Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 33


__ADS_3

Rasmi segera menghentikan berbagai macam jenis pertanyaan yang muncul dalam benaknya melihat nomor telepon baru yang melakukan panggilan telepon.


"Maaf Pak saya keluar untuk terima telpon dulu yah," pintanya yang berpamitan kepada Herdy.


Tanpa menunggu jawaban dari Herrdy, Rasmi sudah ngacir ke arah luar.


"Siapa yah yang nelpon pakai nomor baru segala lagi,"


Rasmi sedikit menjauh dari tempatnya semula untuk menerima panggilan dari seseorang yang belum diketahuinya siapa orang itu.


"Assalamualaikum, maaf dengan siapa?"


"Waalaikum salam, aku Renata apa kamu sudah lupa dengan saya?" Tanyanya Renata dari seberang telepon.


"Renata yang mana? Maaf aku sudah lupa dengan Mbak,"


Herdy sudah mengatur acara khusus untuk menembak dan mengatakan cinta pada Rasmi sebelum didahului oleh pria lain.


"Aku harus bergerak cepat jika tidak akan banyak orang yang akan mendekatinya nanti,"


Herdy sibuk merencanakan rencananya sedangkan, Rasmi sedang bertelpon ria hingga melupakan keberadaan Herdy yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Renata yang beberapa minggu lalu yang ketemu di mall kan?" Tebaknya Rasmi.


"Benar sekali, tebakan kamu benar, oya ngomong-ngomong tadi kalau tidak salah lihat kamu masuk ke salah satu resto yang ada di jalan x kan, kebetulan aku juga ada di dalam sini, gimana kalau kita janjian ketemu terus aku traktir kamu makan deh kebetulan aku belum makan juga tapi enggak enak sepertinya kalau aku harus makan sendirian," ujarnya Renata panjang lebar.


"Itu ide yang bagus kebetulan aku juga belum makan nih, Mbak duduk di bagian mana?" Tanyanya Rasmi sambil berjalan beberapa langkah sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling penjuru resto yang berada di lantai dua restoran Jepang.


"Aku ada di resto tetangga kamu kan ada di resto Korea Selatan kalau aku di sebelahnya lagi jadi kamu harus berjalan ke arah luar terlebih dahulu,"


Rasmi segera mengikuti perintah dan arahannya Renata untuk bertemu secara langsung.


"Kamu berjalan ke arah kanan terus kamu tunggu aku di depan saja aku akan jemput kamu," tuturnya Renata lalu segera mematikan sambungan teleponnya.


"Oke ditunggu,"


Rasmi entah kenapa dan apa yang terjadi padanya sehingga melupakan janji sebelumnya dengan Herdy kepala menejer di tempat perusahaan ia bekerja.


"Kemana perginya Rasmi yah? Sudah hampir satu jam perginya tapi kok belum balik juga, apa ada sesuatu yang terjadi padanya?"

__ADS_1


Herdy segera bangkit dari duduknya tapi, ia tersadar jika sudah waktunya kembali bekerja. Dengan berat hati dan terpaksa dia harus kembali ke kantornya dengan perasaan yang jengkel, marah seolah sedang dipermainkan oleh seorang wanita untuk pertama kalinya.


"Awas yah Rasmi jika kita bertemu lagi aku akan menagih janji kamu," kesalnya Herdiansyah.


Rasmi sudah berdiri di depan pintu ruangan yang dipilih oleh Renata," Hey cantik," sapanya Renata.


Rasmi tersenyum sumringah ketika melihat Renata yang berjalan ke arahnya dengan senyuman lebarnya itu. Mereka saling berpelukan dan cipika cipiki seperti layaknya kawan lama yang belum bertemu beberapa tahun lamanya.


"Maaf sudah buat lama menunggu,"


"Enggak kok, aku juga baru nyampe cuma gak tahu mau ajak siapa ke sini suamiku sibuk di kantornya sedangkan adik ipar ku cowok masa ajak dia, aku juga tidak punya teman dekat karena sekarang itu cari teman yang benar-benar teman sejati itu sangat susah," terangnya Renata lalu menarik tangannya Rasmi untuk segera duduk berdampingan dengannya.


Berselang beberapa menit kemudian, makanan yang sudah sedari tadi ia pesan sudah diantar oleh beberapa pelayan.


"Shabu-shabu woo nikmatnya… kamu tahu enggak kalau suamiku ada Mas Erick pasti akan ngomel-ngomel kalau aku makan makanan ini," ucap Renata sambil memasukkan beberapa potongan daging tipis kedalam panci.


"Serius! Kenapa?"


"Aku dulu kalau makan ini pasti akan alergi,tapi aku hari ini sangat kepengen makan shabu," ungkapnya Renata.


"Jangan-jangan Mbak hamil lagi," tebaknya Rasmi lagi.


"Cepat minum,"


"Makasih banyak," setelah Renata menghabiskan minuman yang diberikan oleh Rasmi untuk meredakan batuknya itu.


"Apa benar yang kamu katakan?" Gumamnya Renata.


Rasmi yang masih mampu mendengar dengan baik gumamannya Renata tersenyum penuh arti," apa Mbak belum punya anak?"


Renata raut wajahnya seketika berubah drastis mendengar perkataan dari mulutnya Rasmi.


"Aku belum punya satupun,gimana juga caranya punya anak bayi kalau hamil sekalipun tidak pernah merasakannya di usia pernikahan kami yang sudah masuk lima tahun," lirihnya Renata.


"Mungkin Allah SWT punya rencana lain sehingga Mbak belum diberikan rezeki berupa anak, jadi kalau menurut aku bersabar dan teruslah berusaha untuk mendapatkan calon baby," sarannya Rasmi Wulandari.


"Benar sekali apa yang kamu katakan, tapi dibalik itu semua aku sangat bersyukur karena suamiku dan Papa mertuaku sama sekali tidak menuntut kami untuk harus memiliki seorang anak, sudah ah bincang-bincangnya kita makan dulu boleh lapar sudah," guraunya Renata sembari mengelus perutnya itu yang sudah mulai keroncongan.


Mereka mulai makan makanan kesukaannya Rasmi dengan lahapnya. Mereka sudah hampir menghabiskan begitu banyaknya makanan yang tersaji di hadapan mereka yang hanya berdua saja. Setelah beberapa saat kemudian, mereka kembali berbagi curhatan satu sama lainnya.

__ADS_1


"Sekarang giliran kamu untuk menjelaskan tentang kehidupan kamu,"


"Kalau aku cukup panjang lebar tentang kehidupan pribadiku,"


"Tidak apa-apa kok katakan saja mumpung saya banyak waktu luang karena aku malas pulang ke rumah karena orang-orang rumah sibuk mengurus pertunagan adik iparku yang dipaksa untuk menerima pernikahannya walopun adiknya suamiku sudah menentang dengan keras," keluhnya Renata.


"Mungkin jodoh yang mereka pilih itu yang terbaik sehingga mereka memutuskan sepihak, jangan zudzon dulu lah," tampiknya Rasmi.


"Kalau gitu gimana kalau hari minggu nanti aku undang kamu datang di acara pertunangannya adikku, ingat kamu harus datang, tapi ngomong-ngomong kamu belum berbicara tentang kamu loh," pinta Renata.


Rasmi pun menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan kuat, Renata dengan seksama mendengarkan penjelasan demi perkataan dari Rasmi dan sesekali menanggapi perkataan dari mulutnya Rasmi.


"Jadi sekarang kamu sudah menikah dengan pria yang sekaligus sebagai teman sekolah kamu dulu tanpa ada rasa cinta gitu?"


"Tepat sekali apa yang Mbak katakan,"


"Saya kira hanya aku yang punya banyak kemelut dan cobaan dalam hidupku, tapi aku salut dan bangga padamu kau cukup kuat,sabar dan strong dalam menghadapi semuanya, semoga aku juga bisa belajar menjadi wonder woman untuk suamiku," desisnya Renata.


Pertemuan dua perempuan itu semakin akrab saja. Mereka berdua sudah seperti adik kakak saja walaupun kenyataannya mereka memang saudara ipar yang belum ada yang menyadari akan hal tersebut.


Ersam berdiri di balik jendela ruangannya dengan arah pandangannya tertuju pada gedung bertingkat. Tangannya mengepal kuat hingga bola matanya memerah saking emosinya mengahadapi kehidupannya.


"Ahhh!!" teriak kesalnya Ersam.


Erga yang melihat saudaranya itu seperti sedang menghadapi banyak cobaan mendekati Ersam.


"Apa yang terjadi pada Abang?"


Ersam menatap sekilas ke arah Erga," Papa dan wanita ular itu sudah mengatur pertunanganku hari minggu nanti aku tidak punya alasan untuk menolak karena Nenek sudah kembali dari Malaysia, dan mengancamku untuk mogok makan bahkan ia tidak mau bertemu denganku lagi untuk selamanya kamu tahu kan Nenek sedang sakit, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa," ratapnya Ersam.


"Cukup rumit kalau seperti itu, tapi gimana dengan nasibnya kakak ipar kalau dia tahu dan juga kenapa Abang tidak terus sama mereka saja?"


Erga dengan santainya berbicara seperti itu sambil menikmati buah anggur yang kebetulan tersaji di atas meja.


"Itulah yang aku pikirkan, padahal aku sudah bicara dengan mereka jika aku sudah menikah tapi, malah mereka mengancam ku akan menggangu kehidupan Rasmi jika saya menolaknya,"


Ersam bukannya tidak bisa melawan tapi karena alasan Kakek dan Neneknya yang menjadi bahan pertimbangan.


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...

__ADS_1


__ADS_2