Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 51


__ADS_3

Susi memegang buku menu makanan tersebut sedangkan Ridah cukup penasaran dengan reaksinya Erga.


"Apa jangan-jangan bapak pria itu lagi yang sama sekali tidak tahu berenang? Kok aku merasa bapak pria korban itu yah?" Ujarnya Susi sembari mengetuk-ngetuk keningnya seperti seseorang yang sedang berfikir berat saja.


"Kalau pria bodoh seperti yang kalian kira itu adalah saya gimana? Apa kamu akan menerima kenyataan seperti itu!"


Erga menatap tajam satu persatu perempuan itu.


"Ya Allah… jika andai Pria itu adalah Bapak maka saya akan meminta dan menuntut imbalan atas apa yang sudah aku lakukan untuk Bapak Erga Prayoga Yudistira gimana?"


"Saya akan…" ucapannya Erga harus terhenti karena telponnya berdering.


Susi dengan Ridah saling bertatapan satu sama lainnya, sedangkan Ridah hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti apa yang terjadi. Susanti adalah sahabatnya Ridah sekaligus tetangganya yang bekerja di kafe tersebut atas rekomendasi dari Ridah.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah menyantap makanan yang sudah terhidang dan tersaji di hadapan keduanya. Tanpa ada suara lagi, mereka menyantap makanan itu dengan penuh nikmat.


"Kalau seperti ini nikmat mana lagi yang Engkau dustakan," cicitnya Ridah Khairani Azizah Wijaya.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, seorang suami sedang mencari cara untuk membujuk istrinya yang sedang ngidam.


"Sayang, please dengarkan Abang kamu tunggu Abang disini saja, kamu itu baru pulih harus perbanyak istirahat, Ingat calon baby kita kan masih sangat kecil banget jadi ijinkan Abang saja yang keluar untuk cariin rujak buah yang kamu inginkan," bujuknya Ersam.


"Pak Ersam Arsenio Dewantara yang terhormat, saya itu hanya hamil dan ngidam bukan pasien penyakitan yang harus berdiam diri,bedrest ataupun rebahan mulu sampai capek," ujarnya Rasmi yang sudah berdiri dari duduknya.


"Sayang, istriku yang tercinta Rasmi Wulandari Nasution kalau begitu gimana kalau kita keluarnya barengan saja, karena saya tidak mungkin ijinkan kamu untuk pergi seorang diri dalam keadaan yang seperti ini," pungkasnya Ersam sambil meraih kunci, jasnya dan juga hpnya.


Awalnya Rasmi tidak ingin bertemu dengan suaminya itu, tapi mengingat dia sedang hamil dan ia termasuk seorang perempuan ibu hamil muda yang sangat manja dan tidak ingin berjauhan dari suaminya.


Rasmi tidak ingin seperti kehamilannya beberapa tahun silam dengan suami pertamanya yang selalu tidak ada disaat ia butuh seorang pria atau suami untuk memenuhi kebutuhan ngidamnya itu.


Ersam membuka pintu itu dengan penuh kasih sayang seperti seorang ratu saja. Rasmi tersenyum menyambut baik semua sikap romantis dan perhatian dari suaminya itu.


"Makasih banyak sayang," tutur Rasmi seraya mengecup sekilas pipinya Ersam.


Apa yang barusan dilakukan oleh Rasmi membuat hatinya Ersam sangat bahagia dan tidak menyangka istrinya akan bersikap seperti itu.

__ADS_1


"Sangat so sweet banget, tapi disini juga boleh enggak?!" Pintanya Ersam sambil menunjuk ke arah bibirnya itu.


Rasmi tanpa ragu segera mengecup bibirnya Ersam tanpa ragu sedikitpun. Ia mengalungkan tangannya ke lehernya Ersam lalu semakin memperdalam ciuuu maan nya itu. Sudut bibirnya Ersam tertarik ke atas membentuk senyuman yang sulit untuk dilihat, karena tertutupi oleh bibirnya Rasmi.


Ersam melingkarkan kedua tangannya di pinggang rampingnya Rasmi. Mereka melakukannya tepatnya di depan pintu ruangan klinik tanpa peduli dengan semua orang yang kebetulan berlalu lalang ditempat tersebut.


Erga dan Ridah yang kebetulan baru datang melihat keduanya, hingga refleks tangannya Erga menutupi kedua pasang matanya Ridah.


"Pak Erga aku bukan anak kecil kali, kenapa meski menutup mataku seperti ini," geramnya Ridah.


"Kamu itu masih kecil belum punya pasangan jadi pasti belum tahu apa yang sedang mereka lakukan,"


"Apanya aku gak bisa hanya ciuman saja kok, pasti aku bisa melakukannya, apa Bapak ingin praktek?!" Tatapan matanya Ridah penuh kelicikan untuk mengerjai Erga.


Erga semakin memundurkan langkahnya sedang Ridah semakin memajukan wajahnya ke arah Erga dengan tersenyum penuh licik dan penuh arti. Tapi, diluar kendali dan dugaan Ridah.


Erga menarik tengkuk lehernya Ridah, kemudian dengan gagah berani mee luuu maat bibirnya Ridah dengan kasar karena keduanya sama-sama belum pernah merasakan ciuman itu the best kissing firts.

__ADS_1


Jika kebaikan dibalas kejahatan maka itu adalah zhalim.


Tapi, jika kejahatan dibalas kebaikan itu adalah mulia dan terpuji.


__ADS_2