Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 70


__ADS_3

Mety tidak memakai hijabnya,ia hanya mengikat rambutnya dengan gaya seperti biasanya yang semakin membuatnya kelihatan manis dan cantik. Seorang gadis kampung mengadu nasib di ibu kota.


"Pakaiannya pasti mahal, kainnya sangat lembut dan semoga kekasihnya tidak marah jika aku ketahuan memakainya."


Apa yang dilakukan oleh Methy dilihat langsung oleh Erwin Aksa Mahmud yang membuat senyuman tersungging di sudut bibirnya itu.


Insiden yang terjadi semalam mengubah nasib dan garis tangan keempat orang itu. Ridah Khaerani Azizah Wijaya dengan Erga Prayoga Yudistira, Metty Putri Meutia Hatta serta Erwin Aksa Mahmud.


Ridah sakit hati dan kecewa dengan kejadian yang terjadi padanya. Tapi, ia sedikit bersyukur karena pria yang telah merenggut kee pee raaa waan nya itu bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya.


Walaupun kejadian itu, sepenuhnya bukan kesalahannya tapi, Erga dengan gentel dan gagah perkasa secara langsung melamar Ridah menjadi pendamping hidupnya sekaligus jadi istrinya dan menjadi ibu dari anak-anaknya.


"Abang serius kan dengan rencana dan niatnya Abang untuk melamarku langsung di kampung?" Tanyanya Ridah dengan menatap intens Ergi kekasihnya yang baru jadian beberapa menit yang lalu.


"Insha Allah… kalau tidak ada halangan hari sabtu Paman dan bibiku akan langsung ke sana," jawabnya Erga.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, aku sangat bahagia karena rencananya Abang untuk menghalalkan hubungan kita, saya takut hamil sebelum kita nikah Abang," ujarnya Ridah yang langsung menundukkan kepalanya karena agak malu dengan hal tersebut.


Erga mengangkat dagunya ke atas hingga tatapan mereka beradu," aku itu seriusan dan secepatnya akan menikahimu, semoga apa yang kamu takutkan tidak menjadi kenyataan dan kamu akan hamil setelah kita resmi menikah," tutur Erga sembari mengelus perutnya Ridah.


"Sudah aahh, aku mau pakaian entar semakin banyak karyawan lain yang datang dan apa yang kita lakukan ketahuan sama orang lain lagi," ketusnya Ridah segera ngacir berjalan tergesa-gesa ke arah dalam kamar ganti.


Erga hanya tersenyum simpul karena ia berniat untuk mengendus bau wangi shampo dan sabun dari tubuh dan rambutnya Ridah calon istrinya itu.

__ADS_1


"Setelah aku merasakannya untuk pertama kalinya ternyata sesuatu yang enak, pantesan Abang walaupun di kantor pengen gituan dengan Mbak Rasmi," gumamnya Erga.


Keduanya setelah berpakaian kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Erga mulai berjalan dari lantai je lantai untuk mengamati beberapa karyawannya. Sidak yang sering dilakukannya setiap hari. Tapi,baru hendak berpisah diujung jalan Ersam Arsenio Dewantara dan Istrinya Rasmi Wulandari Nasution sudah datang lebih awal.


Keduanya saling bertatapan satu sama lainnya ketika melihat apa yang terjadi. Erga merangkul tangannya Ridah begitu posesif.


"Suamiku!! Apa hari ini matahari sudah terbit disebelah barat enggak!?" Teriaknya Rasmi yang berpura-pura celingak-celinguk melihat sekitarnya.


Ersam tersenyum penuh arti," iya sepertinya kenyataannya gitu, pria yang selama ini tidak pernah aku lihat membicarakan masalah perempuan dan hari ini telah menggandeng tangan seorang perempuan dengan mesranya," candanya Ersam.


Ridah dan Erga segera melepaskan pegangan tangan keduanya, mereka menjadi salah tingkah dan grogi karena kedapatan oleh orang nomor satu di perusahaan tersebut.


Rasmi berjalan ke arah tengah-tengah Ridah dan Erga yang tadinya tanpa sekat dan pemisah ketika mereka berjalan sekarang semakin menjaga jarak.


"Apa ada yang ingin jujur padaku dengan apa yang terjadi pada kalian? Mbak Ridah sahabat baikku mungkin Mbak bisa bicara atau adik ipar ku bisa buka suaranya mungkin!?" Rasmi berjalan berkeliling mengelilingi dua anak muda yang dimabuk asmara itu.


"Apa menikah! Serius?!" Teriaknya Rasmi dengan terkejut mendengar perkataan dari Erga.


"Iya kakak ipar kami serius akan menikah dalam bulan ini, apa kalian merestui niat kami ini?"


Rasmi spontan memeluk tubuhnya Ridah,"Ya Allah… selamat Mbak saya sangat bahagia mendengarnya loh, tanpa kalian minta kami akan langsung merestui kalian berdua itupun rencana kami awalnya sudah punya rencana akan mendekatkan dan menjodohkan kalian berdua, tapi kalau seperti ini saya semakin bahagia atas kabar baik ini, tapi sayangnya saya enggak bisa datang melamar ikut dengan rombongan karena, saya sedang hamil," ucap Rasmi eksaitik banget menyambut rencananya Erga.


"Selamat dek, semoga rencananya diridhoi oleh Allah SWT, semuanya lancar hingga hari hnya dan juga malam pertamanya lancar, tapi sepertinya sudah ada bekal pengalamannya karena, sudah ada tanda bibirnya Ridah mungkin di lehernya Erga," kelakarnya Ersam yang tertawa terbahak-bahak melihat kissmark di lehernya Erga adik angkatnya itu.

__ADS_1


Ridah dan Rasmi segera mengarahkan pandangannya ke arah leher jenjangnya Erga yang melupakan hal terpenting yang terjadi beberapa jam yang lalu.


"Ya Allah… perempuannya ganas banget yah Abang sampai-sampai buat tanda sebesar ini, padahal aku tidak bisa loh buat tanda seperti itu dilehernya Abang," guraunya Rasmi yang ikut tertawa terbahak-bahak.


Ridah tak tahan digoda oleh kedua pasangan suami istri itu, hingga ia segera angkat kaki dari sana saking malunya dengan kejadian yang tidak terduga itu.


Rasmi dan Ersam segera meninggalkan Erga yang masih tidak mengerti dengan maksud dari keduanya itu. Raut wajahnya yang kebingungan dengan situasi yang terjadi.


"Ya Allah… kamu jago memenangkan tender proyek mahal tapi, masalah sekecil ini saja kalian tidak bisa paham," canda Ersam sambil menepuk pundaknya Erga lalu berjalan meninggalkan Erga.


Rasmi mulai hari ini kembali bekerja sebagai asisten pribadinya Rasmi. Mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan penuh kemesraan, Rasmi yang melihat Methy semakin lengket ke arah tubuh suaminya itu.


Rasmi mengerutkan keningnya melihat Metty terutama pakaian yang dipakainya itu," ini anak sebenarnya cantik apalagi berpakaian tertutup dan sopan seperti ini, kenapa aku merasa Methy ini perempuan yang baik-baik tapi, feelingku ada yang terjadi padanya sehingga berniat menjadi wanita penggoda," batinnya Rasmi.


Methy yang melihat kedatangan bos dan Ibu bosnya segera tersenyum ramah," selamat datang Tuan Ersam dan ia Bu Rasmi," sapanya Methy sscznhky Ersam sama sekali tidak tersenyum hanya menatap sinis ke arah Methy.


Rasmi yang melihat sikapnya Ersam yang dingin dan kaku itu langsung mencubit lengannya suaminya," aauh sakit!" Keluhnya Ersam seraya mengelus lembut lengannya itu.


"Makanya itu senyuman jangan terlalu dijual mahal, senyuman tipis kenapa, enggak rugi juga kali suamiku," dengusnya Rasmi.


Methy salah tingkah karena ditatap tajam oleh Ersam," ya Allah… kenapa Pak Ersam seperti itu sikapnya padaku apa karena kesalahanku dan khilafku selama ini sehingga pak Ersam perlakukan aku seperti ini," Methy membatin.


Walaupun sedikit pergerakannya terganggu karena dibagian intinya yang masih sering perih dan ngilu,Methy tetap bekerja konsisten dan profesional. Ia harus berusaha untuk melupakan kejadian beberapa jam lalu.

__ADS_1


"Ya Allah… semoga apa yang telah aku lakukan semalam, tidak ada yang curiga dan mengetahui kenyataan yang ada, jika hal itu terjadi tamatlah riwayatku, gimana dengan adik-adik dan ibu di kampung mereka berharap besar padaku," lirihnya Methy.


Erwin diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Methy," kamu sangat cantik memakai pakaian itu, sebenarnya pakaian itu aku beli khusus untukmu semoga kamu mulai detik ini merubah gaya berpakaianmu,"


__ADS_2