
Seseorang yang kebetulan datang di tempat itu sangat marah melihat apa yang dilakukan oleh kedua pasangan suami istri itu.
Rasmi sangat bahagia karena kue itu sudah sejak sebulan lalu pengen ia cicipi hanya saja tidak ada waktu untuk ke sana untuk membelinya langsung.
"Makasih banyak suamiku yang paling ganteng,baik hati dan tentunya sultan," guraunya Rasmi sembari mengecup pipinya Ersam di tempat umum.
Kedua bola matanya memerah, melotot,urat Jakungnya naik turun, kepalan tangannya dia genggam dengan kuatnya.
"Kalian boleh menunjukkan kemesraan kalian di depan umum,tapi jangan harap jika kebahagiaan kalian akan bertahan lama tunggulah pembalasanku setelah cintaku kamu tolak, aku akan menjadi hantu di dalam rumah tanggamu itu," geramnya orang itu.
Ersam mengangkat satu persatu dos kue dan paper bag serta toples kue yang ia pesan bersama istrinya itu. Ia sangat bahagia karena bisa melalui hari ini dengan begitu indah dan penuh kebahagiaan bersama istrinya yang sebenarnya tidak pernah ia impikan.
Hari ini ia kembali ke perusahaannya karena,ada sedikit masalah yang terjadi di internal perusahaan sehingga dengan terpaksa sehari sebelumnya ia harus balik ke Jakarta dari Seoul Korea Selatan. Kedatangannya sebenarnya ia rahasiakan dari istrinya itu. Tapi, karena kejadian yang tidak terduga terjadi pada Rasmi dan sekaligus berita gembira sekaligus juga kabar kejutan yang mengatakan istrinya positif hamil.
__ADS_1
Yang menjadi pkirannya adalah, dia menganggap hal tepat sekali ia lakukan ketika dalam keadaan setengah mabuk, Ersam meminta jatah sebagai kewajiban istrinya di malam itu hingga, detik ini sang istri hamil sudah masuk bulan ketiga diminggu pertama bulan februari.
Seolah itu adalah anugrah yang sangat dan paling terindah di dalam hidupnya sekaligus sebagai kado spesial di bulan kelahirannya itu.
"Sayang istriku apa kamu tidak capek atau mungkin ngantuk atau pengen makan sesuatu mungkin?" Tanyanya Ersam sebelum menyalakan mesin mobilnya itu.
Rasmi yang sedang memasang seatbelt nya ditubuhnya itu, menatap intens ke i arah suaminya," laper sih tapi makanan yang pengen aku makan keu yang tadi Abang diam-diam pesan itu, apa aku boleh memintanya sedikit saja!?" Harapnya Rasmi yang seperti anak kecil yang merengek pada ayahnya.
Ersam tersenyum melihat tingkahnya Rasmi yang sangat lucu menurut penglihatannya," boleh kok tidak masalah, tapi ada syaratnya,"
Ersam memajukan wajahnya ke wajah Rasmi yang masih penasaran dengan syarat yang diajukan oleh suaminya itu. Ersam semakin memajukan wajahnya ke arah depan. Hingga wajah keduanya sudah semakin dekat dan tidak ada lagi jarak yang memisahkan.
Hidung mancung nan bangirnya khas orang pribumi itu sudah saling bergesekan satu sama. Rasmi sangat mengetahui apa yang diinginkan oleh suaminya itu . Ia refleks menutup matanya dan menantikan apa yang akan selajutnya Ersam lakukan.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, Ersam segera mengecup bibir itu yang awalnya lembut hingga membuat Rasmi terbuai dalam lautan kelembutan dan sen tuuu haaann yang diberikan oleh Ersam di atas permukaan kulit sensitifnya itu.
Rasmi mengalungkan kedua tangannya di lehernya Ersam kemudian segera memejamkan matanya. Ersam melingkarkan kedua tangannya di pinggang rampingnya Rasmi yang sedikit mulai membesar dibandingkan beberapa bulan lalu.
Mereka saling bertukar saliva, hingga bertukar pasokan udara hingga nafas keduanya saling ngos-ngosan. Karena dering hpnya Rasmi yang tak kunjung berhenti, dengan berat hati dan terpaksa Ersam harus mengakhiri kegiatannya yang beberapa waktu itu sudah menjadi kegiatan yang sangat ia minati dan menjadi rutinitasnya untuk kedepannya.
Ersam mengecup sekilas sudut bibirnya Rasmi," ada sisa saliva kita berdua disini," ucapnya Ersam lalu menunjuk ke arah bibirnya Rasmi setelah mengecup sekilas.
Rasmi pun tersenyum malu-malu dengan memajukan wajahnya ke telinganya Ersam," sampai di rumah kita lanjutkan lagi sayang, saya pengen dimanjain oleh suamiku tercinta," bisiknya Rasmi yang langsung membuat di jago langsung menunjukkan tajinya.
Ersam segera mengalihkan perhatiannya sambil berucap," angkat gih telponnya kasihan Mbak Renata Annisa takutnya dia khawatir dengan kita yang belum sampai juga di rumahnya," perintahnya Ersam agar menutupi apa yang sedang terjadi padanya itu.
Rasmi tersenyum simpul melihat reaksinya Ersam yang berusaha menahan gejolak dalam tubuhnya. Ersam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya kakak dan kakak iparnya itu. Sedangkan Rasmi setelah melakukan panggilan telepon dengan saudari iparnya itu, segera memeriksa hijabnya lalu memperbaiki make-upnya yang berantakan ulahnya suaminya sendiri.
__ADS_1
"Ini kedua kalinya dalam sehari Abang kacaukan makeup aku loh," omelnya Rasmi yang memoles wajahnya dengan teratur dan rapi kembali.
Ersam tersenyum penuh maksud ke arah Istrinya itu," tahan yah, setelah dari sana aku akan buat kamu berteriak kencang memanggil namaku," batinnya Ersam yang berusaha sekuat tenaga menenangkan si jagonya.