
Kedua pasangan suami istri itu, Erick Aryanta Dewantara dengan istrinya Renata Annisa Kusmanto dengan Ersam Arsenio Dewantara dan juga Rasmi Wulandari Nasution sudah duduk di depan meja makan.
"Makasih banyak Abang atas doa dan semuanya, aku selalu bangga memiliki kakak seperti Abang," tukasnya Ersam.
"Itulah artinya saudara berat sama dipikul ringan sama dijinjing, kita berbagi suka maupun duka," tuturnya Erick.
Mereka telah bersiap untuk menyantap makanan yang sudah dimasak khusus dan spesial oleh tangan bumil satu ini.
"Ya Allah… Mbak masak semua makanan ini seorang diri, saya bangga sama Mbak loh padahal dalam keadaan hamil tapi, masih punya banyak waktu luang untuk menyempatkan waktunya untuk masak," pujinya Rasmi.
"Alhamdulillah, sesuai dengan petunjuk dan didikan dari chef Rasmi Wulandari Nasution Alhamdulillah masakan ini semua dengan susah payah dan sangat penuh perjuangan saya bisa memasaknya, semoga rasanya tidak mengecewakan lidah dan perut kalian," tuturnya Renata yang malu-malu memperkenalkan masakannya itu.
Rasmi mulai menyendok makanan yang tepat di depan matanya itu, yaitu ikan tongkol masak woku, ayam opor serta tempe mendoan dengan sambal kentang goreng. Ersam yang melihat istrinya hampir dari tujuh masakan yang dimasak oleh Renata dengan pantauan kepala juru masak dirumahnya itu.
"Sayang pelan-pelan dong, makanannya enggak habis kok," ujar Ersam yang tersenyum melihat istrinya itu yang makan seperti orang yang puasa tiga hari berturut-turut.
Rasmi hanya nyengir saja ditegur oleh suaminya itu," masalahnya masakannya Mbak Rena enak dan lezat Abang, jadi aku cicipi semuanya saja mumpung gratis," kelakarnya Rasmi yang mulutnya penuh dengan makanan yang sementara dikunyahnya.
Ersam hanya tersenyum menanggapi sikap dari istrinya itu. Renata tersenyum penuh bahagia setelah mendengar pujian dari Rasmi sendiri.
__ADS_1
"Serius masakan aku enak dan nikmat?" Tanyanya Renata yang belum sama sekali menyentuh makanan yang baru dimasaknya karena sedang menunggu ketiga orang yang ada di depan matanya itu menyantap makanannya di atas piringnya masing-masing.
Renata mulai mencicipi ikan woku, baru secuil ia makan dia langsung meminta air minum.
"Ya Allah… ini ikan kok pedes amat yah padahal tadi tidaklah seperti ini pedesnya apa karena sudah dingin yah," cicitnya Renata yang malu-malu karena masakannya tidak sesuai dengan harapan.
Erick yang baru menuang opor ayam tersebut,ia juga mengeluh makannya ke asinan, tapi ia berusaha untuk menyembunyikan raut wajahnya yang merasakan pahit di pangkal lidahnya setelah mencoba masakan itu. Sedangkan Renata terus menunggu jawaban dan tanggapannya Erick ketika selesai mencicipi opor ayam itu.
Erick tidak ingin melihat istrinya kembali kecewa karena sudah berusaha dan berjuang untuk masak, walopun rasanya jauh dari kata enak.
"Pasti rasanya juga sama dengan ikan wokunya yang kepedisan, Abang jangan bohong tidak perlu menghiburku kok, aku sadar diri," tutur Renata dengan raut wajahnya yang berubah sendu.
"Itukan pasti enggak enak, stop makannya suamiku kalau tidak enak," cegahnya Renata yang ingin mengambil piring yang berisi beberapa jenis makanan itu.
"Renata sayang istriku, jangan diambil dong kamu kan lihat Abang nikmatin makanannya dengan baik, lihat tuh Rasmi dengan serius menikmati masakanmu jadi jangan merendah diri,"
Rasmi yang mulutnya penuh dengan makanan yang sedang dikunyahnya itu hanya menaikkan jempol kirinya tanda oke dan sesuai apa yang mereka katakan.
"Istriku ini selama ngidam semua makanan yang mau asin, pedis, asam dan pahit semuanya sama saja,"ungkapnya Ersam.
__ADS_1
"Rasmi sudah hamil! Serius kan?"
Renata segera menggenggam tangannya Rasmi yang sangat bahagia mendengar jika adik iparnya juga sudah berisi hamil anak pertama mereka berdua. Rasmi kembali menganggukkan kepalanya tanda membenarkan perkataan dari Renata itu.
"Syukur Alhamdulillah… berarti anakku nanti kalau gede punya teman main, apalagi usia kandungan kita jauh beda," tukasnya Rasmi.
"Selamat adek, papa sekalinya dapat cucu langsung dapat cucu penerusnya, sepertinya Papa sangat beruntung,"
"Betul sekali apa yang Abang katakan," timpal Ersam.
"Semoga kelak cucunya Arfa Dewantara anak dan cucu-cucunya jadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat nantinya Amin ya rabbal," harapnya Ersam.
"Abang Ersam sepertinya ada terlupakan deh saking bahagianya kita berkunjung sampai-sampai melupakan keberadaan oleh-oleh khusus yang kita belikan untuk Mbak Renata dengan Abang Erick," terang Rasmi Wulandari Nasution yang baru teringat akan beberapa kue yang ia beli khusus untuk Renata.
Ersam menepuk keningnya ketika teringat hal itu, dia segera memanggil beberapa asisten rumah tangganya Erick.
"Mbak Lena dan Mbak Sari tolong Mbak ke depan mobilnya Tuan Muda Ersam ada beberapa kotak kue yang berada di jok kursi belakang, tolong dibawa langsung ke sini yah jangan sampai hancur atau isinya berantakan," pintanya Rasmi.
"Siap Nyonya Muda," keduanya segera pergi dari dalam ruangan itu menuju mobilnya Ersam Arsenio Dewantara yang cukup mewah,canggih dan mahal itu.
__ADS_1