
Semenjak Aku Dan dedi resmi pacaran, dedi selalu mengantar Dan jemput Aku ke Kampus. walaupun kadang dia gak Ada Mata kuliah. seperti hari ini, setelah menurunkan aku Di Kampus dedi kembali pulang.
"ded, kenapa sih kamu harus repot repot nganter jemput Aku Tiap hari.kan Aku Bisa berangkat sendiri" Kataku sebelum Aku Turun Dari Mobil dedi.
"sayang, Aku akan melakukan apa saja buat kamu. lagian Aku Gak ngerasa repot Kok. Aku Justru senang Bisa Dekat dengan kamu setiap hari" kata dedi sambil memandang wajahku. aku yang Di pandanganmu dengan tatapan penuh cinta itu langsung tertunduk Malu. bagaimana tidak, wajahku langsung merona mendengar Kata Kata nya tadi.
"kamu Tuch ya.. gombal melulu" jawabku yang masih menunduk tak berani menatap wajahnya.
"Kok gombal sih yang, beneran kok"
"udah ah, Aku Mau Turun."
"ya udah, hati hati ya sayang, ingat lo yang kamu udah punya pacar sekarang, Jadi jangan nakal ya" Kata dedi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"kamu tuch yang Suka nakal, Buktinya Cindi aja ngejar ngejar kamu Terus sampai Sekarang " jawabku kesal
"udah ah, males debat dengan kamu. aku Turun Dulu, bye" Kataku sambil keluar dari Mobil. Dan tinggalah dedi sendiri di dalam Mobil mengutuki dirinya sendiri yang udah salah bicara.
***************
"hi ren"
" hi yun" jawabku setelah mengetahui Siapa yang tadi memamnggil Namaku. Yuni adalah teman kampusku. setelah beberapa lama aku menuntut ilmu Di sini. hanya yuni yang Dekat denganku. mungkin karena aku susah untuk mencari teman. Yuni yang ceria akhirnya menjadi temanku.
"baru datang loe "
"he em" jawabku singkat. lalu kami pun Jalan sambil Ngobrol .
"ren, ntar temanin gue ke Mall ya"
"Boleh, tapi gue gak bawa kendaraan" jawabku.
"gue tahu Kok, elo kan Tiap hari di Antar jemput pangeran tampan" Kata Yuni sambil senyum menggoda
"apaan sich" jawabku tersipu malu
"udah gak usah Malu. Elo beruntung lagi ren, Ada cowok ganteng yang rela nganter jemput loe ."
" Kata teman teman gue, sebelum elo kuliah Di sini pacarmu itu paling Malas ke Kampus. " sambungnya lagi. aku hanya Terdiam mendengarnya, Karena Aku Gak tahu harus menjawab apa.
"Udah ah, gak usah omongin dia. Kasian Tuh yang Di omongin " Kataku.
" he... Maaf. tapi ren, Elo harus Jagain baik baik tuch pacar loe, Soalnya type kayak gitu Banyak penggemarnya. gue aja kalau bukan teman loe, udah nguber nguber dia juga" kata Yuni sambil cengengesan
"Awas aja loe Kalau berani. " Kataku sambil menunjukkan kepalan tanganku
"he.... pisss" balas nya sambil menunjukkan jari telunjuk Dan jari tengahnya.
tapi benar Kata Yuni, setiap Aku bersama dengan dedi Di Kampus, banyak wanita yang berusaha menggodanya. walaupun aku berjalan di sampingnya, tapi seolah olah para wanita itu tidak pernah menganggap keberadaan ku Di Sana. meskipun dedi tidak pernah melayani para wanita itu, tetap Saja Aku kesal melihatnya.
****************
__ADS_1
dedi yang sedang nyantai Di Kamarnya sambil mengedarkan Musik, langsung menyambar hp Di samping nya begitu mendengar Ada panggilan masuk di hp nya.
"Hallo ,sayang"
"ded, ntar siang gak usah Di jemput ya" .ternyata itu panggilan Dari reni kekasih hatinya.
"Kenapa yang?"
"habis dari Kampus aku mau Ke mall dengan Yuni. "
"Aku Boleh ikut gak yang" dengan emoji tertawa.
"gak Boleh, ntar jalan jalan nya Gak seru Kalau Ada kamu"
" Kok gitu yang"
"ya dong, Kan kami ke mall sekalian Mau cuci Mata, Siapa tahu Ada cowok ganteng "kata nya menggodaku.
"saayaaang" jawabku dengan Nada kesal.dan dia tertawa Puas Di seberang Sana.
"pulang nya jam berapa yang? " tanyaku.
"gak tau, ntar Klu Udah Bosan juga pulang."
"Kok gitu sih yang"
" he... Maaf, gak lama Kok. ntar Kalau udah pulang Aku kabarin kamu" jawabnya.
" ya udah deh, selamat bersenang senang ya yang. I love you"
*************
"ren, kita kesana yuk" kata Yuni sambil menarik tanganku untuk masuk ke dalam salah satu Toko yang Ada di dalam mall itu.
" Gimana ren? bagus Gak? " kata Yuni menunjukkan baju yang Di Pilih nya.
"bagus kok" jawabku
"beneran? "
"bener, kamu pake Baju apa aja bagus kok" jawabku Asal.
" ih, kamu tahu Aja. Jadi gak Enak hati aku nya " kata reni dengan wajah sok Imut nya. Dan lagi asik asik na mereka Ngobrol Tiba Tiba seorang pria menghampiri Mereka.
" reni? " Katanya. Aku yang merasa ada seseorang yang memanggilku langsung Saja mencari sang pemilik suara.
"rendi? Kataku dengan Nada kaget. rendi teman sekolahku. aku gak nyangka bakalan ketemu Dia Di sini.
"yups.. kebetulan ya ketemu Di sini " Katanya.
" berdua aja nich? Tanya nya sambil memandang yuni yang sedang terpana melihat pesona seorang rendi, Dan begitu menyadari rendi memandang nya Yuni langsung membuang wajah nya karena malu udah ketahuan Kalau Dari tadi Dia tidak melepaskan pandanganya Dari rendy.
__ADS_1
"ya nich, loe? " tanyaku yang melihat rendi hanya sendiri. setauku rendy tidak Bisa hidup Tanpa wanita. selama di sekolah Dulu entah berapa kali rendy gonta ganti pacar. buat rendy pacar itu seperti pakaian. kalau Sudah Bosan tinggalkan Dan ganti yang Baru.
"gue sendiri " jawabnya singkat
"tumben" gumamku.
" oh ya Aku Jadi lupa ngenalin temanku" lanjut ku sambil tersenyum karena dari tadi yuni nyubit nyubit lenganku Pengen di kenali dengan pria tampan yang Ada di dalamnya itu. Dan Tanpa buang waktu Yuni langsung mengulurkan Tangannya.
"yuni" katanya
"hi, Saya rendy" kata rendy sambil tersenyum membalas uluran Tangan Yuni.
Yuni yang melelahkanmu melihat senyuman rendy gak Mau melepaskan genggaman Tangannya.
"hem... hemm" Kataku sambil melirik Tangan Yuni yang masih menggenggam Tangan rendy. Yuni yang mengikuti arah mataku akhirnya mengerti maksudku.
"he.... Maaf " kata Yuni cengengesan sambil melepaskan Tangannya Dan tertunduk Malu. sedangkan rendy hanya tertawa melihat tingkah temanku itu.
" udah selesai belanja nya? Atau masih ada yang Pengen di beri? " Tanya rendy.
" Emang kenapa? " tanyaku tidak mengerti.
" Kalau belanjanya udah selesai, Aku mau traktir Kalian berdua. kita bisa duduk di food court Biar Lebih Enak Ngobrol nya"
" Udah Kok. " Jawab Yuni cepat. Aku langsung memandang ke Yuni. bukannya kamu Baru saja sampai di mall ini. belum juga sempat belanja. Tapi yang Di pandang cuma cengengesan gak jelas. Dan akhirnya aku pun mengalah.
"ayo" Kataku singkat. Dan gak nunggu lama Lagi rendy pun berjalan di Depan kami membawa Jalan ke lantai atas karena food court yang Di Maksud rendy Ada nya di lantai atas Dan kami ngikuti Dari belakang
"ren" Kata Yuni sambil berbisik karena takut terdengar rendy
"hmm"
" rambutku Gak berantakan kan? make up ku Gak belepotan? " Tanya nya Lagi masih berbisik sambil merapikan rambut nya. aku memandang yuni dengan senyum menggoda, aku tahu yuni menyukai rendy sejak pandangan pertama tadi. wajar saja Selain rendy tampan yuni juga masih jomblo. tapi Aku tidak tahu apakah saat ini rendy punya pacar atau tidak. bagaimana kalau rendy punya pacar? Atau kalau pun tidak aku tahu bagaimana rendy. Aku gak Mau temanku Jadi korban berikutnya Dari rendy yang Suka gonta ganti pacar.
" hati hati, Dia itu play boy lho" Kataku tanpa menjawab pertanyaan yuni tadi.
" bodo amat" kata Yuni cuek sambil senyam senyum sendiri entah Apa yang sedang di fikirkannya.
***********
setelah mengambil tempat duduk yang nyaman buat ngobrol Dan memesan makanan Dan minuman ,kami pun mulai Ngobrol. mulai Dari aktivitas kami saat ini sampai cerita cerita Lucu saat Di sekolah Dulu. yuni yang duduk di sampingku mendengarkan dengan baik, sesekali dia nimbrung ikut Ngobrol atau ikut tertawa saat kami cerita Lucu. ternyata rendy juga kuliah Di tempat yang Sama denganku Dan Yuni, tapi kenapa Aku tidak pernah melihat Dia Di Kampus ya? Apa karena kami beda jurusan? Dan aku juga tahu Kalau Saat ini rendy sedang tidak punya kekasih, Dan itu membuat yuni merasa bahagia mendengarnya. mungkin dia berfikir semakin besar kesempatannya untuk bisa Dekat dengan rendy. Dan saat Aku katakan Kalau Saat ini Aku sedang Dekat dengan dedi, rendi sedikit terkejut. mungkin karena Dia tahu tiga Tahun dedi mengejarku sampai lulus sekolah tapi tetap tidak ada Hasil.
setelah Ngobrol Ngalur ngidul Dan hari pun sudah menjelang malam, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri pertemuan hari ini. kami juga sudah saling Tukar nomor ponsel. sebenarnya bukan Karena Aku Ingin Ngobrol dengan rendy, Tapi yuni yang selalu memberi ku kode untuk minta nomor ponsel nya rendy, Karena Yuni tidak berani memintanya sendiri mengingat ini pertemuan pertama mereka.
"Jadi, mau gue antar pulang nih? " Tanya rendy memandangku Dan yuni secara bergantian.
"Gak usah ren, Yuni bawa Mobil Kok. Aku pulang dengan yuni" jawabku.
" oke dech Kalau begitu. Aku deluan ya. senang Bisa bertemu Kalian Di sini. Dan semoga Kita Bisa sering ketemu Di kampus" kata rendy.
"Iya semoga ya" kata Yuni membalas Ucapan rendy sambil tersenyum Malu.
__ADS_1
Dan rendy membalas senyuman yuni. Hampir Saja yuni terjatuh melihat senyum manis rendy Kalau saja aku tidak cepat cepat nyenggol Tangannya Dan menyadarkan nya Dari lamunan nya itu.
"Makasih untuk traktiran nya yang ren" Kataku. Dan rendy hanya melambaikan Tangannya sambil berjalan pergi. setelah rendy tidak terlihat lagi ,kami pun pulang. Dan sepanjang perjalan Yuni hanya senyam senyum sendiri sambil meyetir. 'hmm.. Emang begini amat ya kalau orang Lagi di mabuk cinta' gumamku dalam hati melihat tingkah yuni. Tapi kalau dia fikir fikir aku juga sering senyum sendiri Kalau habis Ngobrol dengan dedi. Kataku dalam hati. akhirnya aku pun hanya diam membiarkan yuni dengan imajinasi nya sambil berdoa agar perjalanan kami selamat sampai tujuan. sesampainya di Depan rumah Kau pun kami hanya diam. setelah aku mengucapkan Terimakasih yuni langsung melajukan mobilnya kembali.