Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 83


__ADS_3

Erwin Aksa Mahmud dengan Reka Rahim terpaksa memenuhi ajakan dari istri dari pemilik perusahaan. Mereka tidak ingin gara-gara penolakannya akan berakhir dengan dipertaruhkan pekerjaan mereka berdua.


"Sepertinya begitu Bu, kami sudah mau balik ke perusahaan," balasnya Reka Rahim.


"Kenapa cepat banget baliknya, padahal masih banyak waktu istirahat, gimana kalau kita ngopi santai di dalam atau mungkin makan aku yang akan bayar kok kalian tenang saja, karena kalau cuma kami yang makan berdua saja sepertinya kesepian deh, jadi saya mengajak kalian untuk ikut gabung dengan kami dan satu hal saya tidak pengen dengar kata penolakan apapun dari kalian bertiga," tegasnya Rasmi yang sengaja melakukan hal itu.


Mereka sudah duduk di kursi masing-masing. Rasmi kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Mety kamu pesen apa? Ingat apapun yang pengen kamu makan makanlah kamu itu sedang hamil butuh nutrisi yang banyak dan asupan makanan yang bagus untuk perkembangan otak dan tubuh calon babymu oke," ujarnya Rasmi yang sesekali memandang ke arah Erwin.


"Terserah Ibu saja, menu makanan nya karena, saya orangnya enggak pilih-pilih makanan bu,selama saya hamil entah kenapa semua makanan yang saya lihat semuanya lezat," timpalnya Metty Putri Meutia Hatta.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah, kalau seperti itu kamu Reka gimana apa jangan-jangan kamu juga hamil atau ngidam mungkin?" Sarkasnya Rasmi Wulandari Nasution.


"Ehh hamil! Gimana caranya Bu bisa hamil gituan saja belum pernah, nikahi juga belum jadi ngidam jauh-jauh deh," celetuknya Reka.


"Saya kira kamu juga hamil, jangan mau hidupmu seperti Mety yang kasihan banget sudah direnggut mahkotanya dan dicicipi madunya tapi, lakinya gak mau tanggung jawab, kalau saya yah pasti akan maksa pria itu untuk tanggung jawab, jangan cuma suka celap celup seperti teh saja, tapi enggan untuk tanggung jawab," cibirnya Rasmi yang sedikit sudah tahu apa yang terjadi pada keduanya itu.


Erwin Aksa Mahmud yang mendengar cibiran dari Rasmi sedikit terkejut dan terganggu dengan hal demikian. Tetapi, ia segera berusaha menetralkan perasaannya dan mengontrolnya dengan sebaiknya agar tidak terbawa suasana yang diciptakan oleh Rasmi.


"Baguslah kalau sikapnya Reka seperti itu berarti aman untuk jadi perusak hubungannya Mety dengan Erwin mudah disingkirkan sebenarnya kalau seperti itu, karena nampaknya Erwin hanya bermain-main dengannya," batinnya Rasmi.


Mereka berbincang-bincang sambil menunggu pesanan makanan mereka yang cukup banyak.

__ADS_1


"Bu ngomong-ngomong sudah buncit perutnya tapi, masih aktif kerja bantu suaminya apa enggak lelah dan capek gitu?" Tanyanya Reka yang takjub melihat semangatnya Rasmi yang perutnya sudah tujuh bulan tapi, wara wiri di perusahaan dan bebas bergerak tanpa hambatan apapun.


"Alhamdulillah,saya orangnya gak bisa diam saja, jadi saya minta sama suami untuk tetap kerja supaya rasa bosan di rumah bisa hilang, coba kamu mikir makan, tidur, rebahan jalan disekitar rumah saja pasti jenuh, boring, suntuk seharian seperti itu-itu saja aktifitasnya apalagi orang yang hamil itu butuh kebahagiaan jika, tidak akan berpengaruh pada kondisi janinnya loh," ucapnya Rasmi panjang lebar.


"Betul sekali apa yang Ibu Rasmi katakan pikiran yang sehat dan perasaan tenang sangat bagus untuk perkembangan baby yang di kandung oleh seorang Ibu hamil, jadi sebisa mungkin suasana hati selalu dalam kondisi yang baik tidak boleh banyak pikiran, stres ataupun tertekan karena akan berakibat fatal pada calon bayi si Ibu," timpalnya Reka.


"Dengerin tuh Metty, jika kamu tertekan dan setres anakmu juga tumbuh kembangnya akan bermasalah, tapi ngomong-ngomong apa kamu mau dan siap jika aku cariin kamu pria yang bersedia menikahimu dan menjadikan kamu istrinya dan anak yang dalam perutmu jadi anaknya juga, mau gak? Kebetulan aku punya tetangga yang cari perempuan yang nasibnya seperti kamu," terangnya Rasmi lalu melirik sepintas ke arah Erwin.


Reka kembali mengeluarkan celetukannya," woo itu ide bagus loh Mety daripada nungguin pria itu sadar diri dari kesalahannya kamu nantinya brojol tanpa suami, kalau saya jadi kamu kenapa enggak terima saja, daripada nunggu pria itu bertanggungjawab boro-boro itu bisa terjadi," kesalnya Reka yang tersulut emosinya dengan keadaan yang menimpa Merty sekretarisnya Ersam Arsenio Dewantara CEO pimpinan tertinggi perusahaan READ Tbk.


"Reka good ide... salut dengan prinsip hidupnya Reka semoga Reka juga tidak mengulang kesalahan yang seperti dilakukan oleh Mety," imbuh Rasmi yang tersenyum penuh maksud.

__ADS_1


__ADS_2