
Ridah masih tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya oleh Ridah, jikalau sahabatnya sudah kembali menikah padahal baru dalam hitungan bulan menjadi janda.
"Batinku berteriak meronta sahabatku sudah dua kali menikah sedangkan aku satupun belum pernah merasakan yang namanya pernikahan," batinnya Ridah.
"Nanti aku akan jelaskan, aku harus buru-buru mau temani Pak Erga untuk meeting dengan klien dari Jepan!" Teriaknya Rasmi yang sudah berjalan cepat karena Erga sudah menunggunya di tempat parkiran.
Niat awalnya itu untuk mengganti pakaiannya dan juga riasan makeup nya, tapi gara-gara ulahnya Hendy sang pria casanova gadungan itu sehingga, apa yang seharusnya Ia kerjakan batal.
"Anak itu cepat banget lepas masa jandanya sedangkan saya sekalipun belum nikah juga, oh Tuhan tolonglah hambaMu ini siapakah jodoh yang terbaik untukku!" batinnya Ridha menjerit.
Rasmi mengikuti langkah kakinya Erga Prayoga Yudistira. Rasmi hanya tersenyum menanggapi sikap keterkejutannya Ridah.
"Rasmi! Kamu berhutang penjelasan padaku!" Teriaknya Ridah Khaerani Azizah.
Rasmi hanya berjalan sambil melambaikan tangannya ke atas dengan senyuman liciknya.
"Pasang sabuk pengamannya dengan baik," perintahnya Erga sambil memutar stok kunci kontak mesin mobilnya itu.
"Siap Bos," balasnya Rasmi.
Perjalanan mereka pun dimulai, hari ini mereka berencana akan bertemu dengan klien barunya yang dari Jepang.
"Apa kamu sudah makan?" Tanyanya Erga yang sekedar berbasa-basi saja untuk membuka percakapan diantara mereka yang hanya diisi dengan suara deru mesin mobil saja.
"Kalau makan di pagi hari sudah tapi, kalau untuk siang ini belum lagian baru jugy jam berapa," tukasnya Rasmi.
__ADS_1
"Kita makannya setelah sampai di resto hotel tempat bertemu dengan klien,"
"Aku terserah dari Bapak saja, mau setelah meeting atau sesudahnya saja itu terserah saja,"
"Kakak ipar, apa kamu tidak bisa memaafkan Abang Ersam?"Erga melirik sekilas ke arah Rasmi yang raut wajahnya langsung berubah setelah mendengar namanya Ersam Arsenio Dewantara disebut oleh Erga, tetapi Rasmi segera menetralkan perasaannya agar tidak ketahuan apa yang sedang dia rasakan dalam hatinya.
"Maaf aku belum bisa jawab apa tapi, untuk saat ini ijinkan aku hidup seperti ini saja karena aku ingin hidup tenang,"
Erga tidak menanggapi perkataan dari kakak iparnya itu karena sudah sampai di tempat meeting. Hotel bintang lima yang memiliki restoran yang cukup terkenal.
"Abang maafkan aku, aku mencintaimu tapi aku juga benci dengan perbuatanmu atas kebohongan besar yang engkau lakukan," batinnya Rasmi.
Erga bersyukur karena akhirnya saudara angkatnya sekaligus atasannya itu menemukan wanita idamannya yang akan dihalalkan segera.
Rasmi segera dimake up oleh penata rias pengantin yang sengaja didatangkan khusus oleh Ersam. Tapi,Ersam sudah mewanti-wanti mereka untuk tidak ada yang buka mulut tentang siapa dia sebenarnya. Ersam berencana untuk sementara waktu merahasiakan identitasnya dan juga pernikahannya tersebut dari orang-orang.
"Wooo pengantin mempelai perempuannya cantik banget yah," pujinya Mbak Linda penata rias pengantin tersebut memuji kecantikan alami yang dimiliki oleh Rasmi.
Asistennya segera berjalan ke arah Rasmi yang tersipu malu mendapatkan banyak pujian, "Benar sekali apa yang dikatakan oleh Mbak Linda, saya sangat setuju pasti pengantin laki-lakinya sangat bahagia mendapatkan istri secantik ini," timpalnya Irna asistennya Linda.
"Mbak terlalu memuji padahal dasarnya saya tidak cantik kok,saya seperti ini karena berkat tangan ajaibnya Mbak yang mampu menyulap saya menjadi sangat cantik seperti sekarang ini," tampiknya Rasmi yang sama sekali tidak mau dibilang cantik karena menurutnya wajahnya biasa dan standar.
Sedangkan di tempat lain, yang cukup jauh dari tempat mereka berdua. Ersam Arsenio sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang cukup penting. Seorang perempuan berlenggak lenggok berjalan memasuki kantor pribadinya Ersam.
Sedari tadi senyuman selalu terpancar dari wajahnya yang cukup cantik itu diusianya yang masih muda. Ersam sama sekali tidak menggubris orang yang masuk ke dalam ruangannya itu. Fokusnya hanya pada banyaknya lembaran kertas yang sudah menumpuk sejak tadi.
__ADS_1
"Sore Pak, katanya Kiem Bapak panggil saya, kalau boleh tahu ada apa yah Pak?" Tanyanya Alien Marsya yang sudah duduk di hadapan Ersam.
Ersam segera menghentikan pekerjaannya sementara waktu, Ersam kembali melanjutkan pekerjaannya karena,ia cukup jengkel melihat pakaiannya Alien yang sangat seksi.
"Alien, maaf kamu bekerja sebagai apa di perusahaan ini?"
"Saya sebagai sekretaris bapak," balasnya Alien yang semakin percaya diri tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Ersam akhirnya menolehkan wajahnya ke arah Alien," apa kamu beli pakaian yang ukurannya seperti ini semua?" Ketusnya Ersam lagi.
"Iya Pak, kenapa emang Pak?"
"Tolong kamu pulanglah dulu ke rumahmu, besok baru kamu masuk lagi tapi, Ingat saya tidak ingin melihat kamu berpakaian yang kekurangan bahan seperti ini,jika tidak dengan terpaksa saya memberhentikan kamu tanpa pesangon sedikitpun!" Gertaknya Ersam Arsenio Dewantara CEO perusahaan besar tersebut yaitu sudah mengepakkan sayapnya di negara yang terkenal dengan sebutan negeri ginseng.
"Tapi Pak!" Sanggahnya Alien.
"Maaf saya tidak pernah menerima kata tapi," dengusnya Ersam.
Alien segera cabut dari tempat tersebut dengan wajahnya yang cemberut sambil menghentakkan kakinya dengan cukup kuat.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."
__ADS_1