
Keindahan hidup akan kamu rasakan ketika kamu mau mensyukuri segala hal yang sudah kamu miliki.
Bersyukur terhadap rezeki yang diberikan Allah hendaklah selalu berucap dengan alhamdulillah."
Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.
Renata ikut sedih melihat nasib malang rumah tangganya Rasmi adik ipar sekaligus teman baiknya itu.
"Kenapa Nenek Leny sudah tua juga masih memegang teguh yang namanya bibit bebet bobot seseorang, kalau menurut aku sih itu tergantung dari apa keduanya bahagia atau tidak itu sudah cukup bagiku," omelnya Renata.
Apa yang dikatakan oleh Renata membuat supir pribadinya itu tersenyum simpul menanggapi perkataan dari mulut Nyonya mudanya.
Satu minggu setelah acara makan-makan mereka bersama telah berlalu. Rasmi masih menjalani kehidupannya seperti biasanya tanpa ada masalah yang berarti.
Ridah sang menejer pemasaran sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda, karena tadi istirahat untuk makan siang, shalat dzuhur bersama.
Ada sebuket bunga mawar merah yang tiba-tiba muncul, di depan matanya Ridah yang sedang berkonsentrasi menatap layar komputernya. Ridah mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut,tapi ia tidak melihat ada seseorang yang berada di sekitarnya.
"Siapa yang bawa bunga ini yah?" Cicitnya Ridah.
__ADS_1
Ridah menghirup aroma wangi dari bunga asli itu," harumnya, siapa yang punya banyak uang sampai-sampai beli bunga mawar yang sepertinya ini, setahu saya ini sangat mahal," batinnya Ridah.
Ridah melihat ada kertas yang terselip di antara tangkai bunganya.
"Ada tulisannya sepertinya," Ridah membaca tulisan di atas kertas itu.
Erga Prayoga Yudistira diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ridah. Ia tersenyum sumringah karena, perempuan yang sedari dulu ia cari kesana kemari tenyata berada di sekitarnya.
"Andai saja aku tahu sedari dulu kamu adalah gadis yang telah menolongku, mungkin sudah lama aku dekati dan kemungkinan besarnya sudah aku nikahin malah,"
Rasmi yang kebetulan akan menemui Ridah, tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan oleh Erga. Pria itu berdiri di sudut ujung tembok sambil terus tersenyum dengan tatapan matanya tertuju pada Ridah.
"Hemm! Adik ipar lagi ngapain?" Tanyanya Rasmi yang berpura-pura tidak melihat dan mengetahui apa yang dilakukan pria jomblo itu.
Erga menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu dengan tersenyum cengengesan," ehh ini lagi meriksa catnya tembok sepertinya masih bagus padahal ada yang melapor kalau pengen diganti catnya," kilahnya Erga.
"Ohh gitu pantessan warna catnya ini bangunan selalu tampak baru karena ada kamu yang jaga," candanya Rasmi.
Erga tersenyum tipis menanggapi candaan dari istri saudara angkatnya sekaligus pemilik perusahaan.
__ADS_1
"Hem! Bunga mawar merah satu tanda cinta yang berarti bahwa," Rasmi menyanyikan lagu dangdut tersebut sambil meliukkan tubuhnya di hadapan Ridah.
Sedangkan Ridah tersentak kaget setelah menyadari jika sahabatnya melihat apa yang sedang dia lakukan di jam kerja. Ridah secepat kilat menyembunyikan bunga tersebut di bawah mejanya itu.
"Bunga! Dimana ada bunga? Kamu salah lihat kali," elaknya Ridah.
"Aku gak bilang ada bunga kok,saya hanya sekedar bernyanyi berdendang ria dan juga berjoged di depan sahabatku yang sedang sibuk bekerja memeriksa dan menghirup wanginya bunga mawar merah," canda Rasmi.
Ridah menggoyang telapak tangannya di depan wajahnya Rasmi, "Kamu salah lihat saja itu, siapa juga pria yang bawa bunga untukku, kamu kan tahu aku tidak punya pacar," sanggahnya Ridah.
"Sudahlah lupakan saja, aku ke sini mau bertanya sama Pak Erga, apa orangnya ada di dalam Bu menejer pemasaran?" Tanyanya Rasmi.
"Pak Erga!? Rasmi apa kamu mengkhayal yah, disini bukan ruangan khusus direktur tapi, ruangan menejer pemasaran, kalau ruangannya Pak Erga ada di lantai dua belas," imbuhnya Ridah.
"Tapi, tadi aku lihat Pak Erga ada dipojokan sana sedang memperhatikan seorang wanita cantik yang sedang menikmati indahnya bunga pemberian dari pria misterius," ungkap Rasmi dibarengi dengan bergurau.
"Pak Erga!" Beonya Ridah.
"Iya Pak Erga, emang Pak Erga di perusahaan ada berapa orang yang bernama Pak Erga?"
__ADS_1
Ridah terdiam sesaat memikirkan perkataan dari mulutnya Rasmi.
"Apa jangan-jangan orang yang membawa bunga ini adalah pak Erga? Tapi motifnya apa sih kenapa ia sempatkan untuk bawa bunga segala yah?!"