Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 90


__ADS_3

Merty mulai meneteskan air matanya itu dan sesegukan dan sesekali menyeka air matanya tersebut.


Erwin menyentuh lengannya Mety lalu memberikan kode kepadanya agar tidak membuka aibnya dan rahasia dibalik kejadian penyebab dari semua kejadian itu yang sudah terlanjur terjadi dengan mereka,"Maafkan saya ini semua kesalahanku sendiri, bukan salahnya Abang Erwin Bu, saya sendiri yang menginginkan hubungan seperti ini jadi jangan menyalahkan Abang terus, aku mohon Bu," ratapnya Mety yang membujuk agar Ridah tidak terus-menerus menyalahkan dan memojokkan Erwin.


Ridah berusaha untuk tidak terpancing dan tersulut emosinya mengingat jika dia sedang hamil.


Www


"Baiklah, kalau begitu karena semua sudah terlanjur terjadi nasi sudah menjadi bubur dicampur dengan suiran ayam goreng Mbak menginginkan kamu secepatnya menikahi Mety sebelum ia brojol, Mbak tidak ingin mendengar kata penolakan dan alasan yang tidak masuk akal lagi, titik tidak pakai koma atau tanda seru juga," tuturnya Ridah.

__ADS_1


Erwin Aksa Mahmud tidak mungkin menolak keinginan dan permintaan dari saudara sepupunya itu karena sudah kepalang basah. Maju kena mundur kena seperti judul filmnya DKI Dono Kasino Indro Warkop saja.


Erwin menyeka wajahnya dengan gusar dan dengan penuhi kesungguhan hati dia harus memutuskan langkah dan solusi terbaik apa yang harus ia lakukan dan tempuh itu. Tapi baru Erwin berusaha untuk membuka suaranya,Ridah memotong dan menyela perkataannya belum terucap sepatah katapun itu.


"Kalau kamu tidak setuju dan siap menikahi Mety maka dengan berat hati dan terpaksa Mbak mencarikan jodoh yang tepat dan terbaik untuk Mety seperti misalnya Edi Firmansyah mungkin," ujarnya Ridah yang ingin melihat reaksinya Erwin ketika ia berbicara dengan seperti ini.


Erwin memegangi erat tangannya Mety kekasihnya itu, "Saya Erwin Aksa Mahmud tidak mengijinkan dan membiarkan itu terjadi, karena saya akan menikahi Mety secepatnya kalau bisa besok pagi pun saya tidak masalah," tegasnya Erwin.


"Kalau seperti itu jadilah pria yang gentleman yang gagah berani datang melamar Mety besok langsung di rumahnya di kampung Surabaya dengan persiapan yang baik dan ini perintah dari saya jika, kamu menolak pekerjaan dan masa depan karirmu jadi jaminan dan taruhannya! Ini perintah dari atasanmu!" Gertak Erga yang sedari tadi berusaha untuk menahan tawanya melihat raut wajahnya Erwin dan Mety.

__ADS_1


Sudah diputuskan besok pagi Mety dan Erwin akan ke Surabaya menemui ibunya Mety untuk meminang putri sulungnya itu dan akad nikah dan resepsi pernikahannya akan diadakan di Jakarta untuk menghindari segala sesuatunya yang bakal terjadi mengingat Mety yang hamil duluan itu.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria terus mengikuti langkah kakinya seorang perempuan yang sudah seperti seorang yang mabuk dan oleng hingga terjatuh di atas aspal karena, kakinya tersandung dengan sesuatu.


Edi dengan sigap turun dari mobilnya dan bergerak cepat untuk membantu Reka Rahim untuk berdiri dari posisinya yang terduduk di atas aspal.


"Hey, apa yang kamu lakukan?" Tanya Edi.


Tanpa basa-basi Reka langsung menarik tubuhnya Edi kedalam dekapan hangat pelukannya itu.

__ADS_1


"Tuan nikahi saya secepatnya, saya tidak ingin dicap sebagai perawan tua, tolong yah pak," rengeknya Reka rahim dalam pelukannya Edi yang langsung pingsan tak sadarkan diri akibat pengaruh minuman beralkohol yang hanya dua gelas kecil sudah membuatnya seperti orang linglung saja.


"Iya saya akan menikahimu tanpa kamu harus mabuk dulu, saya bersedia kok tapi bangun yuk," bujuknya Edi Firmansyah yang terus menepuk pipi nya Reka Rahim yang sudah tidak sadarkan diri lagi.


__ADS_2