
Chester pulang ke mansion dengan wajah yang sumringgah karena keadaan mansion terlihat meriah. Tidak bisa disembunyikan raut wajah Chester yang bahagia membayang kelancaran rencana yang dia adakan.
Setelah selesai memeriksa pekerjaan para pelayan mansion, Chester kini menuju ke arah lift khusus miliknya. Dia ingin menemui sang istri yang berada di dalam kamar mereka.
Chester memasuki kamar mereka dengan raut wajah yang telah dia ubah menjadi biasa-biasa saja. Senyuman tercetak di bibir Chester apabila melihat Jennixia sedang makan sambil menonton film ditemani Mei.
"Sayang," panggil Chester pada Jennixia.
Jennixia langsung menoleh, seperti sudah lama tidak berjumpa Jennixia langsung berdiri ingin berlari tapi Chester menyuruhnya berdiri di tempat.
Setelah mereka berhadapan, seperti biasa Jennixia akan menghamburkan pelukannya pada Chester. Dia memeluk Chester dengan erat, entah sejak kehamilannya ini dia lebih senang memeluk Chester setelah pulang dari tempat kerja.
Aroma tubuh Chester yang sedikit berkeringan membuat Jennixia menjadi candu. Pernah sekali Jennixia melarang Chester untuk mandi hanya karena aroma tubuh Chester begitu membuatnya nyaman.
Chester mengusap punggung Jennixia perlahan lalu mengecup puncak kepala Jennixia dengan lembutnya.
"Bagaimana hari ni? Sayang masih mual?" tanya Chester masih berpelukan bersama Jennixia.
"Tidak, hari ni aku tidak mual Hubby dan aku begitu bersemangat Hubby," sahut Jennixia sambil membenamkan wajahnya pada dada bidang Chester.
"Syukurlah Sayang, oh ya sebentar malam ada acara makan-makan, kamu dandan yang cantik ya tapi jangan berlebihan karena teman-teman kerja hubby akan datang," ujar Chester lagi.
Jennixia mengangguk mengerti dan tiba-tiba saja Jennixia melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Hubby tadi aku menyuruh koki kita membuatkan makanan spesial dan aku menunggu Hubby untuk pulang," ucap Jennixia lalu memanggil Mei yang telah keluar dari kamar tapi masih setia berada di luar kamar mereka.
"Mei tolong suruh mereka hantarkan makanan yang ku pesan tadi sekalian dengan jusnya," ucap Jennixia kemudian.
Dengan gerak cepat Mei langsung saja menuju ke arah telepon yang tersambung dengan ruang dapur. Mei memberitahu mereka untuk menghantar makanan tadi yang diminta oleh Jennixia.
Sedangkan Chester terlihat begitu bahagia melihat senyuman Jennixia yang mengembang.
"Kenapa tidak makan duluan saja kalau baby kita lapar bagaimana masa harus tunggu hubby pulanghl hemm," ucap Chester lalu menarik pipi Jennixia yang sudah terlihat mulai mengembang.
"Tidak, makanan itu aku ingin hubby yang memakannya kalau aku sudah makan tadi itu dan belum habis hehehe," jawab Jennixia sambil menyengir memperlihatkan giginya yang tersusun rapi.
Chester menggeleng lalu membawa Jennixia kembali duduk. Chester mulai mengambil alih piring Jennixia. Dia mulai menyuap Jennixia makanan yang belum sempat dihabisinya tadi.
"Permisi Tuan Nona, ini makanannya sudah sampai," ucap Mei setelah mengetuk pintu lalu meminta izin masuk.
Setelah berterima kasih dengan Mei dan mengizinkan Mei untuk beristirehat barulah Jennixia mengambil piring yang berisi nasi goreng itu.
"Ini Hubby makan ya, biar aku suapin," ucap Jennixia.
Chester tersenyum lalu membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Jennixia. Setelah nasi goreng tersebut memasuki mulut Chester, tiba-tiba air mata Chester ingin keluar karena merasa nasi gorengnya sangat masam dan sepertinya ada buah apel.
'Sial apa koki semua minta dipecat, ini terlalu terasa masam apa mereka ingin mencelakai Jennixia dan anakku ck,' batin Chester.
__ADS_1
Suapan pertama Chester telan dengan terpaksa agar Jennixia tidak kecewa.
"Sayang kamu jangan makan ini ya, biar Hubby buang saja. Mungkin mereka sudah bosan bekerja di sini," ucap Chester lalu merebut piring berisi nasi goreng dari tangan Jennixia dan meletakkannya di atas meja.
"Kenapa mau dibuang? Inikan permintaan aku," jawab Jennixia merasa sedikit sedih karena Chester ingin membuang nasi goreng yang dia idamkan.
"Tapi ini masam dan sangat masam Sayang," ucap Chester lagi dengan sabar.
"Hmm mungkin karena tadi aku suruh kokinya mencampuri jeruk nipis sebanyak 20 biji," jawab Jennixia polos.
"Hah?" Chester ikut kaget, rupanya bukan salah koki tapi memang ini permintaan Jennixia makanya nasi gorengnya terasa sangat masam.
"Tapi ini tidak baik untuk kandunganmu Sayang," ucap Chester lagi.
Jennixia tiba-tiba mengerucutkan bibirnya.
"Akukan tidak makan, hanya Hubby saja yang akan makan. Aku maunya begitu Hubby," rengek Jennixia.
Chester menelan ludahnya, tiba-tiba tengkorokannya merasa kering. Dia melihat ke arah nasi goreng itu lalu merasa sedikit horor.
'Apa yang akan jadi pada lambungku tapi istriku begitu berharap, ya Tuhan mudah-mudahan aku baik-baik saja,' batin Chester.
Akhirnya dia pasrah dan memakan nasi goreng dengan wajah yang terlihat merah dan terpaksa. Semuanya dilakukan demi permintaan sang istri.
__ADS_1
'Wanita mengidam memang aneh,' gerutu Chester karena merasa sedikit kesal.
Bersambung...