
seperti Biasa begitu sampai di Depan pintu Kamarnya lisa Aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Karena kebiasaan lisa yang tidak pernah mengunci pintu Kamarnya. mungkin karena ini kost an khusus cewek Dan lagi Hampir semua penghuni kost ini sudah Lumayan lama ngekost Di sini. Jadi Sudah seperti keluarga sendiri. begitu masuk aku melihat Lisa yang masih tidur di kasurnya. Aku melirik kearah jam dinding yang berada di atas kasur Lisa, masih jam 11 gumamku dalam hati. biarkan sajalah dia tidur Dulu fikir ku. Dia pasti sangat lelah. Kalau Lapar Dia juga bakalan bangun. Dan akhirnya aku memutuskan untuk berbaring di lantai Di samping Lisa. Karena kasur lisa hanya muat untuk satu orang. Dan itupun hanya kasur Tanpa Ada ranjangnya. maklumlah kost an Lisa kost an sederhana yang hanya terdiri dari satu buah kasur Di Tambah satu buah Lemari kecil Dan kipas angin . sangat berbeda dengan kamarku yang Luas Dan nyaman. tapi Aku selalu betah berada di sini. mungkin karena ini tempat tinggal sahabatku.
"monyong lo ren, gue fikir Siapa yang Tiba Tiba tidur di samping geu" teriak Lisa tepat Di telingaku. aku yang sedang asik bermain Hp sontak terduduk karena kaget mendengar Suara Lisa yang mengalahkan Suara petir.
"Bisa Gak sih teriaknya gak usah Di telinga gue" Kataku dengan Nada kesal sambil mengusap usap telingaku.
"kaget gue nyong. sejak Kapan lo Ada di sini. Kok lo Gak Bangunin gue. Emang sekarang jam berapa? "
"kaget sih kaget ,tapi Gak pake buat telinga gue budek bisa kan" Kataku pura pura marah
"he... maaf"
"tadi gue liat lo tidurnya pules banget, gue gak tega Bangunin lo. Dan kalau lo Pengen tahu sekarang jam berapa lo tinggal liat tuh jam dinding atas kepala lo. gak perlu nanya ke gue" jawabku lagi.
Tanpa Di Komando Lisa melirik kearah jam dinding Kamarnya.
"ternyata udah siang ya. Pantesan aja perut gue Udah terasa lapar" kata lisa dengan wajah tak berdosanya.
"sepertinya gue mencium aroma makanan" Kata Lisa sambil mengedarkan pandanganya ke sekeliling kamar. Karena kamar Lisa tidak terlalu Luas Jadi tidak sulit Baginya untuk menemukan apa yang Dia Cari.
"nah ketemu" Katanya sambil mengacak Acak makanan Dan minuman yang kubeli tadi.
"lo Emang sahabat terbaik gue ren. tau aja lo Kalau gue lagi Lapar "Katanya sambil mengambil salah satu makanan Dan memaksanya.
"Siapa Dulu dong. reni gitu lho" jawabku sambil mengedip ngedipkan mataku. Dan kami pun tertawa bersama.
"lis.. "
"hmm"
"Ada yang Mau gue omongin ke lo"
"Tumben lo permisi Dulu Kalau mau Ngomong, biasa nya juga lo langsung nyerocos" kata lisa yang masih sibuk dengan makanan yang Ada di Hadapannya. tanpa memandangku .
"lis.. " panggilku lagi dengan Nada kesal karena Lisa mengabaikanku
"Iye gue dengarin. Lo Mau Ngomong apa sih. Kok sepertinya serius banget" kata lisa yang akhirnya menatapku.
"Aku udah mutusin untuk kuliah, Dan Besok aku akan mulai kuliah" Kataku sambil melihat ekspresi Di wajah sahabatku itu.
"yang bener? aku senang banget dengarnya ren"
"kamu gak marah kan? " tanyaku lagi
"kenapa Aku harus marah"
__ADS_1
"kita Kan Udah janji untuk masuk kuliah bersama Di tahun depan" jawabku dengan Nada bersalah.
"ren, sejujurnya Aku juga gak yakin Kalau Tahun Depan Aku bisa kuliah. kamu kan tahu penghasilan ku Sekarang hanya cukup untuk biaya hidupku sehari Hari Dan mengirimkan sedikit penghasilanku ke kampung. walaupun Aku selalu berusaha untuk menyisihkan sedikit Dari penghasilanku untuk Di Tabung,tapi Aku Gak yakin apakah Tahun Depan Aku Sudah bisa mulai kuliah Atau tidak. "kata lisa dengan senyum yang dipaksakan. Dan itu membuatku semakin merasa bersalah. Aku merasa membiarkan sahabatku dalam kesulitan seorang diri. tapi apa lagi yang harus kulakukan lakukan. aku sudah membujuknya dengan segala Cara untuk menerima bantuan orang tuaku. tapi Harga diri sahabatku ini melarangnya untuk menerima bantuan Dari siapapun. termasuk aku Dan keluargaku.
"Dan aku senang sekarang lo udah memutuskan untuk kuliah. dengan begitu gue tidak perlu merasa bersalah lagi" lanjut nya.
"Maksud lo" Tanya ku tidak mengerti
"Jujur ya ren, gue merasa bersalah ke orang tua lo. Karena gue yang belum bisa kuliah, Elo Jadi ikut ikutan Gak kuliah. padahal orang tua lo Pengen nya lo kuliah Dulu baru kerja" Lisa menjelaskan.
"ngaco deh kalau Ngomong. " jawabku
"beneran ren. Tapi nyantai aja. sekarang gue Udah gak ngerasa bersalah lagi Kok. Kan lo udah Mau nurutin kemauan orang tua lo" kata lisa sambil melanjutkan makannya yang tadi sempat terhenti.
"lis.. "
"Ada apa lagi sih ren " Kata Lisa dengan Nada kesal karena aktivitas makannya kembali terganggu.
"gue mau nanya Tapi lo harus Jawab yang Jujur ya"
"he em"
"sebenarnya waktu sekolah Lo Suka ya Sama dedi? "
"kenapa lo Tiba Tiba nanya seperti itu? " kata lisa dengan pandangan menyelidik.
"Kok gue nanya lo malah balik nanya sih. please lis .. gue cuma Pengen tahu. Jawab yang Jujur ya" aku memandang Lisa dengan wajah memelas mengharapkan jawaban.
"Emang Kalau Iya kenapa"jawab Lisa dengan wajah yang Susah Di baca.
deg
jantungku seolah berhenti mendengar jawaban Lisa. berarti apa yang ku fikirkan selama ini benar. Lisa mencintai dedi. Lalu bagaimana jika Lisa tahu Kalau Saat ini Aku sedang Dekat dengan dedi. apakah Lisa akan membenciku?dan ..
"waktu itu elo selalu menolak cinta nya. sejujurnya gue sangat mengagumi dedi. Selain tampan dia juga pria yang baik. gue berfikir jika elo tidak menerima cintanya gue bisa berusaha mendapatkan cintanya. tapi sayang, sampai kita selesai sekolah gue gak berhasil menggantikan Nama Elo Di hatinya. sepertinya Dia sudah cinta mati denganmu"kata Lisa dengan wajah yang Lagi Lagi tidak Bisa terbaca.
"Dan sekarang? " Aku berusaha mencari tahu perasaan Lisa terhadap dedi saat ini
"Maksud lo ? "
"apakah Elo masih menyimpan rasa cinta sampai saat ini? " Kataku sambil menatap lisa
"hmm... sepertinya gue tahu deh Maksud Dari pertanyaanmu "
"gue gak ngerti" jawabku cemas Kalau Kalau Lisa sudah Bisa membaca fikiranku.
__ADS_1
"ren, elo itu sahabat gue. gue gak akan menghancurkan persahabatan Kita karena alasan apapun. "
"elo belum menjawab pertanyaan gue "
"setelah kita selesai sekolah, kita selalu bersama. Dan Kita Sama Sama tahu Kalau Kita tidak pernah Bertemu dengan dedi lagi. Dan gue juga udah melupakan rasa cinta gue ke dia. gue nyerah. Karena gue tahu hanya elo yang bisa mendapatkan hatinya" kata lisa sambil tersenyum. tapi entah kenapa Aku merasa Lisa menyimpan kesedihan dalam setiap kata yang dia ucapkan nya
" Dan gue juga tahu, Kalau sekarang sahabat gue ini udah memutuskan untuk menerima cinta sang pangeran" sambungnya.
"Elo tahu dari mana? " tanyaku salah tingkah. Aku takut Lisa akan membenciku karena dedi. aku tidak tahu Siapa yang harus aku Pilih. sahabatku Atau orang yang Aku sayang.
"elo tidak akan menanyakan hal ini Kalau gak ada apa apa nya. elo itu sahabat gue ren. gue tahu lo. " kata lisa Lagi.
" maafin gue ya lis"
Kenapa lo harus minta Maaf "
"gue Ngaku deh, saat ini gue Emang Lagi Dekat dengan dedi. Semenjak lo kerja gue gak punya teman buat ngobrol. Dan Gak tau kenapa Tiba Tiba dedi chat gue. setelah sekian lama Ngobrol gue ngerasa kalau gue Suka Sama dia lis" Kataku Tanpa berani melihat wajah sahabatku itu.
" lo Gak marah kan lis? Lo Gak Benci gue kan? kita masih bersahabat kan? "
"hmm Gimana ya" Lisa pura pura sedang berfikir
"Lisa...... "
"gue gak marah ren. malah gue senang karena sekarang sahabat gue Udah gak jomblo lagi. Dan Kita akan tetap menjadi sahabat untuk selamanya "
"terimakasih ya lis" Kataku sambil memeluk sahabatku itu. Dan Lisa pun membalas pelukanku. sekarang aku lega karena tidak ada yang kusembunyikan dari Lisa. Dan aku bisa menjalin hubungan dengan dedi tanpa harus merasa bersalah lagi.
"tapi ada satu hal" kata lisa Tiba Tiba sambil melepas pelukanmu.
"apa? " tanyaku dengan wajah cemas
" Elo Kan Udah jadian dengan dedi. Jadi Lo harus traktir gue makan sepuasnya " kata lisa dengan wajah sok Imut.
"Kirain apa" Kataku lega.
" gue serius nih. Kalau lo Gak Mau nraktirin gue, ntar gue rebut tuh pangeran lo" Kata Lisa sambil tersenyum menggoda.
"Siap tuan Putri. Kapan aja tuan Putri Ada waktu Silahkan hubungi Hamba,dan Hamba akan bawa tuan Putri makan dimana aja sepuasnya. Asal tuan Putri tidak merebut pangeran saya" jawabku dengan mimik wajah sesedih mungkin.
"bagus bagus" Jawab Lisa sambil melihat kedua Tangannya Di dada. seolah olah sedang memberi perintah.
"udah ah melo melonya, Kasian banget nih makanan dari tadi di anggurin" Kata Lisa Lagi sambil mengambil makanan yang tadi belum Selesai Di makannya.
Dan kami pun menghabiskan semua makanan yang Ada sambil Ngobrol. tanpa Terasa Hari sudah malam. Dan aku pamit pada sahabatku itu untuk pulang. Aku tahu Besok Lisa masih harus kembali bekerja. Dan aku juga harus mempersiapkan Diriku untuk mulai kuliah. begitu keluar dari kost nya Lisa Aku langsung menuju rumah.
__ADS_1