
perkenalkan Namaku reni. Usiaku 18 Tahun. Aku Baru saja lulus dari sekolah menengah atas. saat ini yang Ada dipikiranku adalah mencari kerja. walaupun kedua orang tuaku Terus Saja memaksaku untuk menyambung pendidikan ke universitas.
"Ma, Pa reni berangkat Dulu ya" Aku hendak Bergegas Keluar sembari melambaikan tanganku pada kedua orang tuaku yang sedang duduk diruang keluarga.
Tapi belum sempat Aku melangkah Keluar, Papa menghentikan langkahku.
"Mau kemana kamu pagi pagi begini ?"
Kata Papa sambil memandangku dengan Heran.
"Reni Mau melamar kerjaan Pa"
"Kamu mau kerja Apa dengan izajah SMA mu itu? "
"kerja Apa aja yang penting kerja." jawabku .
"Tapi nak, jika hanya ijazah SMA kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan. lagian kenapa sih kamu ngotot banget Pengen kerja, bukankah papa masih Mampu membiayai kulaihmu. " Kata papa dengan Nada yang begitu lembut. papa Dan mama sangat menyayangiku. Karena Aku satu satunya anak Mereka.
"Pa, Ma .kita Kan udah pernah omonngin masalah ini. Dan papa Sama mama juga tahu alasannya kan"
"terus kamu mau nyari kerja dimana? " mama yang sedari tadi hanya diam akhirnya Buka Suara.
"reni bakalan masukin lamaran kesemua lowongan, mudah mudahan aja salah satunya ada yang nerima"jawabku .
"baiklah jika itu Maumu. Tapi jika kamu tidak Bisa mendapatkan pekerjaan, kamu harus mau untuk kuliah"kata papa dengan Nada sedikit mengancam.
"ok" jawabku sambil mengangkat jempolku sambil tersenyum.
"ya udah sekarang reni berangkat Dulu ya ma,pa" .
"hati hati dijalan" Kata mama yang suaranya Hampir tidak terdengar karena aku sudah berada di halaman rumah.
Aku segera masuk kedalam mobil Dan melajukan kendaraanku dengan kecepatan Tinggi.
******
"tok tok tok"
"Siapa? " Kata Suara Dari dalam.
Aku langsung membuka pintu begitu mendengar orang yang Aku Cari Ada di dalam.
"Tumben lo Pakek acara ketuk pintu Dulu, Biasanya juga maen nyelonong aja"kata Lisa dengan wajah kesalnya.
Lisa adalah sahabatku. Aku mengenalnya sejak kami sama Sama duduk di bangku SMA. Lisa anak perantauan,orang tuanya tinggal di desa. disini Lisa kost seorang diri.lisa merantau karena didesanya belum Ada sekolah untuk setingkat SMA. Lisa ingin mengubah hidupnya, Itulah kenapa dia memutuskan untuk mengejar pendidikan Di kota. sebenarnya Aku juga Ingin kuliah seperti yang Di sarankan papa, Tapi Lisa tidak punya biaya untuk kuliah. Dan Demi persahabatan kami, Aku memutuskan untuk mencari kerja bersama Lisa. kami akan kuliah nanti, setelah kami mendapatkan pekerjaan Dan mengumpulkan Uang untuk biaya kuliah.
"he.. he.. Pengen aja, Emang Gak Boleh ya" jawabku sambil menunjukkan wajah paling Imut.
"Boleh, Apa sich yang Gak Boleh buat lo."
jawabnya masih dengan wajah kesal.
__ADS_1
"tuh muka Kok ketat amat y"
"Gimana Gak ketat, udah satu jam gua Nungguin lo gak nongol nongol"
"he... Maaf, tadi waktu Mau pergi Aku di ceramahin Sama papa dulu" jawabku sambil berbaring di kasur.
"Emang lo buat masalah ?"
"enggak ,masih Bahas masalah yang Sama. Mereka pengennya aku kuliah Dulu baru kerja"
"Maaf ya ren, nih semua karena gue. "
"lagian kenapa lo Gak kuliah aja sih Biar papa mama lo senang " lanjut Lisa.
"gue sich Gak masalah Kalau harus kuliah Dulu, Asal lo mau nerima Tawaran papa" jawabku sambil melirik ke Lisa.
"maafin gue ren, bukannya gue gak mau, tapi lo kan tahu sendiri alasanya "kata Lisa dengan wajah sedih. ya Aku tahu kenapa Lisa menolaknya tawaran papa untuk membiayai kulaihmu. tiga Tahun kami bersahabat papa Banyak membantu sampai akhirnya Lisa bisa menyelesaikan sekolahnya. tapi itu semua kami lakukan dengan ikhlas. papa Dan mama udah Anggap Lisa seperti anaknya sendiri. itu kenapa sehari setelah kami menerima ijazah papa memintaku untuk membawa Lisa kerumah karena ada hal yang Ingin papa bicarakan dengannya.
flashback on
"selamat siang om, tante" reni yang Baru saja Tiba Di rumahku langsung mengambil tempat duduk di sebelahku.
"selamat siang" Kata mama
"selamat siang" Kata papa
"Kata reni om Sama tante ingin bicara dengan saya? "Lisa terlihat cemas karena Tiba Tiba papa sama mama memanggilnya kerumah.
papa yang melihat ekspresi wajah Lisa seperti itu Jadi tersenyum sendiri.
"jangan tegang seperti itu lis, om Sama tante manggil kamu kesini cuma Pengen Ngobrol Ngobrol aja kok"
"Iya tante"
"begini lis" papa mulai bicara.
"Kalian Kan sudah Tamat sekolah, rencana Kalian selanjutnya Apa? kuliah? "Tanya papa.
"sebenarnya Lisa Pengen kuliah om, tapi sepertinya tidak Tahun ini. saat ini Lisa Pengen kerja om. agar Lisa Bisa mengumpulkan uang buat kuliah Di Tahun depan"lisa berusaha menyembunyikan kesedihannya karena belum bisa kuliah Di Tahun ini.
"om bisa mengerti keadaan kamu. untuk itu om minta reni untuk ngajak kamu menemui om Dan tante karena om Ingin menyampaikan sesuatu"
"Maksud om? " Tanya Lisa yang tidak mengerti.
"begini lis, kamu dan reni Itukan sudah lama bersahabat. om Dan tante sudah menganggap kamu seperti anak kami sendiri"papa berhenti Sejenak. sambil mencari Kata Kata yang tidak akan menyinggung perasaan Lisa.
"jika Lisa ingin kuliah, om Dan tante akan biayai kuliah kamu sampai selesai. Kalian Bisa menentukan sendiri Mau kuliah Di mana "Kata papa lagi sambil menatap Lisa dengan pandangan seorang ayah.
Tanpa Di sadari air Mata Lisa jatuh .lisa begitu terharu dengan kasih sayang yang diberikan Oleh orang tua sahabatnya ini. apalagi saat ini Lisa jauh dari kedua orang tuanya. Lisa merasa begitu beruntung memiliki sahabat seperti reni.
"Ma.. Maaf sebelumnya om,tante" Kata reni terbata bata karena begitu terharu. "bukannya Saya menolak niat baik om Dan tante. tapi saya sungguh merasa tidak Pantas untuk menerima tawaran om Dan tante. selama tiga Tahun ini saya Sudah terlalu Banyak menyusahkan Kalian. saya minta Maaf sekali lagi" Kata Lisa dengan wajah menunduk karena tidak berani menatap wajah kedua orang tua sahabatnya itu
__ADS_1
"tapi nak.. " belum sempat papa menyelesaikan kalimatnya
"reni juga tidak Ingin kuliah Tahun ini pa"aku memotong Kata Kata papa.
papa Dan mama memandangku serentak, Dan Lisa masih tetap menunduk.
"reni juga Pengen kerja, reni Pengen merasakan mencari Uang sendiri, reni Pengen kuliah dengan yang Hasil jerih payah reni sendiri".lanjutku.
papa Dan mama sepertinya mengerti jika aku tidak Ingin membahas masalah itu lagi. Karena Aku tidak Ingin membuat sahabatku itu semakin sedih.
"baiklah jika Kalian Ingin mencoba mencari kerja"kata papa mengalah.
"Tapi tawaran kami ini berlaku Kapan Saja, jika Kalian berubah fikiran"sambung mama.
" oke bos" jawabku sambil menyenggol sahabat ku yang masih Saja tertunduk.
flashback off
"Jadi berangkat Gak nich" Lisa memukul lenganku karena Dia melihatku sedang melamun. "Jadilah " jawabku sambil mengusap usap lenganku yang tadi dipukul Lisa. "Terus kenapa lo masih baring aja Di situ" Kata Lisa dengan Nada sewot.
"he.. gue Kirain lo belum Selesai dandannya. lagian Kalau ngeliat kasur gue bawaannya mau bobok cantik aja " jawabku sambil bangkit Dan berlari kearah pintu .
\*\*\*\*
"kemana Dulu nih?" tanyaku pada Lisa setelah kami di dalam Mobil.
"lo udah catat semua perusahaan yang mau kita masukin lamarankan? "Lisa balik bertanya.
"Udah tuan putri" jawabku
"bagus bagus" Kata Lisa sambil menepuk nepuk pundakku.
"Aku fikir kita sebaiknya mulai Dari perusahaan yang terdekat dulu. untuk yang alamatnya Jauh bisa Kita tunda sampai Besok jika hari ini waktunya tidak cukup"lanjut Lisa dengan wajah yang sok mikir
"hmm.. sepertinya hari ini otakmu Bekerja dengan baik" jawabku sambil tersenyum .
"Tiap hari otakku juga Bekerja dengan baik " Kata Lisa sambil menyenggol pundakku
"baiklah, Mari kita berangkat" ucapku Dan Lisa bersamaan.
sepanjang hari kami sibuk memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan yang menerima Tamatan SMA. dengan Harapan salah satu Dari perusahaan itu bisa memberikan kami pekerjaan.
sampailah kami di perusahaan terakhir. setelah menitipkan Surat lamaran kesecurity kami punya kembali masuk kedalam mobil Dan pulang.
"akhirnya selesai juga" Kataku.
"Kira Kira Ada yang Mau nerima Kita Gak ya? "Kata lisa
"hmm... kalau gue sih yakin di terima, gue kan canti" jawabku sambil tersenyum
"Iya dech yang cantik" Kata Lisa dengan Nada mengejek.
__ADS_1
sebenarnya Aku Dan Lisa Di anugrahi paras yang Sama Sama cantik. Tinggi kami juga ideal. Aku Dan Lisa hanya selisih beberapa centi tingginya. hanya saja Lisa agak sedikit gemuk. Katanya itu udah Dari Sananya. sekuat apapun Lisa untuk diet, Dia tetap ja tidak Bisa benar benar langsing. Tapi buat aku berat badan Lisa masih seimbang dengan Tinggi badannya.
sepanjang Jalan kami Terus Saja bercanda, saling memuji diri masing masing. sampai gak terasa kami sudah sampai di Depan kost nya Lisa.