Garis Tanganku

Garis Tanganku
episode 6


__ADS_3

setelah reni pamit pulang, Lisa memutuskan untuk Mandi. Karena dari bangun tidur tadi Dia belum Mandi. Dan kalau dia tidak Mandi Dia tidak akan bisa tidur karena seharian berada di dalam kamar berdua dengan sahabatnya itu membuat tubuhnya terasa Gerah. bagaimana tidak Di dalam kamar Ada dua orang dengan satu Kipas angin yang baling baling nya aja udah Malas buat muter.


setelah selesai Mandi Lisa membaringkan tubuhnya Di atas kasur. Lisa berusaha memejamkan matanya. Dia akan memanfaatkan setiap waktu yang Ada untuk istirahat. Karena pekerjaannya benar benar menguras tenaga.


tapi matanya belum Mau diajak tidur. Lisa masih memikirkan apa yang dikatakan sahabatnya tadi. Lisa benar benar gak nyangka Kalau sahabatnya itu menjalin hubungan dengan dedi. orang yang Dulu Sangat Dia cintai, Dan sampai saat ini rasa cinta itu masih tersimpan rapi Di hatinya.


rasanya ingin Dia mengatakan pada sahabatnya itu jika dia juga masih mencintai dedi. 'gue tahu dedi hanya mencintai Elo ren. tapi gue janji Pada diri gue sendiri Kalau gue akan berusaha mendapatkan cintanya dedi. apapun caranya. 'gumam Lisa dalam hati. ' Elo Udah punya segalanya ren. keluarga yang bahagia. hidup yang mewah. Sementara gue, untuk bisa makan aja gue harus Bekerja mati matian. gue gak akan biarin lo mendapatkan dedi. Karena dedi hanya akan menjadi milik gue. ' gumamnya lagi.


jika Aku bisa menikah dengan dedi. aku tidak perlu bekerja seperti ini lagi. dedi Dari keluarga kaya. hidupku pasti tidak akan kekurangan lagi seperti Sekarang ini. Aku juga tidak harus tidur di kamar sempit Dan jelek ini. tapi bagaiman Aku Bisa mendapatkan dedi jika Aku tidak pernah Bertemu dengan nya Lagi?


apa aku maksa ikut aja setiap kali reni ketemuan dengan dedi? Lisa bertanya Pada dirinya sendiri. Dulu waktu sekolah reni selalu mengajakku setiap kali Ingin Bertemu dengan dedi. tapi Apa reni tidak akan curiga? ah, aku bisa bilang Kalau Aku rindu Susana sekolah Dulu. reni pasti tidak akan curiga. aku harus melakukan ini dengan hati hati. Aku harus Bisa mendapatkan dedi. jika Aku tidak Bisa mendapatkan hatinya. aku akan buat Dia menjadi milikku. walaupun Dia tidak mencintaiku.


'maafkan gue ren. gue gak bermaksud merusak persahabatan Kita. gue hanya Ingin mendapatkan Apa yang seharusnya gue dapat Kan. Lo udah punya segalanya ren. Jadi gue harap lo Gak keberatan nyerahin dedi buat gue. gue juga Pengen hidup Enak seperti Elo ren.dengan apa yang lo punya, gue yakin lo bisa dapetin cowok lain di luar Sana. lagian Dulu juga lo udah Nolak cintanya dedi. kenapa Sekarang lo bilang Udah jadian Sama dia. padahal Elo tau perasaan gue ke Dia. Elo jahat ren. ' Lisa kembali bergumam.


Lisa masih Saja bermain main dengan pikiranya sampai akhirnya Dia tertidur setelah waktu menunjukkan pukul dua Belas malam.


************


'kriiiiiiiing


reni meraba raba Meja kecil di samping ranjangnya mencari jam bekernya yang udah mengganggu tidurnya. begitu mendapatkannya reni langsung mematikan jam bekernya itu yang Terus Saja Berbunyi. Dan berniat melanjutkan tidurnya. Sesaat kemudian reni langsung terduduk seperti teringat sesuatu


"hari ini kan aku harus ke kampus"kata reni berbicara sendiri sambil memukul jidatnya.


reni Hampir Saja lupa Kalau hari ini hari pertamanya masuk kuliah. untuk itu Dia harus berangkat pagi pagi untuk menyelesaikan prosedur penerimaan mahasiswa Baru.


reni Lalu Bergegas masuk kamar Mandi. dua puluh menit kemudian reni keluar dari kamar Mandi menuju ruang ganti. lama reni berdiri Di Depan lemarinya sambil memandang deretan pakaiannya. sampai akhirnya reni mengambil pakaian yang menurut nya nyaman Di Pakai. reni mengenakan Celana jeans Dan kemeja slim dengan lengan pendek. lalu reni beranjak ke Meja rias. memakai make up seperlunya karena reni Bukan cewek yang Suka dandan . Dan tak lupa reni mengikat rambut nya. reni melirik jam Tangannya.


"Sudah Hampir jam delapan. Aku harus buru buru berangkat " reni berbicara sendiri sambil menyambar Tas nya yang untung saja sudah di Persiapkannya sebelum tidur, reni Bergegas Turun kebawah. Dia melihat orang tuanya yang sedang sarapan Dulu Meja makan.


"ma pa reni berangkat Dulu ya" Kataku sambil menyalami kedua orang tuaku.


" gak sarapan Dulu sayang? " Tanya mama


"gak sempat ma, keburu telat" jawabku sambil berjalan.


"ya udah nanti sampai di Kampus sarapan ya" Kata mama lagi.


" Iya mama ku sayang" jawabku dengan Suara yang agak keras agar mama dengar .mama Dan papa hanya geleng geleng kepala.


aku melajukan mobilku dengan kecepatan Tinggi agar Aku Bisa sampai tepat waktu. untung saja Jalanan tidak terlalu macet. padahal ini masih jam sibuk.

__ADS_1


setelah cukup lama di perjalanan akhirnya aku sampai di Kampus tempat ku akan menuntut ilmu.


Aku segera Turun Dari Mobil Dan Bergegas masuk. Tapi Suara seseoerang yang memanggilku membuat Aku berhenti melangkah Dan menoleh ka arah Suara.


"Kok kamu disini? " tanyaku ke orang yang memanggilku tadi.


"ini kan kampusku. wajar dong Kalau Aku disini "jawabnya asal


"Maksud Aku kenapa pagi pagi kamu udah Ada di sini? apa kamu Ada kulaih pagi? " tanyaku lagi


"gak ada"


"terus? "Aku kembali bertanya


"aku pagi pagi kesini buat Nungguin kamu. ini kan Hari pertama kamu. Jadi aku harus ngawal kamu agar tidak ada yang berani gangguin kamu" Katanya dengan wajah di buat Setegas mungkin


"ha... ha... ha.... "


"Kok malah ketawa sich" kali ini dedi memasang wajah kesal.


"habisnya wajahmu itu loh Lucu banget" Kataku masih sambil tertawa.


"emangnya kenapa Aku harus di kawal. Terus kenapa kalau ada yang gangguin aku?"


"hmm.... gitu ya" jawabku


"kamu Gak marahkan. Atau jangan Jangan kamu juga udah mulai menyukai aku ya?" kata dedi sambil menaik turunkan alisnya.


"Ye.... itu sich maunya kamu" jawabku sambil menyembunyikan wajahku. Karena Kata Kata dedi terakhir tadi berhasil membuat pipiku merona. dedi benar Aku Sudah mulai mencintainya tapi Aku masih gengsi untuk mengakuinya. Dan lagi aku masih Ingin melihat kesungguhan dedi untuk mendapatkan cintaku.


"ded, Kalau Kita Terus Ngobrol Di sini Kapan Kita masuknya"kata ku Lagi.


"ups aku Hampir lupa. jika sedang Dia Dekat mu Aku selalu saja melupakan hal lainnya" kata dedi sambil menepuk jidatnya sendiri.


"ayo" Kata nya Lagi sambil menarik tanganku masuk kedalam Kampus. dengan Setia dedi menemaniku kesana kemari guna menyelesaikan administrasi Dan urusan lainnya .dan setelah semuanya Selesai dedi mengajakku makan di kantin. Karena dedi Dan aku masih belum ada Mata kuliah untuk saat ini.


************


"kamu mau makan apa" kata dedi setelah kami mendapatkan bangku yang kosong. untung kantin nya belum terlalu ramai. mungkin karena masih pagi. Jadi belum terlalu Banyak mahasiswa yang datang.


"apa aja deh yang penting kenyang" jawabku.

__ADS_1


"sebentar ya" dedi meninggalkan ku untuk memesan makanan. sambil menunggu makanan kami datang,kami pun Ngobrol. sampai Tiba Tiba ada seseorang yang memanggil dedi.


"hi ded, Tumben pagi pagi udah nongol. biasa nya Elo paling Malas masuk kampus" kata pemilik suara itu. ku pandangi Sodok wanita yang Ada di Hadapanku. tubuhnya Tinggi Dan langsing. kulit Putih Dan wajahnya cantik. Siapa Dia? fikirku dalam hati.


" he... he... " dedi hanya menjawab dengan tertawa cengengesan.


"Siapa ded? " Tanya nya Lagi sambil memandang kearahku penuh dengan tanda Tanya. dedi mengikuti arah Mata wanita yang berbicara dengannya itu, Dan dia Baru mengerti Maksud Dari pertanyaan tadi. dedi memandangku seolah meminta jawaban, tapi Aku membalas tatapan nya dengan senyuman. aku menyerahkan sepenuhnya ke dedi untuk menjawab pertanyaan wanita itu.


"Di Tanya Kok malah bangong sih" kata wanita itu sambil memandang wajah dedi dengan pandangan kesal karena belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tadi.


"eh Iya, Maksud gue ini sahabat gue, sekaligus calon pacar gue" Jawab dedi sambil memandang ku Dan memastikan dia tidak salah memberi jawaban.


"oh, masih calon pacarkan" Kata wanita itu lagi.


"Maksud lo? "


"Kalau masih calon pacar berarti masih ada Harapan dong buat gue " Kata wanita itu sambil menatap ku. Dan aku hanya Bisa membalas tatapannya dengan senyum yang Di paksakan. kalau saja aku Dan dedi Sudah resmi jadian, rasanya ingin ku katakan Padanya jangan pernah berfikir untuk merebut dedi dariku.


"Maaf ya Cindi, sepertinya Elo harus Siap Siap untuk kecewa. Karena gue yakin sebentar lagi wanita cantik Di samping gue ini akan resmi menjadi pacar gue" Kata dedi dengan Nada seolah menyesal karena tidak bisa memenuhi keinginan teman wanitanya itu. Dan aku tersenyum Puas mendengar jawaban dedi. paling tidak satu sainganku Sudah Gugur.


"kita lihat Saja nanti" kata Cindi sambil berlalu pergi meninggalkan kami berdua. Dan gak lama setelah Cindi pergi makanan yang kamu Pesan pun datang. Atau Mungkin makanan nya Sudah Siap dari tadi, tapi karena tadi Ada sedikit drama Di mejaku Jadi makanannya Baru datang sekarang. entahlah 🤔🤔


"Jadi Namanya Cindi. cantik juga" Kataku sambil menikmati makananku.


"kamu cemburu yang? " kata dedi dengan wajah jahilnya


"Siapa bilang aku cemburu. kita Kan cuma teman" jawabku Asal. walaupun hatiku masih melihat pertunjukan tadi.


"bener nich cuma temen. ntar Aku benaran terima cintanya Cindi lo". mendengar jawaban dedi seperti itu membuatku kehilangan nafsu makan. bukannya merayuku, Dia Malah sengaja memanas manasiku.


"terserah" jawabku sambil berdiri hendak pergi. tapi belum sempat aku melangkah, dedi memegang tanganku


"Maaf, aku cuma bercanda. kamu Jangan Marah gitu dong. ntar cantiknya ilang lho.duduk lagi ya,kita makan lagi. Kasian Tuch makanan udah Di Pesan tapi gak Di makan" kata dedi sambil memandangku dengan wajah seperti anak kecil yang habis di marahin ibunya. Aku Ingin tertawa melihat mimik wajahnya yang begitu Lucu. Tapi Aku menahan tawaku. Aku kembali duduk Dan menghabiskan makananku.


"kamu kan tahu dari Dulu Aku udah ngejar ngejar kamu. sampai Sekarang pun di hatiku hanya ada Namamu kamu. Makanya terima dong cinta Aku. biar Aku Bisa katakan kepada semua orang Kalau Aku Sudah Ada yang punya" Kata dedi lagi. ku pandangi wajah pria Di sampingku ini. kulihat kedalam matanya, ada cinta yang besar untukku. Aku tidak menyangka pria seperti dedi akan memperjuangkan cintanya selama bertahun Tahun hanya untuk mengejar wanita seperti aku. Kalau saja dedi mau, tidak sulit Baginya untuk mendapatkan wanita lain yang Lebih Dari Aku. Buktinya Cindi. sepertinya Dia masih akan terus berusaha untuk mendapatkan hati dedi walaupun dedi Sudah mengatakan dengan jelas Kalau dedi mencintai aku.


"hmm Gimana ya" jawabku seolah sedang berfikir.


"Emang kamu Gak punya perasaan apapun ke aku ya" kata dedi dengan Nada sedih. aku tidak tega melihatnya.


"ded, Emang kamu Gak ngerasa ya kalau belakangan ini Aku juga punya rasa kekamu" jawabku dengan Malu malu. Aku berusaha menutupi wajahku yang memerah karena Malu.

__ADS_1


"Jadi kamu Sudah menerima cintaku? Jadi sekarang aku Dan kamu Sudah resmi pacaran? " kata dedi dengan wajah Bahagia sambil memegang wajahku dengan kedua Tangannya. seolah dia ingin meyakinkan apa yang baru saja Dia dengar. Dia menatapku menunggu jawabanku. Dan aku hanya Bisa menganggukkan kepalaku sebagai jawabannya. Dan hari itu Di kantin Kampus kami pun resmi pacaran.


__ADS_2