Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 55


__ADS_3

Kedua pasangan suami istri itu begitu bahagia setelah mendengar informasi dari dokter, jika calon baby keduanya adalah kembar. Usia kehamilan Rasmi Wulandari Nasution sudah masuk bulan ke tiga. Rasmi dibantu turun dari atas bangkar oleh suaminya sendiri dengan sangat hati-hati.


Dokter Amel tersenyum," selamat Ersam ternyata kamu akan memiliki dua sekaligus calon bayi loh," jelasnya dokter Amel Alvi Damayanti yang tersenyum bahagia melihat calon anak kembarnya Rasmi dan Ersam.


"Mereka kembar Dok!" Beo keduanya yang tatapan mata mereka tertuju pada dokter.


Dokter Amel menganggukkan kepalanya itu," insya Allah… mereka akan terlahir kembar ke dunia ini," imbuhnya dokter.


"Makasih banyak,"


"Anang yang seharusnya ucapin terimakasih karena kamu sudah akan memberikan calon penerus Ersam Arsenio Dewantara Insya Allah… tidak akan lama lagi," ucapnya Ersam yang sangat bahagia dan eksaitik banget menyambut kabar gembira itu.


Mereka berjalan beriringan kearah kursi yang sebelumnya mereka duduki itu. Dokter Amel hanya tersenyum simpul melihat perhatian yang begitu besarnya Ersam tunjukkan kepada istrinya tercinta.


"Saya akan resepkan beberapa obat dan vitamin yang terbaik untuk keduanya calon ibu dan bayinya juga, sedikit masukan usahakan jangan terlalu capek, banyak pikiran, perbanyak istirahat dan kurangi waktu untuk beraktifitas diluar di masa kehamilan trisemester pertama apalagi, Rasmi pernah mengalami keguguran," jelasnya Dokter Amel sambil menulis beberapa resep obat dan vitamin untuk Rasmi calon Ibu hamil itu.


"Baik dokter,saya akan dengarkan baik-baik nasehat dan sarannya dokter," timpalnya Rasmi.


Ada yang ingin dipertanyakan oleh Ersam tapi sedikit ragu dan bimbang, apakah akan menyampaikan hal tersebut atau tidak dan mengurungkan niatnya itu. Kegelisahan dan kegundahan hatinya Ersam dilihat langsung oleh dokter Amel Alvi Damayanti yang terlihat jelas dari raut wajahnya Ersam.


Dokter Amel tersenyum tipis," Ersam sepertinya ada yang ingin disampaikan mungkin atau masih ada yang dipertanyakan seputar kehamilan istrimu?"


Ersam terkejut dan juga sekaligus tidak menyangka, jika dokter Amel mengetahui apabila ada yang mengganjal di dalam hatinya itu. Ersam grogi dan juga salah tingkah karena ketahuan diam-diam memiliki satu hal yang ingin dia tanyakan.


Ersam tersenyum cengengesan," gini dokter sebenarnya saya ingin bertanya masalah itu apa ehh a-nu," Ersam kebingungan untuk menyatakan dan menyampaikan kepada dokter Amel yang ada di dalam pikirannya.


Rasmi menatap intens suaminya itu lalu menggenggam tangannya Ersam seolah memberikan kekuatan pada suaminya tersebut. Dokter Amel sebenarnya sudah mengetahui,apa sih yang akan dipertanyakan oleh Ersam, tapi kesulitan untuk menyampaikan hal tersebut.

__ADS_1


"Katakan saja Ersam, jangan malu takutnya kamu nanti tersesat dijalan loh kalau enggak di katakan dari sekarang,"


"Gini dok masalah itu ini kan istriku baru hamil jalan 3 bulan, apa untuk lakuin itu tidak masalah?" Tanyanya malu-malu Ersam yang berusaha memberanikan dirinya untuk bertanya.


Rasmi yang mendengar perkataan dari suaminya itu cukup terkejut dan tidak menyangka jika, ia akan bertanya mengenai masalah yang cukup pribadi itu.


"Kalau masalah itu yang kamu maksud, tidak apa-apa melakukannya tapi, untuk saat ini dan sementara waktu jangan terlalu sering dan harus hati-hati maksudnya melakukan pelan saja, apa kamu sudah mengerti?" Tanyanya balik dokter Amel.


"Mengerti dokter, makasih banyak atas informasinya karena itu sangat berarti untuk kami berdua," timpalnya Ersam yang tersenyum malu-malu, tapi ada perasaan lega yang ia rasakan.


"Kalau gitu apa masih ada yang ingin dipertanyakan? Dan ingat setiap bulan harus rajin kontrol ** dokter untuk selalu memberikan kondisi kalian berdua ibu dan anaknya, tapi kalau ada keluhan apapun itu kalian bisa langsung saja datang walaupun belum cukup sebulan dari tanggal pemeriksaan sebelumnya," terangnya dokter.


"Tidak ada lagi kok dokter, kami pamit dulu, assalamualaikum," ujar Rasmi seraya meraih kertas resep obatnya.


"Sama-sama, waalaikum salam," balasnya Bu Amel Alvi Damayanti.


Rasmi lebih banyak diam di atas mobil selama mereka dalam perjalanan menuju rumahnya Renata kakak iparnya. Ersam sangat mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada istrinya itu. Rasmi sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak mendengar suaminya menanyakan hal itu,tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu langsung di depan suaminya itu.


Ersam melihat dipinggir jalan yang dilaluinya toko kue yang cukup terkenal akan kualitas rasanya yang bagus dengan harga yang lumayan tinggi.


"Sayang, apa kamu enggak mampir dulu untuk beli oleh-oleh untuk Abang Erick Aryanta Dewantara dengan istrinya Mbak Renata Annisa?" Tanyanya Ersam yang memelankan laju kendaraannya itu.


Resmi segera mengalihkan perhatiannya dari layar hpnya itu ke arah luar jendela,"itu ide yang bagus sayang, kalau begitu kita singgah dulu ke toko itu untuk cari kue yang cocok dan disukai oleh Mbak Renata Annisa," ujarnya Rasmi.


"Baik istriku yang paling cantik," kelakarnya Ersam yang segera memenuhi permintaan dari istrinya itu.


Ersam segera mematikan mesin mobilnya dan ikut turun bersama dengan istrinya. Karena ia juga berniat untuk mencari kue kesukaannya.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan dan Ibu di toko bakery kami, silahkan dilihat-lihat dulu," ucapnya salah satu pelayan yang menyambut kedatangan kami berdua.


Rasmi berjalan mengitari rak lemari etalase yang berjejer dengan terisi beraneka ragam macam jenis kue kering dan basah yang sangat menggugah selera dengan harga yang cukup relatif berpariasi itu.


"Kami pesan cake brownies dua, reinbow cake, kue tradisional ini juga empat macam dengan kue kering sepuluh macam," ujarnya Rasmi yang menyebutkan jenis kue yang akan dia beli.


"Apa masih ada yang ingin dipesan di Bu?" Tanya karyawan itu yang sedari tadi menemani Rasmi berkeliling melihat-lihat koleksi kue toko itu.


"Sepertinya cukup itu saja dulu, Kue kering yang aku pesan tolong dipisah dari kue basahnya yah Mbak,"


"Baik Ibu,"


Pelayan itu segera membungkus dan mempacking semua kue yang dibeli oleh Rasmi dengan rapi dan bagus. Ersam juga memesan beberapa macam kue kesukaannya yang akan dia makan jika sudah berada di rumahnya sendiri, karena sepulang dari sana jalan yang mereka lewati bukan itu lagi, jalurnya akan berbeda nantinya.


Ersam segera menyelesaikan pembayaran semua makanan yang berbentuk kue kering dan basah itu dengan menggunakan kartu kredit tanpa limited itu. Rasmi masih berdiri mematung di sampingnya sambil terus menatap ke arah etalase lagi karena, baru saja salah satu karyawannya menaruh jenis b


kue baru yang selesai mereka keluarin dari oven microwave yang jelasnya masih fress dan banget.


"Abang boleh aku minta dibeliin kue itu lagi engga? sepertinya sangat enak," rengeknya Rasmi sambil memeluk tubuh suaminya itu yang merasakan ngidam saat itu juga.


Ersam menyentuh dagu lancipnya Rasmi yang tertutup hijab pasmina sifon motif itu dengan lembut, "Boleh kok, apapun yang kamu inginkan Abang akan usahakan untuk memberikan yang terbaik untuk istriku seorang,"


Rasmi sangat bahagia karena kue itu sudah sejak sebulan lalu pengen ia cicipi hanya saja tidak ada waktu untuk ke sana untuk membelinya langsung.


"Makasih banyak suamiku yang paling ganteng,baik hati dan tentunya sultan," guraunya Rasmi sembari mengecup pipinya Ersam di tempat umum.


Mereka kembali memperlihatkan kemesraan mereka tak segan-segan di depan umum. Ersam sama sekali sangat menyukai sikap manis istrinya itu yang sangat berbeda disaat berbadan dua hamil dengan tidak, sikapnya tidak sama.

__ADS_1


__ADS_2