
"ren"
"hmm"
"Makasih ya udah Mau Jadi sahabatku"
"apaan sih"
"aku beneran gak nyangka kamu mau Jadi sahabatku. kamu kan dari keluarga yang berada, sementara aku hanya gadis desa"
"bisa Gak sih gak usah omongin masalah itu lagi"aku duduk sambil memandang Lisa dengan wajah kesalku.
Lisa yang sedari tadi juga berbaring di sebelahku ikutan duduk.
"Aku berfikir, jika Aku terus menjadi sahabatmu, aku akan Terus menyusahkanmu"
"terkadang Aku Iri dengan kehidupanmu ren, kamu punya segalanya. sedangkan Aku, untuk bisa menyelesaikan sekolahku saja harus merepotkanmu Dan keluargamu"sambung Lisa dengan wajah sedih.
"Lisa, dengar ya" Kata reni sambil memegang wajah Lisa agar Mereka Bisa saling berpandangan
"kamu itu sahabatku. aku Dan keluargaku Udah Anggap kamu seperti keluarga sendiri. kami tidak pernah merasa di repotkan,jadi kamu tidak perlu merasa tidak Enak. Dan satu lagi, Aku tidak Ingin mendengar hal ini Lagi"
"kamu itu sahabatku Dan selamanya akan menjadi sahabatku apapun yang akan terjadi nantinya"lanjutku sambil memeluk lisa.
"Terimakasih ya ren, kamu benar benar baik" Lisa membalas pelukanku.
"btw, Gimana Kabarnya dedi?" Katanya Lisa mencoba mencari Bahan pembicaraan.
"Maksud lo? "
"dedi.Apa Dia masih sering menghubungi lo? "Kata Lisa mencoba menjelaskan maksud dari pertanyaannya.
"he em"
"Terus? "
"Terus apanya? " tanyaku pura pura tidak mengerti
__ADS_1
"ya Terus Gimana? apa kamu Sudah menerima cintanya? "Tanya reni yang penasaran menunggu jawabanku.
"kasih tau gak ya" jawabku sambil mengambil Bantal Dan menutup wajahku.
"Kasi tau dong ren" Lisa berusaha menarik narik Bantal yang menutup wajahku.
"belum, Dan sepertinya tidak akan" jawabku
"Kok gitu ?" reni masih Saja menyerangku dengan pertanyaannya.
dedi adalah teman sekelasku Dan Lisa. untuk Kalangan anak Sekolah dedi cukup populer. Selain tampan dia juga Dari keluarga yang berada. Hampir semua teman sekelasku menyukainya. termasuk Lisa. walaupun Lisa tidak pernah mengatakannya padaku, tapi Dari sikapnya yang salah tingkah setiap kali dedi ikut gabung bersama kami, membuatku yakin Kalau Lisa juga mengagumi dedi. kalau Boleh Jujur aku juga Terpesona dengan wajah tampan nya. Tapi Aku memilih tidak menerima cintanya dedi Dari pada harus kehilangan sahabatku. bukan sekali dua kali dedi menyatakan perasaannya padaku, Tapi jawabanku tetap Sama. aku tidak Ingin pacaran selama sekolah. Aku Lebih nyaman berteman dengan banyak teman pria Dari pada harus terikat dengan satu pria. Dan aku buktikan semua itu. selama tiga Tahun aku Di bangku SMA tidak ada satupun teman pria yang menjadi pacarku. Dan begitu juga dengan Lisa, walaupun Ada beberapa teman kami yang menawarkan diri menjadi kekasih nya, Lisa selalu menolaknya. Dan setiap kali Kutanya kenapa jawabannya selalu Sama. Dia Ingin fokus belajar.
karena aku tahu kamu juga mencintainya. tapi jawaban itu hanya kusimpan didalam hati.
"ren"
"apaan sih, buat kaget aja"jawabku
"kenapa belum, Dan tidak akan" Lisa mengulangi jawabanku menjadi pertanyaan yang harus kulakukan jawab
"karena aku tidak mencintainya, sayangku"jawabku sambil mencubit hidungnya.
"habis nya Nanya Udah kayak pak Polisi lagi introgasi aja"jawabku sambil tertawa Puas
akhirnya kami Sama Sama diam Dan Tenggelam dalam pemikiran masing masing.
*****
satu bulan Sudah berlalu sejak Kami memasukkan lamaran kerja. Bukan hanya satu dua perusahaan yang kami masukkan lamaran. tapi tidak ada satupun dari perusahaan itu yang menghubungi kami.
selama satu bulan ini kami benar benar menikmati hari Libur kami. kadang kami pergi Nonton. kadang kami muter muter Di mall hanya untuk mencuci Mata. kadang kami nongkrong Di kafe tongkrongan anak anak muda sambil melihat pasangan muda mudi yang sedang di mabuk Asmara. Dan kami selalu berdua. kami seperti anak kembar yang tidak Bisa di pisahkan .
"Gimana nih ren? "Kata reni saat kami sedang di Mobil muter muter Gak tentu arah .
"apanya yang Gimana? " tanyaku yang tidak mengerti arah pertanyaan Lisa.
"udah satu bulan Kita masukin lamaran Tapi belum ada panggilan satupun"
__ADS_1
"ya tinggal nunggu satu bulan lagi, Siapa tahu Ada yang manggil" jawabku Asal.
"Elo sih Enak, apa apa udah Tersedia. kerja gak kerja juga gak masalah. Kalau Aku.. " Lisa tidak melanjutkan Kata Katanya. aku yang sedang fokus meyetir melirik kearah Lisa, Dan raut wajahnya menunjukkan kesedihan. Dan kesedihan itu bukan Tanpa Alasan. Sudah Lebih sebulan kami selesai sekolah. Lisa memilih tetap Di Kota Dan tidak pulang ke kampungnya karena Dia Ingin kuliah Dan untuk bisa kuliah dia harus Bisa mendapatkan pekerjaan Dan mengumpulkan uang. Dia juga harus secepatnya Bekerja karena Dia tidak mau terus Terusan membebani orang tuanya Di kampung. dia ingin secepatnya mendapat kerja agar Dia Bisa mengirimkan Uang ke orang tuanya Di desa untuk membantu biaya pendidikan Adik nya yang masih duduk di sekolah dasar.
mengingat itu semua membuatku merasa bersalah
"lis, gue minta Maaf ya ,tadi gue Asal nyeplak" Kataku dengan wajah penuh penyesalan.
"biasa aja keles"kata Lisa berusaha mencarikan Susana.
"setelah gue fikir fikir, gue harus berusaha Lebih keras lagi untuk mendapatkan pekerjaan. Dan Kali ini gue harus melakukannya sendiri"kata Lisa mantap
"bisa tolong jelaskan Maksud Dari Kata Katamu tadi, teman? "
"Kita sudah mengirimkan puluhan lamaran ke puluhan perusahaan. tapi tidak ada jawaban. mungkin karena kita hanya Tamatan SMA Jadi tidak ada perusahaan yang mau menerima kita" Lisa mencoba menjelaskan
"Terus? "
"Jadi aku akan mencari pekerjaan sesuai dengan pendidikanku. " lanjut lisa
"Maksudnya? "
"aku akan melamar sebagai office girl"
"Apa? " aku benar benar terkejut dengan Apa yang Baru saja dikatakan Lisa. Aku mengerti jika Lisa Butuh pekerjaan secepatnya. Tapi untuk menjadi office girl? Aku tidak pernah membayangkan itu.
"lis, Aku ngerti keadaanmu. Besok kita coba masukin lamaran Lagi ya. " aku mencoba menghibur Lisa agar Dia tidak berfikir untuk menjadi office girl.
"ren, Aku tidak bisa begini terus. kamu tahu kondisi Aku kan"
"Iya aku tau, tapi lis... " belum sempat aku menyelesaikan Kata Kataku Lisa memotong
"gini aja deh, untuk Sementara aku akan kerja sebagai office girl sampai Ada panggilan Dari salah satu perusahaan" Kata Lisa.
"tapi"
"Gak pake tapi" Kata Lisa menegaskan
__ADS_1
"baiklah jika kamu Ingin seperti itu.
Dan akhirnya kami berdua memilih untuk diam.