Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam
Bab 79 Jessi diculik


__ADS_3

“Permisi Ibu,” ucap salah satu pria yang sedang berdiri di depan pintu rumah Jessi.


“Iya sebentar,” teriak Jessi dari dalam.


Jessi bergegas menuju ke pintu utama rumahnya untuk membuka pintu setelah berapa kali mendengar ketukan dan suara pria.


Ceklek...


Jessi membuka pintu lalu mendapati beberapa pria tinggi sedang berada di depan pintunya. Mendadak firasat Jessi mengatakan suatu hal yang buruk akan berlaku kepadanya.


“Maaf kalian cari siapa?” tanya Jessi berhati-hati. Raut ketakutan terlihat jelas di wajahnya.


Salah satu pria langsung mendorongnya kembali masuk ke dalam rumah dan pria yang lain mengikutinya.


Baru saja hendak berteriak mulut Jessi langsung dibekap oleh salah satu pria itu menggunakan sapu tangan yang sudah di semprot dengan obat bius.


Cukup lama Jessi memberontak tetapi akhirnya dia tidak sadarkan diri. Mereka mengambil kesempatan itu untuk membawa Jessi pergi dari rumah itu.


Para anak buah Alex tidak melakukan apa-apa mereka hanya membuntuti mobil para anak buah dari kelompok mafia yang lain.


Mereka juga sudah melaporkan kepada pemimpin mereka bahwa Ibu Jessi berhasil mereka culik dan membawanya menuju ke sebuah gudang yang telah di sediakan oleh Sean.


....


“Jadi selama ini mereka yang mengincar Jennixia dan aku?” tanya Chester untuk mendapatkan kepastian.


“Benar, aku baru saja bergabung karena Sean mengajakku, mereka akan menghancurkanmu menggunakan Jennixia tetapi setelah mereka mendengar Jennixia menghilang. Sean mengubah rencana untuk menculik Ibu dan sialnya aku terlambat,” ucap Alex berakhir dengan emosi.


“Kita harus menyelamatkan Ibu,” sahut Chester yang terlihat khawatir sesuatu akan terjadi kepada mertuanya itu.


“Sudah pasti itu, huhh aku akan mengelabui mereka dengan mendukung mereka, kau siapkan anggotamu untuk menyerang,” terang Alex membuat rencana.


“Aku tidak percaya padamu mungkin kau juga bisa menjebakku,” sahut Chester dengan wajah sinis.


“Aku sudah berjanji kepada Jennixia dan aku tidak akan membuatnya kecewa lagian Jessi merupakan Ibu kandungku juga,” ucap Alex dengan penuh keyakinan.


“Hmm baiklah kali ini aku akan mengikuti semua rencanamu tapi lain kali jangan harap aku akan mengikuti lagi,” ucap Chester yakin.


“Yakin? Perlu aku ingatkan lagi? Aku ini Kakak ipar kamu loh,” sindir Alex dengan tersenyum licik.


“Cih aku tid-“ ucapan Chester terpotong ketika ponselnya dan ponsel Alex serentak berbunyi.


Alex menjawab panggilan telepon dari anak buahnya dan Chester sedikit menjauh untuk menjawab panggilan dari Nera.

__ADS_1


[“Tuan, mereka telah membawa Ibu Jessi ke gudang xxx alamat Jl. Sepi 2,”] ujar anak buah Alex dari seberang sana.


[“Baiklah, kamu teruskan berada di situ,”] jawab Alex lalu mematikan panggilan itu.


[“Kenapa Ner?”] tanya Chester setelah menjawab panggilan dari Nera.


[“Tuan maaf menganggu tapi Bu Mary dari tadi memanggil nama Nona Tuan,”] sahut Nera.


[“Hahh? Kamu di mana ini?”] tanya Chester lagi sedikit khawatir tentang Mary.


[“Ada di depan ruang inap Bu Mary,”] jawab Nera.


[“Masuk sekarang aku ingin bicara 8dengan Mama,”] ucap Chester.


Nera langsung saja masuk dan ternyata Mary masih memanggil nama Jennixia.


[“Jenni, Jenni mama mau bicara. Hei mana Jenni? Mama mau bicara,”] suara Mary terdengar jelas di telinga Chester.


[Bu, ini Tuan Chester ingin bicara,”] ucap Nera menyerahkan ponselnya pada Mary.


[Halo, halo Ches? Mana Jenni, mama mau bicara sama Jenni. Chester mama mau bicara sama Jenni. Mama mau ketemu Jenni suruh dia ke sini,”] suara Mary terdengar serak dan sedih.


[“Jenni sudah tidur Ma, Mama istirehat ya sebentar lagi Chestet datang,”] sahut Chester dengan lembut.


[“Tidak! Mama mau ketemu Jenni sekarang!”] ucap Mary sedikit tegas.


Tidak ada lagi sahutan dari Mary. Membuat Chester sedikit bingung, entah kenapa Mary tiba-tiba ingin ketemu Jennixia. Chester takut Mary akan menyalahkan Jennixia karena kakinya tidak bisa bergerak.


[“Halo Tuan, Bu Mary sedang menutupi dirinya ehmm sepertinya kesal begitu,”] ucap Nera setelah mengambil ponselnya yang di simpan di samping tempat Mary menutupi dirinya menggunakan selimut.


[“Huhh biarkan saja. Tapi kenapa Mama bisa begitu? Bagaimana ceritanya pertama?”] Chester kembali bertanya karena dia khawatir.


Nera menceritakan dari awal kenapa bisa Mary tiba-tiba memanggil nama Jennixia. Semuanya bermulai dari ketika Luis menyampaikan bahwa Jennixia dan Alex merupakan adik kakak.


Awalnya Mary sempat bertanya kenapa Jennixia tidak menjenguknya, dia mengira Jennixia marah padanya dan akan meninggalkan Chester makanya Mary mengotot ingin bertemu dengan Jennixia.


Setelah selesai bicara dengan Nera, Chester mematikan ponselnya dan menghela nafas panjang. Dia seketika lupa akan keberadaan Alex saat ini.


“Mama kamu? Kalau benar dia ingin bertemu dengan Jennixia kenapa tidak temukan mereka? Di situ kau bisa tahu sama ada Mama kamu mau menyakiti Jennixia atau tidak. Kalau kamu ragu pasangan saja cctv tersembunyi di dalam kamar inapnya biar kamu bisa memantau terus bagaimana Mama kamu melayani Jennixia sesungguhnya,” ucap Alex dengn serius karena dia tidak sengaja mendengar percakapan Chester dengan Nera.


Chester mengangguk mengerti walaupun selama ini dia bisa memantau sikap Mary dari cctv mansionnya semasa mereka masih di mansion Chester tapi karena percaya dia tidak memantaunya dan membiarkan Jennixia terluka dan menderita.


“Tapi kalau bisa jangan sekarang karena Ibu sudah dibawa oleh mereka,” lanjut Alex lagi dengan wajah khawatir.

__ADS_1


“Kita harus sembunyikan Jennixia untuk saat ini biar mereka tidak mencari celah untuk menemui Jennixia,” sahut Chester yang terlihat sama paniknya.


“Tidak apa aku ada tempat persembunyian yang hanya diketahui oleh diriku saja,” ujar Alex.


“Di mana? Tapi Jennixia akan bersama siapa?” tanya Chester lagi.


“Di kawasan belakang rumah, jangan risau dia akan bersama istri dan anak-anakku,” jawab Alex.


“Mereka akan menggunakan alat deteksi jika disekitar rumahmu,” ucap Chester kesal.


“Tidak akan terdeteksi, tempat itu aku bangun sendiri mengunakan teknologi canggih semua alat deteksi tidak bisa mendeteksi tempat itu, jangan risau aku sudah melakukan uji coba,” terang Alex yakin.


“Baiklah aku serahkan padamu, tapi untuk malam ini izinkan aku menginap,” ucap Chester lagi kali ini meminta izin.


“Ck, mujur saja kau suami Jenni kalau tidak sudahku usir dari tadi,” ketus Alex.


Alex cemburu dengan Chester karena yang melindungi dan memimpin tangan Jennixia bukan dirinya tapi Chester. Berat untuk menerima kenyataan bahwa Chester merupakan suami dari adiknya tapi nasi sudah jadi bubur mau melarang juga tidak bisa.


Chester turun ke lantai dasar untuk menemui Jennixia tapi dia tidak mendapati Jennixia berada di tempat itu.


Chester mulai panik sehingga dia coba menanyakan pelayan yang lewat jikalau melihat Jennixia.


“Maaf mbak ada lihat Jenni?” tanya Chester dengan panik.


“Nona Jenni sudah masuk kamar tadi Tuan,” jawab pelayan itu.


“Oh baiklah hmm kamarnya yang mana satu?” tanya Chester lagi.


“Tuan ikut saja lorong itu, di sana ada dua kamar. Kamar Nona ada di bagian hujung Tuan. Maaf tidak bisa menghantar Tuan ke sana, karena lorong itu bukan bagian saya, saya takut untuk melewati batas aturan rumah ini,” jawab pelayan itu lagi.


“Tidak apa terima kasih,” ucap Chester lalu langsung saja mengikuti petunjuk pelayan tadi hingga sampai di pintu kamar yang paling hujung.


Chester mengetuk pintunya berapa kali tapi tidak ada jawaban.


“Mungkin salah ya,” ucap Chester lirih.


Baru saja hendak menuju ke pintu lain tiba-tiba pintu tadi terbuka dan muncullah Jennixia yang masih mengenakan handuk sebatas paha di bagian tubuhnya dan rambutnya juga di tutupi menggunakan handuk.


Chester menelan air liurnya yang terasa payah untuk ditelan.


“Sayang kenapa mandi malam?” tanya Chester.


“Maaf tapi rasa gerah. Aku tidak bisa menahannya makanya aku mandi,” jawab Jennixia sambil menyengir seperti kuda.

__ADS_1


“Masuk yuk, maaf tadi lagi mandi waktu kamu ketuk pintu,” ucap Jennixia lagi sambip mempersilakan suaminya untuk masuk ke dalam kamar tamu yang terlihat sangat mewah itu.


Bersambung...


__ADS_2