
"Mety gimana dengan ide dan usulan kami, semoga kamu bisa memutuskan apa yang terbaik untuk kehidupanmu, apa kamu pengen kedepannya jika anakmu lahir tanpa Bapak dan ada yang tahu dengan masa lalumu dan kedepannya kehidupan anakmu yang akan menjadi korban dari keegoisan kedua orang tuanya," jelasnya Rasmi Wulandari Nasution.
Reka kembali mengeluarkan celetukannya," woo itu ide bagus loh Mety daripada nungguin pria itu sadar diri dari kesalahannya kamu nantinya brojol tanpa suami, kalau saya jadi kamu kenapa enggak terima saja, daripada nunggu pria itu bertanggungjawab boro-boro itu bisa terjadi," kesalnya Reka yang tersulut emosinya dengan keadaan yang menimpa Merty sekretarisnya Ersam Arsenio Dewantara CEO pimpinan tertinggi perusahaan READ Tbk.
Ketiga yang lainnya terdiam dan tidak menyangka jika kehidupannya istri dari CEO perusahaan READ Tbk itu seperti ini kehidupan masa kecilnya sangat miris dan memprihatinkan.
Rasmi menggenggam tangannya Methy Putri Meutia Hatta," cukup aku Mety yang hidup semasa kecil selalu dihina orang lain, tidak ada yang bermain denganku hanya Ridah Khaerani Azizah Wijaya dengan adik-adiknya yang tidak memperdalam statusku di dalam masyarakat sedangkan yang lainnya selalu mengolok-olokku, kau tau sakitnya tuh disini hingga detik ini aku masih merasakannya sulit untuk terlupakan," ungkap Rasmi yang sedikit berbagi suka dukanya kehidupan.
"Insya Allah… Saya akan pertimbangkan perkataan ibu," tukasnya Mety.
"Ingat Mety masa depanmu masih panjang, kamu baru 23 tahun, cantik,baik hati dan sholehah, apalagi yang dicari oleh seorang pria kriteria istri idaman ada padamu, jadi Mbak mohon kamu pertimbangkan dengan matang dan baik-baik saran dan usulannya Mbak, Mbak pengen lihat kamu bahagia jangan terus hidup dalam penantian yang panjang dan tidak pasti jika kamu tidak ingin terluka dan hancur dalam penyesalan."
"Benar sekali Mety,kamu cantik loh Pria mana yang akan menolak pesonamu jadi kalau menurut saya sih, terima sarannya saja Ibu Rasmi Wulandari Nasution daripada hidupmu kamu berakhir dengan penyesalan menanti terus laki-laki brengsek, lucknut dan tidak bertanggung jawab itu, buka pikiranmu dunia ini tidak akan berhenti jika kamu memilih meninggalkan pria yang kurang ajar itu," geramnya Reka Rahim sekretarisnya Erwin Aksa Mahmud.
Tiba-tiba suasana hening seketika itu juga, Erwin sesekali menunjukkan kegelisahan dan amarahnya mendengar jika Mery terbujuk rayuan dari dua orang ini.
"Saya tidak akan biarkan Mety pergi dari hidupku, aku akan hasut Mety untuk menolak perjodohannya itu," umpatnya Erwin.
__ADS_1
"Kenapa aku perhatikan gelagatnya mas Erwin tidak seperti biasanya, mencurigakan banget seolah dialah pria yang telah menghamili Merty karena, mereka sesekali kedapatan saling beradu pandang,apa aku tanyakan nanti saja pada Erwin, karena aku tidak ingin hidup diantara dua orang yang sudah punya hubungan aku masih punya hati nurani walaupun mereka belum nikah," Reka membatin.
"Apa yang dikatakan mereka memang benar adanya, mungkin aku harus membuka hatiku dan siap untuk melepaskan diri dari ikatan yang tidak pasti ini, mungkin pria lain yang akan menjadi ayah yang baik untuk anakku kelak," bathinnya Metty.
Rasmi tersenyum penuh arti," good Mety dan Erwin masuk perangkap, sisanya tinggal cari pria yang bisa aku ajak kerjasama denganku untuk menjadi orang yang berpura-pura menjadi pihak ketiga diantara mereka, kalaupun aku bayar pria itu tidak masalah yang paling penting mereka bisa hidup bahagia dan tugas yang lain dekati Reka agar segera mundur dan mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bersama dengan Erwin sebelum terlambat, ide yang brilian dan perfek," gumamnya Rasmi.
Hidangan beberapa menu makanan sudah tersaji di depan ke empatnya, Rasmi segera mengambil beberapa makanan begitu pun juga dengan Mety tanpa segan, ragu dan malu sedikitpun. Reka yang capek ngomel-ngomel akhirnya tergoda dan tergiur dengan wangi harum kelezatan dari masakan yang tersaji di depannya itu.
"Kalau Pak Erwin apa enggak lapar, sedari tadi hanya terdiam saja tanpa ada ucapannya? Apa mungkin lapar kali jadi diam-diam baek gitu," candanya Reka.
"Tidak usah pake sungkan, malu, ragu segala lah, kalau mau dan minat makan silahkan gabung, insya Allah… gaji kalian tak bakalan aku potong kok," candanya Rasmi yang mulutnya sudah penuh makanan.
Mereka berada di dalam restoran seafood yang terkenal dengan kelezatan rasa dan pelayanan dari karyawannya yang baik dan ramah. Walaupun harga sedikit mahal tapi, tidak sebanding dengan kemampuan menggoyang lidah para pengunjung dan penikmat kuliner Nusantara.
"Aku harus bekerjasama dengan Abang Ersam Arsenio Dewantara suamiku yang paling kasep itu, pasti akan bersedia membantuku untuk bekerja sama, entar pulang dari sini aku telpon deh, sempat dia punya rekomendasi pria yang single mudah untuk diajak kerjasama dan paling penting dan bagus adalah laki-laki tersebut harus juga bekerja di perusahaan kami," lirihnya Rasmi.
Erwin Aksa Mahmud yang awalnya jaga image jaim gitu akhirnya lambat laun ikut menikmati beberapa kepiting dan udang yang menjadi pilihan menu makanan yang sudah berada di atas piringnya itu.
__ADS_1
"Ya elah ini udang kok ngupas kulitnya susah banget yah!" Ketusnya Mety.
Yang lain tidak peduli dengan ucapannya kesalnya Mety, mereka asyik menikmati hidangan yang ada di depan matanya secara bergantian, hingga pemandangan langka itu tercipta di depan kedua pasang matanya Reka dan Rasmi.
Erwin tanpa kata langsung mengambil alih udang yang cukup besar ukurannya itu ke dalam tangannya. Dia menggantikan posisi pekerjaannya Mety. Dan yang membuat mereka semakin mengang, melongok dan melotot saking tidak percayanya dengan apa yang mereka lihat dan dengar langsung oleh panca indera penglihatan dan pendengaran mereka, ketika Erwin bersuara.
"Seperti ini caranya dikupas, kamu itu harus makan banyak makanan yang bergizi dan bernutrisi seperti ini, lagian perasaan Abang selalu mengajari kau tata caranya bukain cangkang kepiting dan kulit udang lobster tapi, sekarang kembali lupa lagi," omelannya Erwin yang sudah tidak sadar dengan apa yang dilakukannya itu.
Rasmi bersorak gembira kegirangan melihat apa yang dilakukan dan direncanakannya sukses.
"Alhamdulillah,apa yang terjadi sesuai dengan harapanku,makasih banyak ya Allah…," cicitnya Rasmi yang tersenyum penuh kemenangan melihat interaksi keduanya.
"Apa benar feeling dan firasatku kalau mereka," Reka tidak sanggup untuk melanjutkan dugaannya itu.
Rasmi diam-diam memotret dan merekam adegan romantis mereka berdua. Erwin sama sekali tidak menyadari dengan tindakan spontanitas nya itu. Ia hanya bekerja dan bertindak sesuai naluri nya saja. Tanpa memikirkan pandangan mata dari yang lainnya dengan artian yang berbeda-beda. Erwin hanya fokus menyuapi Mety di depan orang lain dengan penuh perasaan dan melupakan keberadaan dua orang yang sudah menjadi obat nyamuk dari keromantisan keduanya.
"Ya Allah... so sweet banget deh," cicit Rasmi.
__ADS_1