap Luis yang malas mendengar ucapan tidak bermanfaat dari sang majikan.


“Hmm kamu terlalu serius bagaimana bisa dapatkan wanita kalau begini tapi tidak apa aku rencana ingin menjodohkanmu dengan Mei,” celetuk Chester.


Chester coba menghibur dirinya agar tidak terlalu larut dalam masalah ini dan kebetulan sekali Luis bisa dijadikan bahan hiburan kenapa tidak?


“Berani keluar satu langkah berarti gajimu aku potong 80% bagaimana? Masih berani tidak,” ujar Chester sambil menaik turunkan alisnya.


Baru saja Luis hendak menjawab ucapan Chester tiba-tiba ponsel Chester berbunyi dan itu merupakan nomor sama yang meneleponnya pagi tadi.


Chester menyuruh Luis diam agar tidak mengundang curiga pada Sean.


[“Ada apa lagi?”] tanya Chester dingin.


[“Santai saja Chester, aku lupa memberitahumu untuk menyiapkan uang sebanyak 10 miliar dan kau bisa mendapatkan kembali wanita ini tanpa lecet sedikit pun,”] sahut Sean dengan nada mengejek.


[“Ck tunggu saja besok aku akan membawa sekalian dengan uangnya!”] ucap Chester sambil mendengus kasar.


[“Aku menunggu sampai besok jam 4 sore,”] jawab Sean lalu mematikan panggilan telepon secara sepihak.


Chester meletakkan ponselnya dan menghela nafas panjang. Dia menutup kedua matanya untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


“Tuan apa kita bisa percaya pada Alex?” tanya Luis.


“Dia Kakak iparku bagaimana pun aku harus percaya. Sebentar lagi rapat di mulai kamu tetap berada di sini, aku takut di antara para investor kecil ada mata-mata mereka,” ucap Chester.


“Tapi bukan isi rapat kita tentang cabang baru?” tanya Luis lagi.


“Iya benar hanya investor besar saja yang akan aku undang masuk ke ruanganku untuk berbincang-bincang tapi tidak dengan investor kecil dan aku akan mengumumkan pada semua investor hal ini,” terang Chester.


Semua rencana sudah tersusun rapi di dalam pikirannya. Tidak susah mau mengelabui para musuhnya tapi dia juga harus berhati-hati.


.


.


.


.


.


**rapat berlangsung**


Akhirnya rapat telah usai dan sebelum para investor bubar Chester mengumumkan sesuatu di hadapan mereka.


“Maaf Tuan-tuan saya ada sedikit tambah. Untuk investor saham yang melebih 70% bisa langsung ke ruang saya sebentar karena kita akan membincang satu dua hal yang penting. Untuk semua, saya umumkan mungkin kedepannya akan ada pemindahan pemilik perusahaan tapi saya harap semua tetap bertahan dan jangan panik karena saya tetap memantau perusahaan sebelum berpindah milik. Itu saja dari saya terima kasih,” ucap Chester lalu menundukkan sedikit kepalanya tanda hormat pada para investor.


Di antara para investor kecil terdapat seorang pria tersenyum miring menatap ke arah Chester lalu segera keluar dari ruang rapat itu.


‘Tebakanku benar, heh kau kira mau bisa melewati batasmu Sean?’ batin Chester sambil tersenyum tipis hampir tidak terlihat.


Chester mengundang investor besar untuk masuk ke ruangannya dan berbincang-bincang tentang pemindahan pemilik sehingga mereka mendapat kesepakatan dan jam telah larut akhirnya para investor itu pamit meninggalkan Chester bersama sang asisten.


“Apakah Nona telah mengetahuinya?” tanya Luis.


“Belum, aku ingin menjadikan ini sebagai hadiah ulangtahunnya yang ke 19 tahun,” jawab Chester.


Ulangtahun Jennixia sudah semakin mendekat dan Chester sudah menyiapkan hadiah istimewa untuknya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2