
Erga kemudian menggendong tubuhnya Ridah karena, baru saja hendak berdiri dari duduknya tapi teriakan kesakitannya membuat Erga Prayoga Yudistira khawatir.
"Ridah makasih banyak sudah memberikan hal terpenting dalam hidupmu dan aku adalah pria yang pertama merasakannya,"
Ridah menundukkan kepalanya saking malunya diperlakukan manis oleh seorang pria.
"Ridah i love you forever," ucapnya Erga.
"Apa yang terjadi?" Tanyanya Erga dengan panik seraya memeriksa kondisi dari Ridah.
"Itunya sakit Abang," jawabnya Ridah dengan malu-malu.
Erga mengarahkan pandangannya ke bagian terbawah Ridah perempuan yang semakin ia sayangi itu dan cepat mengerti dengan apa yang terjadi. Dengan sigap Erga menggendong tubuhnya Ridah ke dalam kamar mandi khusus di dalam ruangan kantornya Erga adik angkat pemilik perusahaan.
"Berendam lah dalam air hangat,di pojok sana ada perlengkapan mandi khusus untuk kamu atau kamu kesusahan dan kesulitan untuk mandi sendiri? Kalau mau aku siap membantumu," candanya Erga.
Ridah langsung memercikkan air ke wajahnya Erga mendengar perkataan dari Erga yang tidak mungkin ia lakukan.
__ADS_1
"Abang Erga ngelunjak yah, sudah anu mau itu lagi!" Ketusnya Ridah.
Erga bahagia dan sangat menyukai dengan Ridah memanggilnya dengan sebutan Abang. Padahal ia sama sekali tidak meminta hal tersebut tapi, dengan senang hati ia bahagia mendengarnya. Terdengar begitu merdu dan mendayu ditelinganya Erga suara panggilan mesra itu.
Sedangkan di tempat lain dalam sebuah ruangan,apa yang terjadi dengan Ridah dan Metty tidak seperti yang terjadi pada kedua pasangan sejoli itu yang baru jadian.
"Aku memaafkanmu tapi, ingat jangan sekali-kali menuntut aku untuk bertanggung jawab terhadap apa yang sudah terjadi hari ini padamu, apapun yang terjadi, ingat dan camkan itu baik-baik!" Tegasnya Erwin Aksa Mahmud yang belum siap untuk menikah.
Methy tersentak terkejut mendengar perkataan dari pria yang berhasil merenggut mahkotanya itu. Ia juga tidak mungkin menuntutnya karena,semua ini terjadi karena kesalahannya sendiri.
"Cepatlah masuk ke dalam kamar mandi untuk bersihkan seluruh tubuhmu itu sebelum ada orang yang sadar dengan apa yang terjadi di sini, aku mau ke ruang cctv, ingat jangan pergi kemana-mana sebelum aku datang dan di dalam lemari itu ada pakaian yang bisa kamu pakai semoga saja cocok," pintanya Erwin Aksa Mahmud.
"Bapak, ibu maafkan Methy ini semua terjadi gara-gara kebodohanku sendiri, aku sudah bersalah dan mengkhianati kepercayaan kalian," ratap Methy perempuan yang baru sekitar satu minggu bekerja sebagai sekretarisnya Ersam Arsenio Dewantara itu.
Methy berjalan tertatih menuju kamar mandi dengan berpegangan pada dinding tembok yang dilaluinya itu. Walaupun terasa sakit, perih dan ngilu ia terus melangkahkan kakinya dan sesekali berteriak kesakitan.
Erwin sudah berada di dalam ruangan cctv,ia melihat dari awal kejadian tersebut hingga akhirnya melihat Methy memadamkan lampu di ruangan ia bekerja. Dan juga ia terbelalak melihat kakak sepupunya itu dalam keadaan yang seperti yang dia alami juga.
__ADS_1
”Mbak Ridah, semoga saja Mbak Ridah tidak terjadi sesuatu padanya, ini semua gara-gara ulahnya Marco Reus aku harus berbicara dengan pak Erga tentang semua ini,"
Erwin mengkopi hasil rekaman cctv itu dan segera menghapus bukti itu. Untungnya adegan dimana Ridah ditarik tangannya oleh Erga tidak sempat terekam dengan cctv sehingga Erwin tidak curiga dan mengetahui hal yang telah terjadi pada saudara sepupunya itu.
”Marco harus mendapatkan hukuman yang setimpal, tapi sebenarnya aku beruntung juga karena bisa mendapatkan yang pertama dari Metty gadis yang sebenarnya aku suka tapi, sayangnya aku belum punya niat untuk menikah dan menjalin hubungan yang serius jadi aku hanya bisa bilang thanks Methy dan maaf belum waktunya aku mengakhiri masa bujanganku," cicitnya Erwin.
Beberapa saat kemudian, Methi dibuat terkejut melihat pakaian kerja yang disediakan oleh Erwin untuknya. Ada beberapa pakaian yang terdapat di dalam lemari itu. Semuanya pakaian khusus untuk perempuan yang berhijab.
"Kenapa ia siapkan banyak pakaian wanita apa ini semua khusus untuk pacarnya yah, tapi siapa?" Gumamnya Methy yang memilih pakaian yang berwarna biru muda atasannya dan celana bahan sifon berwarna abu-abu gelap.
Ia berdiri di depan cermin dengan berputar beberapa kali untuk memperhatikan pantulan dirinya di depan cermin.
"Cantik juga," cicitnya.
Mety tidak memakai hijabnya,ia hanya mengikat rambutnya dengan gaya seperti biasanya yang semakin membuatnya kelihatan manis dan cantik. Seorang gadis kampung mengadu nasib di ibu kota.
"Pakaiannya pasti mahal, kainnya sangat lembut dan semoga kekasihnya tidak marah jika aku ketahuan memakainya."
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh Methy dilihat langsung oleh Erwin Aksa Mahmud yang membuat senyuman tersungging di sudut bibirnya itu.
"Pakaian itu sebenarnya niatnya aku beli memang untuk kamu, karena aku melihat pakaianmu yang sangat seksi dan kekurangan bahan, tapi ternyata kamu suka," batinnya Erwin.