Garis Tanganku

Garis Tanganku
episode 10


__ADS_3

kian hari lisa kian dekat dengan dedi. berbagai cara dilakukan lisa untuk bisa komunikasi dengan dedi. terkadang lisa mengirim kan pesan singkat atau menghubungi dedi sekedar untuk menanyakan kabarnya. sedikitpun dedi tidak menaruh curiga, karena dedi tahu sejak sekolah reni dan lisa sudah bersahabat. tanpa dedi tahu kalau lisa sudah memendam rasa cinta nya sejak sekolah dulu. dan dedi juga tidak berniat menceritakan itu semua pada reni. dedi menganggap itu bukan hal yang perlu di bicarakan. seperti saat ini, saat panggilan dari lisa muncul di ponselnya dedi. dia mengabaikannya karena saat ini dia sedang bersama reni.


"kenapa Gak di angkat ded? mungkin penting lho"kata reni setelah melihat dedi mengabaikan panggilan di ponselnya.


"Gak penting"


"sayang" kata dedi lagi.


"hmm... "


"sebentar lagi kita kan akan Selesai kuliah"


"terus? "


dedi menarik nafas dalam sampai akhirnya


"Selesai kuliah nanti aku ingin melamar kamu. maukah kamu menjadi ibu dari Anak anakku? " kata dedi setelah berhasil mengumpulkan keberanian nya. dengan memandang lekat tepat di mata reni dan menunggu jawaban reni.


wajah reni merona mendengar apa yang baru saja didengarnya. dan reni tidak berhasil menutupinya karena dedi masih terus memandang wajahnya.


"Maksud kamu? " tanya reni pura pura tidak mengerti .


"ya aku Pengen kita nikah dan punya anak. setelah selesai kuliah aku akan meneruskan usaha papa. jadi kamu tidak usah khawatir tentang masa depan kita. aku yakin kok bisa bahagiakan kamu dan anak anak kita nanti"kata dedi dengan penuh keyakinan.


"tapi aku masih Pengen kerja selesai kuliah nanti ded".


" kamu Gak perlu bekerja sayang. penghasilanku akan lebih dari cukup. tugas kamu hanyalah menjaga anak anak kita dan menunggu aku pulang kerja"


kata kata dedi kembali membuat reni merona. mungkin reni membayangkan bagaimana nanti jika mereka menikah dan mempunyai anak.


"Gimana yang ?" desak dedi.


"Hmm.. baiklah. tapi aku harus bicarakan ini dulu dengan mama dan padaku"


"pasti sayang, biar aku yang bicara dengan mama papamu sebelum kedua orang tuaku datang melamarmu". kata dedi bahagia karena reni menerima lawatannya.

__ADS_1


"yang" kata dedi lagi.


"hmm"


"kita kan udah lama pacaran, dan gak lama lagi kita mau nikah"


"terus? "


"kamu Gak mau manggil aku dengan panggilan yang enak di dengar gitu? .masak manggil pacarnya Seperti manggil orang lain aja, gak da specialnya" kata dedi dengan wajah yang di buat sok imut.


"apaan sih" kata reni sambil memukul pundak dedi. reni tahu maksud perkataan dedi. tapi entah kenapa sampai saat ini reni lebih nyaman kalau manggil pacarnya itu dengan sebutan nama saja.


"sayaaaang" kata dedi lagi dengan nada manja.


"iya sayang"jawab reni sambil tersipu malu. reni memang harus membiasakan panggilan itu karena mereka akan segera menikah.


"gitu dong yang, kan enak dengarnya" kata dedi bahagia karena akhirnya dapat panggilan sayang dari kekasih hatinya.


"Oh ya ded" kata reni. tapi yang di panggil tidak merespon bahkan pura pura tidak mendengar. dedi malah celingak celinguk kesana kemari, seolah olah ada yang memanggilnya tapi Gak tahu siapa. reni yang melihat tingkah dedi seperti itu jadi senyum senyum sendiri. reni tahu betul kenapa dedi sepeeti itu.


"ya sayang" jawab dedi.


"aku mau bilang kalau aku dan keluarga akan berangkat ke kota M untuk menghadiri pernikahan sepupuku di sana .mungkin aku akan beberapa hari di sana. kamu jangan nakal selama aku tinggal ya" kata reni dengan senyum menggoda.


"aku bakal sendiri dong " kata dedi dengan wajah sedih.


" cuma beberapa hari kok yang"


"iya deh, emang kapan berangkatnya? "


"besok pagi"


"tapi kamu janji ya yang sering sering telephon aku. biar aku nya gak ngerasa sendiri" kata dedi.


"iya sayang"

__ADS_1


******


Malam ini dedi menghabiskan malam nya seorang diri di dalam kamar. sebenarnya dia ingin menemui reni sebelum reni berangkat ke kota M. tapi karena malam ini reni harus packing untuk keberangkatan nya besok, jadilah dedi seorang diri di kamar sambil mendengarkan musik. dan saat dedi sedang asyik mendengar musik, hp na berdering. dengan semangat dedi meraih hp na berharap itu panggilan dari reni. tapi dedi harus kecewa karena nama yang tertera di layar ponsel bukanlah nama reni melainkan lisa. 'mau Apa lisa menghubungiku? sejak tadi siang dia menghubungiku, apa ada hal yang penting? ' tanya dedi dalam hati. dan akhirnya dedi menjawab panggilan dari lisa agar Semu pertanyaan nya mendapatkan jawaban.


"maaf lis, ada apa nih? apa ada hal yang penting? " tanya dedi setelah menekan tombol on di ponselnya.


"emang kalau tidak ada yang penting gue tidak boleh hubungi elo ya" kata suara di sebrang.


"He... boleh kok" Kata dedi sambil cengengesan.


"besok malam gue buat acara party kecil kecilan untuk acara ulang tahun gue. dan gue harap elo dan reni bisa datang ke acara gue" Kata lisa .


"Besok malam? " kata dedi sambil berfikir. emang sih tadi sebelum mengantar reni pulang reni mengatakan kalau lisa akan mengadakan acara ultah. dan karena reni tidak bisa datang, jadi reni memaksa dedi untuk datang. awalnya dedi menolak karena dia tidak ingin pergi sendiri. tapi setelah di desak dengan sedikit rayuan akhirnya dedi Setuju untuk datang.


"He em" kata lisa singkat.


"tapi besok reni akan pergi ke kota M, apa reni Gak bilang ke elo? " tanya dedi berusaha menghindar dari undangan lisa.


"Oh ya, gue lupa. reni emang bilang kalau dia gak bisa datang. tapi bukan berarti elo juga Gak bisa datang kan ded" kata lisa penuh harap. karena kalau dedi Gak datang bagaimana dia bisa menjalankan rencana nya untuk mendapatkan dedi.


"Gimana ded? kalau elo juga Gak datang acaranya gue batalin" tambah lisa karena tidak mendapatkan jawaban dari dedi.


"kok gitu? "


"buat apa gue buat acara kalau dua sahabat gue Gak ada yang mau datang" kata lisa dengan nada kecewa.


"sejujurnya gue Males pergi sendiri. tapi karena reni memaksa gue untuk datang, dan elo Udah gue anggap sahabat gue sendiri, jadi gue akan datang" kata dedi akhirnya.


reni kegirangan mendengar jawaban dedi. jika saja saat ini dia tidak sedang bicara dengan dedi, mungkin dia sudah jingkrak jingkrak kesenangan. ' bodo amat kenapa dedi mau datang, yang penting dia akan datang dan rencanaku akan berjalan mulus tanpa ada reni' .batin lisa.


" gitu dong. itu baru namanya sahabat" kata lisa bahagia.


"oke, sampai jumpa besok ya ded, bye" sambung lisa.


"bye"

__ADS_1


dan lisa pun mengakhiri panggilan.


__ADS_2