
Satu bulan kemudian, hari ini Rasmi Wulandari Nasution sudah tidak bekerja lagi di perusahaan suaminya mengingat kehamilannya. Sehingga Erga mencari seorang pengganti.
Ersam segera menidurkan tubuh istrinya lalu mulai merangkak ke atas ranjang king size-nya itu. Ersam awalnya melakukannya dengan sangat lembut, cii uuu man yang awalnya hanya sekedar mengecup saja semakin lama semakin menuntut hingga pasokan udara di dalam tenggorokan pernafasan mereka.
Deru nafas yang memburu dan ngos-ngosan mewarnai setiap sudut penjuru kamar yang hanya berukuran 5x6 meter persegi itu. Rasmi berusaha untuk menekan suaranya agar tidak sampai kedengaran di telinga suaminya itu.
"Hari ini aku mau berikan surprise untuk Abang deh, aku mau masakin makanan siang tapi ngomong-ngomong menunya apa?" Gumamnya Rasmi.
Rasmi berjalan ke arah dapurnya dan memeriksa isi kulkasnya. Dia melihat ada seekor daging ayam di dalam kulkasnya, sayuran seperti timun, kacang panjang, wortel, kentang,brokoli, kol, buncis juga ada.
"Sepertinya ayam goreng geprek dengan lalapannya plus sayur soup enak kayaknya, baru ngomongnya sudah ngiler saja," cicitnya Rasmi Wulandari Nasution.
Rasmi segera membersihkan semua bahannya lalu memotong bahan sayuran dan daging ayamnya sesuai dengan seleranya.
Sedangkan jauh dari rumahnya, tepatnya di dalam perusahaan suaminya. Seorang menejer pemasaran sedang berdebat dengan sekretarisnya Ersam Arsenio Dewantara.
__ADS_1
"Pak Erga, tolong deh sadar setahu saya peraturan di Perusahaan kita ini bagi semua karyawan dan karyawati dilarang memakai pakaian yang kekurangan bahan dipakai ke kantor, apa semua aturan itu sudah berubah," cibirnya Ridah Khaerani Azizah Wijaya yang mendelik sekretaris barunya Ersam yang baru dua hari bekerja itu.
"Haha, kalau iri bilang Bos, ngapain ibu Menejer pemasaran mempermasalahkan apa yang aku pakai sedangkan pemilik perusahaan saja tidak masalah dengan pakaian yang aku pakai," balasnya Methi Apriani Rahayu dengan sombongnya.
"Hahaha, perutku sakit dengar perkataanmu, siapa yang cemburu iihh amit-amit deh saya cemburu padamu, saya cuma mau ingatkan sebelum kamu di depak di perusahaan ini dengan gaya pakaian kamu yang seperti ini yang melebihi perempuan muu raaa han saja lebih baik kamu segera mengganti semua model pakaianmu itu,"
"Heran yah, kamu hanya bekerja sebagai menejer disini malah belagu banget ingin memecat aku, kalau pak CEO sama sekali tidak permasalahkan apa yang aku pakai kenapa kamu yang repot-repot marah-marah, apa itu bukan tandanya sirik?" Ketusnya Methi Apriani Rahayu.
Sebenarnya Metty sangat tahu dengan peraturan yang ada di perusahaan itu, tapi Ia akan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang cukup seksi jika sudah di sekitar ruangannya. Hal itu bertujuan untuk menggoda Ersam walaupun dia baru beberapa hari bekerja di sana.
Ridah menunjuk ke arah wajahnya Methy dengan cukup kasar, "Kalau gitu terserah dari kamu saja, tapi aku perlu ingatkan jika kamu berani berpakaian seperti ini ke perusahaan untuk menggoda terutama pak Ersam ataupun Pak Erga saya tidak akan tinggal diam untuk menggusur kamu dari posisi jabatanmu yang sekarang ini dan kamu perlu tahu kamu buang jauh-jauh pikiranmu jika ingin menjadikan pelakor di perusahaan, ingat baik-baik camkan itu!"
Ridah segera pergi dari ruangan tersebut dan masuk ke dalam ruangan Ersam karena memang dia dipanggil untuk urusan pekerjaan.
"Saya akan mencari cara untuk mengusir perempuan jahat itu dari sini, karena aku yakin sekali jika wanita lucknut itu punya niat tersembunyi yang sangat berbahaya, aku harus segera ke ruangan cctv dan menghubungi Erga secepatnya sebelum terlambat," bathinnya Ridah dengan amarahnya membuncah yang berusaha ia kontrol agar tidak salah sasaran pelampiasannya.
__ADS_1
Methy melihat kepergian Ridah dari tempat duduknya," jika saya tidak berhasil menggoda CEO masih ada Pak Erga Prayoga Yudistira atau pak Ersam wakil CEO, mereka juga cukup ganteng dan pastinya punya banyak uang," senyuman licik terbit dari sudut bibirnya itu.
Ridah terus berjalan ke arah ruangan untuk mengontrol cctv keseluruhan perusahaan.
"Apa aku meminta Rasmi untuk kembali bekerja sebagai asisten pribadinya pak Ersam saja yah, tapi yang jadi masalah Rasmi sedang hamil apa dia diijinkan oleh suaminya? Tapi hanya seperti itu cara yang jitu dan ampuh untuk mengusir bibit pelakor," Ridah membatin
Setelah beberapa saat kemudian, masakan yang diinginkan oleh Rasmi sudah jadi.
"Alhamdulillah sudah jadi juga, ayam goreng geprek dengan sambal rica-rica kacang tanahnya plus sayur sop dengan lalapannya sudah jadi, saya tidak perlu bawa nasi karena saya sudah menelpon orang kantor untuk masak di pantry saja," lirihnya Rasmi.
Rasmi segera memasukkan makanan ke dalam wadah khusus yang tahan panas sehingga makanannya tidak cepat dingin.
"Semoga Abang Ersam belum makan siang jadi aku tidak sia-sia masaknya," gumamnya Rasmi.
Rasmi segera masuk kedalam kamar mandi karena ingin membersihkan seluruh tubuhnya yang berkeringat setelah acara memasaknya. Rasmi bersyukur karena, selama kehamilannya itu dia cukup terbantu karena tidak terlalu mengalami yang namanya morning sickness yang kerap kali dialami oleh ibu-ibu hamil lainnya.
__ADS_1
Rasmi hanya sering meminta kepada suaminya untuk dibelikan makanan yang kadang untuk mendapatkannya susah ataupun tempat jualannya jauh dari rumahnya sekarang.
Ersam masih bolak balik kantor Papanya dengan perusahaan-perusahaannya sendiri. Pernikahannya dengan Rasmi belum diumumkanke publik, rencananya Ersam setelah anaknya lahir semua itu akan di publish ke khalayak umum, termasuk siapa pemilik sah perusahaan dengan status pernikahannya dengan Rasmi.