Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 82


__ADS_3

"Sepertinya betul dugaanku selama ini jika mereka ada hubungan istimewa dan kemungkinan besarnya adalah Erwin pria yang telah menaburkan benihnya tapi, tidak ingin bertanggung jawab atas perbuatannya itu, sepertinya aku akan mencari tahu semua masalah ini," batinnya Rasmi.


Erwin melihat dengan jelas Metty yang selalu bersamanya melewati hari-harinya itu. Perempuan yang selalu menyediakan semua kebutuhannya baik di dapur maupun diranjang tanpa pernah mengeluh sedikitpun itu.


Rasmi Wulandari segera menepuk pundaknya Methy Putri Meutia Hatta, hingga tubuhnya Metty tersentak kaget. Mety segera menyeka air matanya itu agar, Rasmi Wulandari Nasution.


"Ahhh!" Pekiknya Mety yang terlonjak kaget melihat kedatangannya Rasmi yang tiba-tiba itu.


Rasmi tertawa cengengesan melihat tingkahnya Mety yang kaget, panik dan ketakutan.


"Maaf saya tidak bermaksud untuk membuat kamu terkejut kok, Mbak hanya lihat kamu bengong saja padahal sedari tadi aku temani kamu berbicara loh," imbuhnya Rasmi yang menutupi kenyataan yang diketahuinya yang ia langsung.


Mety berusaha untuk menetralkan perasaannya itu dengan menarik nafasnya lalu membuangnya dengan perlahan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok Mbak, cuma tadi teringat ibu di kampung, jadi melamun memikirkan keadaan mereka," kilahnya Mety yang meremas tangannya jika dia berbohong


Seperti itulah kebiasaan Mety jika sedang berbohong menutupi kenyataan yang ada,pasti reaksinya seperti ini. Tangannya meremas ujung pakaiannya.


Rasmi mengelus lengannya Mety yang sudah dianggap adiknya sendiri, "Kenapa kamu enggak pulang saja dulu kalau kau kangen dengan ibu dan adik-adikmu pulanglah dulu, Mbak akan memberikan ijin padamu itupun kalau kamu bersedia untuk cuti beberapa hari," tuturnya Rasmi dengan penuh kelembutan.


Mety segera menaikkan kedua telapak tangannya sambil memutar-mutarnya di depan wajahnya Rasmi.


"Itu tidak perlu Mbak, aku belum punya banyak tabungan untuk bekal di kampung, apalagi Mbak tahukan sekarang kebutuhan pokok itu pada naik semua jadi aku pending dulu insya Allah… kalau sudah mau cuti pasti aku akan kabarin Mbak kok," sanggahnya Mety.


Keduanya hanya berjalan kaki menuju restoran yang akan mereka kunjungi. Karena letak dari perusahaan READ Tbk, tidak butuh waktu lama dan jaraknya hanya beberapa meter saja sehingga mereka tidak perlu untuk memakai kendaraan apapun. Cuaca siang itu juga cukup teduh, cerah berawan.


Merek memilih untuk berjalan kaki saja, karena baik untuk wanita hamil seperti mereka, yang paling penting jarak tempuhnya masih dalam jarak normal. Sesekali mereka berbincang-bincang santai hingga ke dalam kafe.

__ADS_1


Pintu itu dibuka oleh Rasmi,tapi betapa terkejutnya mereka berdua melihat siapa orang yang berpapasan dengannya. Orang itu berniat untuk meninggalkan restoran, sedangkan Rasmi baru ingin masuk ke area resto.


"Kenapa saya harus kembali bertemu dengan mereka dan menjadi saksi kebersamaan dan kemesraan yang mereka perlihatkan," umpatnya Mety.


Rasmi tersenyum ramah ke arah kedua pria dan wanita itu," Erwin Aksa Mahmud yah, adik sepupunya Ridah Khaerani Azizah Wijaya!?" Tebaknya Rasmi yang memang mereka jarang bertemu dan berbincang-bincang santai," sapanya Rasmi yang mengarahkan pandangannya ke arah Methy.


"Iya Bu apa yang Ibu katakan cocok," jawabnya Erwin Aksa Mahmud yang terus-menerus menatap tak jemu ke arahnya Mety.


Methy dengan sekuat tenaga menyembunyikan apa yang terjadi padanya itu. Dia sesekali melihat ke arah lain agar perasaannya bisa dia kendalikan dan kontrol dengan baik.


"Ibu kan asisten pribadinya Pak Ersam Arsenio Dewantara kan?" Tanyanya Reka Rahim.


"Benar sekali, apa kalian sudah mau balik ke perusahaan?" Tanya Rasmi sekedar berbasa-basi saja.

__ADS_1


"Sepertinya begitu Bu, kami sudah mau balik ke perusahaan," balasnya Reka Rahim.


"Kenapa cepat banget baliknya, padahal masih banyak waktu istirahat, gimana kalau kita ngopi santai di dalam atau mungkin makan aku yang akan bayar kok kalian tenang saja, karena kalau cuma kami yang makan berdua saja sepertinya kesepian deh, jadi saya mengajak kalian untuk ikut gabung dengan kami dan satu hal saya tidak pengen dengar kata penolakan apapun dari kalian bertiga," tegasnya Rasmi yang sengaja melakukan hal itu.


__ADS_2