Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 63


__ADS_3

Rasmi sedari tadi menatap perempuan yang berpakaian sangat tidak sopan santun itu.


"Selamat datang Mbak Rasmi," sapanya Edi security sekaligus sebagai mantan kekasihnya Erni adiknya almarhum Eko Prasetyo.


"Makasih banyak Pak Edi," ucapnya Rasmi dengan senyumannya yang ramah.


Rasmi kemudian berjalan ke arah lift,tapi matanya terbelalak melihat pakaian dan busana seorang perempuan yang berpakaian minim dan kekurangan bahan. Rasmi menatap perempuan itu dengan keheranan.


"Apa yang terjadi dengan Abang Ersam? Belum setahun aku tinggalkan perusahaan suamiku sudah seperti ini, apa Abang sengaja melakukan hal ini atau gimana sih?" Batinnya Rasmi Wulandari Nasution yang semakin kesal jika melihat tampang dari perempuan yang berdiri di depannya.


Beberapa orang dari dalam lift keluar, tinggallah mereka dan dua orang lainnya.


"Syukur Alhamdulillah, akhirnya lifnya enggak sesak seperti tadi," gumamnya Rasmi.


Rasmi yang bergumam itu terhenti karena, dering hpnya berbunyi, ia segera merogoh handbagnya. Tanpa peduli lagi dengan kondisi sekitarnya, Rasmi berkirim chat dengan Renata Annisa Kusman kakak iparnya itu.


"Siapa sih perempuan itu, kok aku perhatiin dari ujung kaki hingga ujung rambut ia memakai pakaian yang terbilang cukup mahal, tapi baru saat ini aku melihatnya," cicitnya Methy Putri.


Hingga lampu lift berbunyi lantai lima belas tempat ruangan Ersam dan Ergi berada. Mereka bersamaan keluar dari sana. Keduanya saling bertatapan satu dengan yang lainnya. Rasmi hanya tersenyum tipis ke arah Methy sedangkan Methy sama sekali tidak menggubris senyuman tulus dari Rasmi.


"Perempuan ini cukup belagu, sepetinya dia datang untuk menemui seseorang disini, tapi siapa karena digedung lantai 15 yaitu tempat ruangan khusus petinggi perusahaan." Tatapan Mety terus menelisik ke arahnya Rasmi.


Mereka kembali berjalan bersama karena sibuk bermain HP sehingga Rasmi melupakan jika, Methy berjalan beriringan dengannya.


"Kok tujuannya juga di lantai ini, aku semakin penasaran dia ingin hendak bertemu dengan siap? Semakin penasaran dengan identitasnya," Methy dibuat semakin bertanya-tanya tentang hubungan Rasmi di perusahaan itu tempat dia bekerja.

__ADS_1


Hingga tatapan matanya terbelalak melihat Ergi Prayoga Yudistira yang menyambut kedatangan Rasmi.


"Assalamualaikum kakak ipar," sapanya Erga.


"Waalaikum salam, Abang Ersam di mana apa hari ini dia datang atau ke perusahaan Papa?" Tanyanya Rasmi yang mencari keberadaan suaminya itu sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu.


"Abang Ersam masih meeting Mbak, kalau mau menunggu di dalam saja," pintanya Erga yang mengusulkan agar kakak iparnya itu beristirahat di dalam ruangannya Ersam.


"Apa hubungannya dengan Pak Erga kenapa mereka tampak akrab sekali,apa jangan-jangan dia istri atau kekasihnya Pak Erga?"


Rombongan beberapa petinggi perusahaan baru saja keluar dari lift. Ersam tersenyum penuh bahagia melihat istrinya datang ke perusahaannya. Tanpa ragu lagi Ersam langsung memeluk tubuhnya Rasmi dari belakang.


"Sayang, kok datang enggak ngasih kabar sih?" Tanya Ersam sambil mengendus bau wangi tubuhnya Rasmi yang beberapa hari terakhir ini menjadi kebiasaan dan candunya itu.


"Apa! Pak Ersam memanggil dengan sebutan sayang kepada wanita itu, yang benar saja"


"Erga atur ulang jadwal aku, karena kemungkinannya hari ini aku akan menemani istriku khusus hari ini kecuali sabtu minggu itu waktu spesial untuk istri dan keluargaku," perintahnya Ersam Arsenio Dewantara.


"Baik Abang perintah Abang akan segera laksanakan," imbuhnya Erga yang berniat ingin meninggalkan tempat itu tapi segera dicegah oleh Rasmi.


"Erga, ini ada kotak bekal makanan untukmu, semoga kamu suka dengan masakanku," ujarnya Rasmi.


Erga dengan bahagia meraih paper bag tersebut," makasih banyak Mbak, kebetulan aku jugy belum makan siang, makasih mbak kalau gitu aku pamit duluan mau nikmati kelezatan masakan dari kakak ipar dulu."


"Makasih banyak atas pujiannya," timpalnya Rasmi.

__ADS_1


Ersam segera merangkul dengan posesif tubuh istrinya itu," sayang hari ini kamu semakin cantik saja," puji Ersam sambil melirik sekilas ke arah Methy.


Ersam dengan niat sengaja memperlihatkan kemesraannya di depan umum terutama di hadapan sekretaris barunya yang Ersam sudah mengetahui niat tersembunyi dan terselubungnya.


Rasmi seolah mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Ersam suaminya segera membalas perlakuan tersebut lebih romantis lagi hingga mereka dijuluki pasangan suami istri tingkat budak cintanya yang sudah akut.


Rasmi memegang tengkuk lehernya Ersam," lalu mengecup bibir seksi milik suaminya itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


Ersam menyunggingkan senyumnya itu hingga sudut bibirnya terangkat ke atas," aku sangat menyukai inisiatif kekasihku halalku,"


Ersam semakin memperdalam ciumannya di depan umum hingga matanya sekretarisnya seolah akan melompat dari kedua kelopak matanya saking terkejut dan kagetnya dengan situasi canggung itu.


"Apa mana mungkin seperti ini, mereka sengaja memanas-manasiku," umpatnya Mety Putri Meutia Hatta.


Metty menggenggam erat kepalan tangannya,dia seperti dengan sengaja melakukan hal itu di depan matanya langsung.


Mereka bertukar saliva masing-masing. Pasokan udara dari keduanya semakin menipis hingga mereka dengan terpaksa mengakhiri ciumannya itu. Ersam kembali mengecup sekilas puncak bibirnya Rasmi untuk menghilangkan bekas dan sisa salivanya itu.


Ersam berbisik di telinganya Ersam," kamu semakin lihai membuatku takjuv dan tak berdaya dengan perlakuanmu ini,"


Rasmi segera menarik tangannya Ersam untuk masuk ke dalam ruangan pribadi suaminya itu.


Rasmi membalas bisikan suaminya itu," apa Abang sudah puas untuk memperlihatkan kepada sekretarisnya Abang yang berpakaian seksi seperti wanita penghibur itu?"


Ersam hanya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulutnya Rasmi lalu mereka bergandengan tangan ke dalam ruangan CEO perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2