
Ersam Arsenio Dewantara naik pitam dengan sikap orang tidak bertanggung jawab dan usil yang menulis ancaman di atas kertas.
Setelah sambungan telepon terhubung," Erga tolong secepatnya retas cctv yang ada di rumahku, cepat jangan pakai lama aku tunggu malam ini juga hasilnya da dan Ingat saya tidak ingin mendengar kata gagal," tegasnya Ersam yang sangat marah karena lagi-lagi ada orang yang kurang kerjaan yang hatinya sempit ingin menganggu kebahagiaan dan ketenangan rumah tangganya.
Ersam dan Rasmi sudah menghubungi pihak keamanan perumahan tersebut dan memberikan penjelasan tentang kejadian tersebut. kedua pasangan suami istri itu tidak ingin kedepannya ada lagi kasus seperti itu terjadi padanya.
"Mereka mengira aku perempuan lemah yang mudah ditindas oleh mereka, jangan harap aku akan memberikan ampun kepada orang itu jika tahu siapa dalang dibalik semua ini," geramnya Rasmi Wulandari Nasution.
"Stop sayang marahnya,jika kamu seperti ini berarti mereka berhasil memprovokasi kita berdua, yang seharusnya kita lakukan adalah tetap tenang dan terus waspada serta mencari tahu siapa pelakunya, ingat kamu itu sedang hamil,saya tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan calon bayi kita ini," bisiknya Ersam ditelinganya Rasmi sembari mengelus perutnya Rasmi yang masih datar itu.
Rasmi menerima saran dari suaminya hingga kondisinya berangsur membaik, dia tidak lagi emosi menanggapi hal itu. Dia juga sudah lebih stabil pikiran dan perasaannya itu. Ersam yang sudah menyadari bahwa istrinya sudah tenang segera menggendong tubuhnya Rasmi.
"Aah Abang," teriak Rasmi yang cukup terkejut ketika langsung digendong oleh Ersam tanpa aba-aba sebelumnya.
Rasmi refleks mengalungkan tangannya ke lehernya Ersam. Karena takut jika ia terjatuh ke atas lantai.
__ADS_1
"Tidak perlu berteriak seperti ini sayang, kalau kamu seperti ini sama saja membuat aku semakin tidak sabaran untuk melakukan hal yang lebih indah dan bagus dibandingkan dengan mikirin orang yang tidak waras itu," ketusnya Ersam yang berjalan ke arah dalam rumahnya dengan sedikit menendang pintu rumahnya karena tangannya memegang tubuhnya Rasmi.
Rasmi sudah mengetahui dan membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya bersama sang suami tercinta. Ersam membawa istrinya ke dalam kamarnya sendiri bukan kamar Rasmi yang selama ini dipakainya.
"Abang kok kita ke sini, kenapa enggak ke kamarku saja?" Tanyanya Rasmi penuh selidik.
"Dulu waktu kita main kuda-kudaannya kan di kamarku hingga calon anakku lahir di dalam rahimku jadi, untuk saat ini aku ingin melakukannya lagi tapi, di dalam kamarku sendiri." Jelasnya Ersam yang tersenyum penuh maksud ke arahnya Rasmi.
"Ohh gitu," jawabnya Rasmi yang membentuk bibirnya dengan huruf O besar.
"Iihh Abang Ersam," kesalnya Rasmi sambil tersipu merona merah saking malunya dengan sikap suaminya itu.
Ersam menidurkan tubuhnya Rasmi ke atas tempat tidurnya, dengan sangat hati-hati. Rasmi yang diperlakukan seperti itu sangat merasa bahagia, karena Ersam sama sekali tidak mengasari tubuhnya itu, walaupun dalam keadaan mode on fire si jago siap bertempur.
Ersam berjalan ke arah depan rumahnya untuk memeriksa kunci rumahnya,apa sudah terkunci rapat atau belum. Sedang Rasmi berdiri dari posisi baringnya untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu dengan sedikit memperbaiki polesan make-upnya terlebih dahulu agar lebih terlihat cantik.
__ADS_1
Rasmi juga memakai wangi-wangian yang sangat lembut wanginya agar suaminya semakin terpesona dengan penampilannya itu. Lingerie seksi dengan warna merah maroon soft itu menjadi pilihannya.
"Semoga Abang menyukainya," gumamnya Rasmi lalu kembali berjalan ke arah kamar suaminya.
Sejak awal pernikahan mereka, keduanya sudah berkomitmen jika untuk hubungan yang lebih dekat dan intim, mereka akan melakukannya ketika rasa cinta keduanya sudah benar-benar ada. Ersam tersenyum sumringah melihat penampilan istrinya yang malam itu memberikan penampilan yang sungguh luar biasa cantiknya. Ersam yang melihat Rasmi memasuki kamarnya langsung menjemput istrinya itu segera penuh kasih sayang.
"Kamu sangat cantik sayang," pujinya Ersam ketika dirinya sudah berdiri di belakangnya Rasmi yang langsung mengendus wangi aroma parfum yang dipakai oleh Rasmi dengan menyingkap rambut panjangnya Rasmi.
Tubuh Rasmi bergetar saking gelinya diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri. Rasmi tersenyum puas karena, suaminya sangat menyukai dengan apa yang ia lakukan itu.
Dengan penuh kehati-hatian dan kelembutan, Ersam mulai membuka satu persatu tali yang mengikat pakaian tipis, tembus pandang dan kekurangan bahan itu dengan sangat pelan dan penuh kelembutan.
Ersam segera menidurkan tubuh istrinya lalu mulai merangkak ke atas ranjang king size-nya itu. Ersam awalnya melakukannya dengan sangat lembut, cii uuu man yang awalnya hanya sekedar mengecup saja semakin lama semakin menuntut hingga pasokan udara di dalam tenggorokan pernafasan mereka.
Deru nafas yang memburu dan ngos-ngosan mewarnai setiap sudut penjuru kamar yang hanya berukuran 5x6 meter persegi itu. Rasmi berusaha untuk menekan suaranya agar tidak sampai kedengaran di telinga suaminya itu.
__ADS_1
Sentuhan demi sentuhan dilakukan oleh Ersam di atas tubuh sintalnya Rasmi semakin padat dan berisi setelah hamil. Rasmi tidak berucap sepatah katapun, hanya terdiam dengan tatapan mendamba kearahnya Ersam yang tidak berhenti menjelajahi pengunungan puncak jaya Wijaya hingga menuruni dasar lembah yang curam dengan ditumbuhi Padang ilalang.