
Tapi, seseorang yang berencana mengantarkan bekal kotak makanan untuk Edi, terpaksa ia hanya simpan di atas meja kerjanya Edi, lalu ia berbalik badan dengan raut wajahnya yang ditekuk dan bibirnya dimonyongin hingga beberapa orang-orang memperhatikan apa yang Reka lakukan.
"Semua pria memang sama saja, tidak ada yang beres dan benar otaknya," umpatnya Rieka Rahim perempuan yang sempat ditolong oleh Edi ketika mengalami patah hati.
Rieka Rahim hari ini berencana untuk membuat bekal makan siang itu Edi Firmansyah sebagai bentuk terima kasihnya. Tetapi, diluar dugaan dan ekspektasinya sendiri ia mendapati Pria yang sempat dikaguminya itu, sedang berduaan dengan perempuan lain.
"Apakah aku tidak bisa bahagia seperti perempuan lainnya di luar sana, yang bahagia mencintai dan dicintai oleh pria yang disukainya, yang pertama Pak Erwin Aksa Mahmud yang ternyata hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan dan alat balas dendam agar Meutia Hatta cemburu padaku, sekarang Edi pria yang aku anggap heroik menolongku ketika aku mabuk, dan parahnya lagi dengan perempuan yang sama," gumamnya Rieka Rahim yang kembali berjalan ke arah meja kerjanya itu sambil menyentuhkan wajahnya ke atas meja dengan wajahnya yang sendu air matanya menetes membasahi pipinya.
Edi bersyukur karena, hanya beberapa hari bekerja sama dengan istri dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja sebagai security selama ini juga sudah memberikan bonus besar dan juga Methy. Rasa bahagia itu luapkan dengan menghubungi nomor hpnya Rieka Rahim, perempuan yang mampu menyenggol hatinya, mampu mengusik ketenangannya beberapa hari belakangan ini.
Edi berjalan ke arah meja kerjanya, bertapa terkejutnya melihat ada paper bag di atas meja kerjanya itu. Edi meraih paper bag berwarna biru itu seraya celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang menyimpan untuknya.
__ADS_1
"Siapa yang menaruh ini? Apa ada tulisannya pesannya mungkin," gumamnya Edi yang kemudian memeriksa paper bag tersebut.
Benar sekali, di atas tepat kotak bekal makanan itu terdapat secarik kertas yang bertuliskan," makasih banyak untuk yang kemarin sudah menolongku,"
"Siapa yah? Kok jadi misterius seperti ini, apa aku cek cctv saja yah," cicitnya Edi.
Edi kemudian berjalan ke arah ruang cctv yang selama ini sering kali ia awasi, jaga dan amati. Dia duduk di depan layar komputer dengan raut wajahnya yang menyiratkan keseriusan, penasaran dan bertanya-tanya tentang siapa orang yang berbaik hati membuatkan bekal makanan untuknya.
Matanya melotot, terbelalak, mulutnya menganga saking terkejutnya melihat siapa sosok orang misterius yang telah membuatkan bekal tersebut.
"Ya Allah… jujur guwe bahagia banget setelah tahu siapa orang yang telah repot-repot membuatkan aku makanan, ternyata perempuan cantikku," cicitnya Edi Firmansyah yang tersenyum sumringah bahagia setelah mengetahui kenyataan yang ada.
__ADS_1
Edi segera berjalan ke arah meja kerjanya dan membuka kotak bekal tersebut yang warnanya senada dengan paper bagnya.
"Bukain tutupnya terus fotoin isinya terus kirim ke nomor whatshap nya gadisku pujaan hatiku,"lirihnya Edi yang melihat isi dari dalam bekal itu.
Dalam kotak yang berbentuk bundar itu dengan tertata rapi,ada ikan goreng, sambal rica-rica, sayur bening dan juga nasi putih. Hanya bekal makanan yang cukup sederhana mampu membuat hatinya begitu bahagia dan berbunga-bunga.
"Jadi enggak enak hati nih gue makan makanan yang penuh rasa cinta untukku,"
Edi serasa tidak tega memakan makanan itu, karena dibuatkan oleh perempuan yang disayanginya dengan sungguh-sungguh dan bersusah payah itu. Edi segera mengirim pesan chat ke nomor wanya Rieka Rahim yang kembali bekerja, setelah ditegur oleh atasannya langsung.
"Ya elah, pak Erwin Aksa Mahmud apa salahnya gaya tidurku yang seperti ini Pak? Kan masih jam istirahat juga," kesalnya Rieka yang kesenangannya terganggu oleh kedatangan Erwin pria yang sudah menjadi atasannya selama dia bekerja di perusahaan milik Ersam Arsenio Dewantara READ Tbk.
__ADS_1