
[“Apa belum ada pergerakan dari Chester?”] tanya Sean kepada anak buaj yang sedang memata-matai Chester lewat panggilan telepon.
[“Belum ada Tuan, sekarang Chester masih berada di rumah sakit dan belum terlihat keluar,”] jawab anak buahnya dari seberang sana.
[“Ok baiklah. Untuk wanita tua itu pastikan dia tidak coba melepaskan diri sebelum Chester termakan jebakan,”] pesan Sean.
Setelah mendengar respon baik dari anak buah kedua mafia itu, Sean langsung saja mematikan ponselnya.
Tidak lupa Sean juga mengirim pesan berupa foto kepada nomor Chester. Hari ini dia harus berhasil memprovokasi Chester.
Setelah pesan tercentang dua dan berwarna biru. Sean langsung menekan tombol telepon untuk menelepon Chester.
[“Kau siapa hahh!?”] tanya Chester dengan nada membentak dari seberang sana.
[“Kau akan tahu nanti setelah kau datang menemuiku. Tapi kalau kau tidak datang tepat pada waktunya, aku akan membunuhnya dan siapkan mentalmu karena setelah itu kekasihmu akan meninggalkanmu,”] ancam Sean sambil menyeringgai.
[“Katakan di mana kau hendak menemuiku dan jangan kau coba menyentuh wanita itu!”] sahut Chester.
[“Tapi sebelum itu siapkan beberapa dokumen untukku dan setelah itu kau bisa menemuiku di kafe yang bersebelahan dengan klub xxx,”] ujar Sean.
[“Dokumen apa? Cepat katakan biar aku menyiapkannya!”] sahut Chester.
[“Pemindahan pemilik perusahaan,”] ucap Sean.
[“Ck kalau itu membutuhkan waktu sedikit lama, mungkin besol baru kita berjumpa hari ini aku akan membuat rapat bersama para investor untuk memberitahukan mereka tentang pindah pemilik,”] terang Chester masih dengan nada marah.
[“Apa kau coba mengelabuiku?”] tanya Sean sedikit curiga kenapa Chester bisa dengan cepatnya menyerah pada perusahaannya.
[“Terserah mau percaya atau tidak! Yang aku inginkan kau jangan pernah melukakan wanita itu!”] bentak Chester.
[“Ok baik aku percaya, besok sore jam 4 di kafe titik,”] ucap Sean tidak kalah tegasnya.
‘Berarti ada sesuatu antara dia dengan Jennixia makanya dia takut jika kehilangan Ibu Jennixia. Hehh tapi kau salah, kau akan masuk ke perangkapku Chester dan kali ini kau benar-benar hancur,’ batin Sean sambil tersenyum miring.
Sean telah mematikan panggilan itu. Dia yakin rencananya akan berjalan mulus tapi dia tetap juga harus berhati-hati karena Chester juga seorang yang licik.
__ADS_1
Sean mengirim pesan kepada ketiga pemimpin mafia untuk tetap menyuruh anak buah mereka memperhatikan gerak gerik Chester dan tetap membuat pengawasan yang ketat.
....
Di dalam mobil yang tertutup, Chester kembali melaporkan kepada Alex tentang ancaman Sean padanya. Mereka terpaksa mengubah sedikit rencana untuk tetap mengelabui pergerakan Chester.
Chester juga telah menghubungi Luis yang berada di rumah sakit untuk melakukan penyamaran sebagai dirinya karena dia yakin di sekitar rumah sakit itu telah dipenuhi oleh orang-orang dari musuhnya.
Dia sendiri akan menuju ke kantor perusahaannya mengikuti jalur rahasianya. Oleh itu tidak ada siapa pun yang tahu Chester telah memasuki kantornya pagi ini.
Chester menghubungi semua investor besar dan kecil untuk mengadakan rapat dadakan tetapi bukan rapat untuk pemindahan pemilik melainkan rapat untuk cabang baru yang akan dibuka di kota C.
Kebetulan sekali Chester ingin mengadakan rapat soal itu dan dia menggunakan alasan ini untuk mengelabui Sean.
Rapat akan diadakan pada jam 2 sore karena pagi ini Chester ingin memastikan menyiapkan dokumen palsu yang akan dibawanya ke hadapan Sean.
Dokumen itu harus terlihat asli. Oleh itu, Chester butuh beberapa waktu untuk menyiapkannya.
....
Luis telah mengenakan pakaian formalnya lalu mengenakan kaca mata hitam dan masker hitam untuk menutupi dirinya dari orang yang sedang memata-matainya.
Luis mempunyai rambut sedikit keriwil dan Chester berambut lurus. Mei terpaksa mencari cara agar rambutnya tidak terlihat berbeda. Sehingga sebuah ide terlintas dibenaknya.
Mei menelepon Edward untuk meminta bantuan untuk membelikan beberapa barang yang telah dia sebutkan. Tidak butuh waktu yang lama, sekitar 40 menit Edward telah datang membawa kantong kain hitam berisi barang yang telah dipesan oleg Mei.
Dengan cepat Mei mengurusi rambut Luis. Mei mengoles rambut Luis menggunakan obat pelurus rambut dengan banyak karena rambut Luis hanya sepanjang jari telunjuk tangannya saja.
Mei menjadi penata rambut pria otodidak. Walaupun dia tidak pernah menata rambut pria tapi dia sering menata rambut Jennixia.
Hampir satu jam akhirnya semuanya telah selesai. Rambut Luis juga dicatok agar terlihat makin lurus. Mei menyisir ke belakang rambut Luis seperti gaya rambut Chester.
Saat ini Luis sedang duduk dan Mei berada tepat di hadapannya sedang merapikan rambut.
Sepanjang Mei membantunya, Luis tidak pernah melewatkan setiap inci wajah Mei. Dia baru sadar Mei mempunyai kulit wajah yang mulus dan putih. Keningnya yang sedikit tebal dan berbentuk ditambah dengan alis yang melengkung membuat Luis terpesona.
__ADS_1
Bibir Mei yang dia perhatikan berwarna sedikit coklat kemerahan dan hidung yang sedikit mancung sungguh menambah kecantikan wajahnya.
“Sudah siap Pak!” sahut Mei dengan tersenyum bahagia.
“Ehemm terima kasih,” sahut Luis tiba-tiba merasa canggung.
Mei mengukir senyuman yang manis kepada Luis membuat wajah Luis sedikit memerah karena malu. Hmm tapi malu karena apa?
Luis segera pamit karena tidak mau membuat Chester menunggu dirinya walaupun kenyataannya dia ingin menjauhi Mei karena suasana yang terasa sedikit memanas di ruangan itu.
“Semoga berjalan dengan lancar,” ucap Mei pada Luis.
Luis segera keluar, dia tersenyum dibalik masker yang dia gunakan. Entah kenapa hatinya berada berdebar-debar saat tadi berdekatan dengan Mei.
‘Apa mungkin aku terlalu lama menjomblo,’batin Luis lalu menghela nafas panjang.
Luis berharap bayangan Mei tidak menganggu konsentrasinya nanti karena saat ini saja pikirannya dipenuhi dengan senyuman Mei yang terlihat begitu manis.
....
Alex terus tersenyum bahagia sepanjang perjalanan menuju ke gudang yang dimaksudkan oleh Sean.
Alex menawarkan diri untuk menjaga Jessi dengan alasan dia ingin membalas dendam pada Chester karena pernah menghabisi orang-orangnya dan akan menghabisi tahanan mereka itu di depan mata Chester.
Sean percaya kepada Alex karena Alex memang terkenal dengan masalahnya dengan Chester jadi wajar saja jika dia sangat berdendam kepada Chester.
Oleh itu, Sean menyerah wanita tahanan mereka sepenuhnya di tangan Alex dan ditemani oleh beberapa anak buahnya sebagai backup saat Chester datang dan tiba-tiba melakukan penyerangan.
‘Ibu tunggu Alex, maafkan Alex membuat Ibu terlibat,’ batin Alex tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya.
Alex mengusap air matanya dan mulai serius karena dia telah berjanji kepada Jennixia akan membawa Ibu Jessi pulang dengan selamat. Walaupun Jennixia tidak tahu puncak masalahnya ini.
“Apa masih jauh?” tanya Alex pada sang sopirnya.
“Ada 10km lagi Tuan,” jawab sang sopir.
__ADS_1
“Baiklah kalau bisa naikan kelajuan, aku tidak mau sesuatu terjadi pada Ibuku,” ucap Alex serius dan diangguki oleh sopirnya.
Bersambung....