Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam
Bab 77 Menjemput? Menculik?


__ADS_3

Sudah 2 hari berlalu tapi Chester sama sekali tidak tenang karena memikirkan tentang Jennixia. Belum lagi dia harus merawat Mary yang kondisinya belum berubah sejak Mary sadar.


Ingin sekali Chester keluar mencari Jennixia dengan kakinya sendiri tapi sungguh dia tidak bisa meninggalkan Mary.


Baru kali ini Chester merasa sepi dan kosong. Hatinya merasa sakit bagai tertusuk-tusuk ribuan jarum. Kenyataan tentang kepergian Jennixia masih belum habis di pikirannya.


Rasa menyesal telah menyalahkan Jennixia mulai bermunculan. Saat ini Chester coba melelapkan matanya di sofa di dalam ruang inap Mary. Kebetulan juga sang Ibu telah tertidur setelah meminum obat.


Baru saja hendak melelapkan mata tiba-tiba bunyi pintu terdengar dibuka. Luis asistennya memasuki ruang itu untuk melaporkan laporan pencarian hari ini.


“Tuan,” sapa Luis.


“Hmm, katakan apa kalian telah menemui istriku? Kalau belum silakan keluar dan lanjutkan pencarian,” sahut Chester sambil menutup matanya.


“Maaf Tuan kami belum bertemu dengan Nona, tapi kami sudah memeriksa semua cctv jalanan dan kami mendapatkan titik terang tentang keberadaan Nona,” terang Luis.


Chester langsung duduk tegak setelah mendengar ucapan Luis.


“Mana rekamannya?” tanya Chester.


Luis mencari rekaman yg tersimpan di dalam tabnya lalu memberikan pada Chester.


Dengan wajah sedikit cerah Chester menyambut tab Luis lalu memperhatikan rekaman cctv yang telah diputar.


Mata Chester membulat dan memerah, rahangnya mulai mengeras. Dia mengepalkan tangan kirinya.


“Sial berani dia menyentuh Jennixia!” ucap Chester dengan amarah.


“Saya sudah mengirim anak buah kita untuk mengepung rumah pribadi Alex,” ucap Luis. “Hanya tinggal tunggu perintah Tuan untuk menyerang rumahnya,” lanjut Luis lagi.


“Tidak usah menyerang, aku sendiri akan ke sana menjemput Jennixia,” sahut Chester dengan tatapan mata yang tajam.


‘Jen, bertahanlah aku akan menjemputmu,’ batin Chester.


Chester memang tidak mengetahui hubungan adik kakak antara Alex dan Jennixia. Dia mengira Alex ingin membalas dendam tentang masalah beberapa bulan yang lalu.


....

__ADS_1


“Wanita itu menghilang?” tanya Sean pada anak buah mafia yang sedang bekerjasama dengannya.


“Ya Tuan, kami sudah memeriksa di rumah sakit dan memantau kawasan rumah Chester tapi kami tidak menemui sosok wanita itu. Apalagi kemarin kami mendengar perbincangan para pengawal Chester untuk terus melanjutkan pencarian wanita itu,” jelas salah satu anak buah Dragon Eyes.


Sean mengangguk faham lalu kembali bertanya.


“Sudah periksa cctv jalanan? Atau rumah sakit?”


“Sudah Tuan tapi kami tidak menemukan apa-apa. Lebih tepatnya cctv itu sepertinya sengaja di hapuskan oleh pihak Chester demi keselamatan wanita itu,” jawab anak buah itu lagi.


Sean tampak berpikir-pikir, ke mana mungkin Jennixia akan pergi sehingga dia mendapatkan ide cemerlang.


“Kalian tau rumah Ibunya?” tanya Sean.


Para anak buah itu mengangguk. Sean tersenyum, dia terpaksa mengubah rencananya tapi dia akan menggunakan Ibu Jennixia untuk memancing Chester keluar sendiri.


Setelah memberi perintah pada anak buah Dragon Eyes dan Bad Devils. Sean langsung saja menelepon Arviy untuk mengabarinya.


Walaupun terbesit rasa curiga terhadap Arviy tetapi anak buahnya yang sedang memata-matai Arviy belum mendapat hal yang mencurigakan pada keseharian Arviy.


Setelah Arviy menjawab panggilan teleponnya Sean langsung saja ke inti permasalahan.


[“Hahh? Sejak kapan Jennixia menghilang? Ck, aku akan menemui adiknya dan bertanya padanya. Terus sekarang bagaimana rencana kita dan apa yang akan kita lakukan?”] sahut Arviy yang tidak kalah kaget dari seberang sana.


[“Jangan khawatir aku sudah mempunyai rencana baru, aku akan menggunakan Ibu Jennixia untuk memancing Chester keluar,”] terang Sean tentang rencana barunya.


[“Terserah yang penting Chester bisa hancur,”] sahut Arviy.


‘Ck, mungkin Sean tidak pernah mendapatkan kasih sayang Ibu makanya tega menggunakan ortu Jennixia,’ batin Arviy yang merasa Sean terlalu licik.


Setelah perbicaraan mereka selesai Sean mematikan panggilan telepon mereka. Lalu kembali mencari nomor ketiga mafia yang sedang bekerjasama dengannya.


Sayangnya Alex menjadi orang terakhir yang tahu. Sebelum dia sempat bertindak orang-orang suruhan Sean telah mendatangani rumah Jessi.


Biarpun mereka belum melancarkan aksi penculikan tapi mereka telah memata-matai pergerakan Jessi di rumah. Mereka menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penculikan.


....

__ADS_1


Alex mengamuk karena anak buahnya terlambat, karena anak buah dari kedua mafia itu telah berada di kawasan rumah Ibunya.


Sewaktu Alex sedang mondar mandir memikirkan rencananya tiba-tiba Doyi asistennya datang.


“Maaf menganggu Tuan tapi Chester telah berada di luar pagar,” ucap Doyi melaporkan apa yang dilaporkan oleh penjaga pagar rumah Alex.


“Ck, apa dia sudah tahu Jenni di sini. Hmm biarkan dia masuk, aku akan bertemu dengan Jennixia,” sahut Alex.


Doyi segera melaksanakan perintah majikan dan berjalan menuju ke pintu pagar utama rumah Alex.


Dengan langkah lebar, Alex mencari Jennixia di kamarnya tapi dia tidak menemukan Jennixia di sana. Dia coba memasuki dapur karena kebiasaan Istrinya suka berada di dapur dan mungkin saja istrinya telah mengajak Jennixia melakukan sesuatu di dapur.


Alex memasuki dapur dan sosok pertama yang dia lihat adalah Jennixia sedang memasukkan loyang ke dalam oven. Benarkan pikirannya tadi bahwa Jennixia berada di dapur bersama istrinya saat ini dia melihat Renata juga sedang mengadon tepung.


“Jen,” panggil Alex lirih.


Jennixia dan Renata kompak menoleh ke arah Alex yang telah berdiri tidak jauh dari mereka.


“Maaf jika Kakak menganggumu, tapi di luar ada Chester. Mungkin dia ingin menjemputmu. Bagaimana kau mau ikut dengannya lagi?” ucap Alex lagi langsung kepada intinya.


Jennixia terpaku mendengar ucapan Alex. Dia tidak menyangka Chester akan datang ke rumah Alex untuk menjemput dirinya. Tapi dia tidak tahu hendak memberi jawaban apa.


Alex tahu Jennixia belum bisa menerima kehadirannya sepenuhnya walaupum selama dua hari ini Jennixia tidak menatap sinis kepadanya dan hanya tersenyum tipis saja.


“Aku akan bertemu dengannya tapi untuk mengikutinya aku akan pikirkan dulu,” sahut Jennixia.


Jujur hatinya saja masih terluka dengan ucapan Chester yang menyalahkannya. Tapi dia juga harus mendengar alasan Chester dan tujuan dia ingin datang ke sini ingin menjemputnya.


“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Alex lagi.


Jennixia menatap Alex, dia melihat kekhawatiran yang tulus tercetak jelas di wajah Alex.


“Jangan khawatir aku baik-baik saja, lagian Chester juga masih suamiku jadi aku harus menemuinya,” jawab Jennixia.


Jennixia telah memberitahu statusnya kepada Alex dan Renata agar mereka tidak salah faham terhadap hubungan Chester dan Jennixia.


Awalnya Alex sedikit berat untuk menerima kenyataan tapi dia tidak bisa protes karena dirinya lebih jahat daripada Chester. Makanya dia berjanji untuk menebus semua kesalahannya.

__ADS_1


“Kakak akan menemanimu,” ucap Alex sambil tersenyum tipis.


Bersambung....


__ADS_2