Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 23


__ADS_3

Rasmi mengemudikan motorya dengan kecepatan sedang, tapi pas di dekat balokang ia berpapasan dengan sebuah mobil dengan merk A. Supir dari mobil tersebut memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Rasmi.


"Itukan kakak ipar, apa dia mendaftar dan mencari pekerjaan di sini di perusahaan suaminya sendiri yah?" Cicitnya Erga.


Tanpa sengaja Erga melihat Rasmi memarkirkan motornya," apa jangan-jangan kakak ipar mencari pekerjaan di sini yah? Aku harus segera hubungi orang bagian personalia," gumamnya Erga.


Erga segera turun dari mobilnya lalu berjalan ke arah dalam melalui pintu khusus untuk petinggi perusahaan seperti Ersam Arsenio Dewantara dan Erga saja dan pintu itu terbilang cukup rahasia dan hanya orang kepercayaan dan terpilih yang bisa mengetahui semua itu.


Rasmi mengucap doa sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam lobi perusahaan. Dia mencari keberadaan Ridah temannya yang merekomendasikan agar dia melamar pekerjaan di sini.


"Ya Allah… semoga saja aku diterima disini, aku tak ingin menjadi beban hidupnya Abang Ersam walaupun dia suamiku tapi, aku tidak bisa berharap terlalu banyak dan tinggi dengan pernikahan kami ini karena aku tidak bisa yakin dengan kelangsungan pernikahan kami apa akan bertahan lama atau tidak, tapi ngomong-ngomong sebenarnya kemarin malam waktu kami menikah,kok kedua orang tuanya Abang Ersam enggak datang yah," gumamnya Rasmi sambil berjalan ke arah dalam tapi karena tidak hati-hati ia menabrak tubuh seorang pria yang kebetulan berjalan terburu-buru karena sudah ditunggu untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sudah tertunda.


"Auhh!" Keluhnya Rasmi yang kakinya terkena beberapa barang yang membuatnya mengeluh.

__ADS_1


"Maaf Mbak saya tidak sengaja," ucapnya penuh penyesalan di hadapan Rasmi yang mengelus kakinya yang terkena benturan beberapa dokumen yang cukup berat tepat di atas punggung kakinya itu.


"Tidak apa-apa kok Pak, lagian aku juga turut andil bersalah karena telah berjalan tanpa memperhatikan kondisi dan situasi di jalan," kilahnya Rasmi yang membungkuk sedikit untuk mengelus kakinya yang sakit itu dan sudah memerah dan membiru.


"Anda bilang baik-baik saja tapi, dari wajah Mbak seperti seseorang yang mengeluh dan menderita kesakitan," ketusnya Pria itu.


Rasmi tersenyum walaupun kesakitan," tidak apa-apa kok lagian ini hanya luka kecil dan ringan saja, insya Allah saya masih bisa dan sanggup untuk mampu berjalan," tukasnya Rasmi yang berjalan meninggalkan pria itu yang mengkhawatirkan keadaannya karena Ridah sudah menunggu kedatangannya di lantai dua belas tempat pendaftaran dan penerimaan karyawan baru.


Rasmi berjalan tidak seimbang dan terpincang-pincang. Dia sesekali meringis kesakitan menahan perih dan sakitnya.


"Rasmi Wulandari Nasution!" Jeritnya Ridah yang seperti suara Tarzan saja di tengah hutan.


Rasmi menggelengkan kepalanya melihat sikap dan tingkah lakunya sahabat semasa duduk di sekolah menengah pertama. Dia tersenyum melihat temannya yang begitu antusias dan bahagia menyambut kedatangannya itu.

__ADS_1


Kamu kok berjalan seperti itu? Apa yang terjadi padamu besti?" Tanyanya Ridah yang semakin heboh saja.


Ridah berjongkok memeriksa kondisi kakinya Rasmi yang sudah memar membiru dan sedikit bengkak.


"Aku tidak apa-apa kok,cuma tadi gak hati-hati jadi harus kena cobaan kecil seperti ini," elaknya Rasmi yang berdiri sambil mengarahkan pandangannya ke arah sekeliling dan sedikit malu karena temannya itu terlalu lebay mengkhawatirkan keadaannya.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Majikan Ayah Dari Anakku


Rindu Bintang Kejora


Status Titipan

__ADS_1


Makasih banyak all readers..


__ADS_2