Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 93


__ADS_3

"Thanks banget atas makanannya, rasanya pasti enak tapi, sayangnya aku enggak rela untuk memakannya,"


Ting…


Pesan itu sudah dikirim oleh Edi Firmansyah ke nomor whatshap Rieka Rahim. Rieka yang baru saja menyelesaikan sisa pekerjaannya merenggangkan kedua tangannya dan meluruskan otot-ototnya yang sempat kaku, karena terlalu lama duduk, segera meraih hpnya dari dalam laci meja kerjanya itu.


Rieka melihat ke sekitarnya, dia tidak melihat siapapun di sekitar lokasi area tempat kerjanya itu. Dia dengan tergesa-gesa membuka layar kunci hpnya tersebut. Hingga senyuman mampu terbit disudut bibirnya itu.


"Syukur Alhamdulillah… Mas Edi menyukai makanan yang khusus aku buatkan untuknya itu, tapi kok ngmongnya gak tega segala untuk makan makanan itu, apa yang terjadi?"


Rieka mengirim pesan balasan untuk Edi," kenapa enggak pengen dimakan, apa rasanya enggak enak atau ada penyedap rasanya yang kurang?"


Tingg…


Edi segera mengalihkan perhatiannya dari layar kaca komputer dari hadapannya itu.


"Saya terlalu suka jadi saking sukanya saya tidak mau makan," akhir chatnya diberikan emoticon love dengan senyuman yang mengembang.


Tiiing…


"Ohh gitu toh alasannya, saya kira karena rasanya, oiy ngomong-ngomong gimana kalau kita makan bareng saja, kebetulan aku baru selesai kerja nih belum sempat makan siang, gimana mau?"


Tiing…


"Oke, saya tunggu di pantri saja atau kafe perusahaan?"


"Kita di pantry sajae, malu gue dilihat sama yang lain,"


"Saya tunggu,"


Edi segera meninggalkan ruangan kerjanya sementara waktu, karena sudah jam istirahat.

__ADS_1


Waktu terus berlalu, hubungan pernikahan antara Ersam Arsenio Dewantara dengan istrinya Rasmi Wulandari Nasution, Ridah Khaerani Azizah Wijaya dengan suaminya Erga Prayoga Yudistira,Renata Annisa Kuswanto dengan Erick Aryanta Dewantara, serta pasangan pengantin baru Erwin Aksa Mahmud dengan istrinya Methy Putri Meutia Hatta semakin mesra dan harmonis saja.


Kehidupan mereka adem-adem ayem saja. Tidak ada hal yang bermasalah dalam hubungan pernikahan mereka. Perut dari istri-istri mereka pun semakin buncit saja.


Renata minggu ini menunggu kelahiran buah hati pertamanya dengan suaminya itu. Hampir enam tahun pernikahannya barulah tahun ini dikaruniai seorang capya anak. Sedangkan pendekatan demi pendekatan yang dilakukan Edi Firmansyah ke Rieka Rahim semakin memperlihatkan kemajuan yang bagus.


Kedua orang tua mereka masing-masing sudah merestui dan saling kenal satu sama lainnya. Mereka berharap agar keduanya segera melangsungkan pernikahan dan mengakhiri masa lajangnya tersebut.


Rasmi baru saja selesai membersihkan seluruh tubuhnya pagi itu, dengan perutnya yang sudah buncit lebih besar ukurannya dibanding dengan sahabat dan perut kakak iparnya itu membuatnya kadang kesulitan untuk bergerak di usia kandungannya sudah masuk bulan ke delapan.


Beberapa hari yang lalu sudah mengadakan syukuran tujuh bulanan calon babynya itu. Sekarang usia kandungannya sudah masuk bulan kedelapan itu.


Ersam juga sudah mengumumkan kepada dunia dan khalayak umum siapa pemilik perusahaan yang cukup diperhitungkan perkembangan dan kemajuannya yaitu perusahaan READ tbk atau Rasmi Ersam Arsenio Dewantara itu.


Ersam juga tak lupa memperkenalkan istri tercantik, tercintanya itu ke depan para tamu undangan yang turut hadir di acara tujuh bulanan istrinya itu.


Ersam yang melihat istrinya segar seperti itu segera berjalan menghampiri Rasmi, ia langsung memeluk dari belakang pinggangnya Rasmi lalu menangkupkan dagunya di ceruk leher jenjang istrinya yang tertutupi oleh rambutnya yang masih sesekali mengalir air bekas ia keramasnya.


"Abang bisa saja, aku tahu kalau Abang seperti ini pasti ada deh maunya," lmbuhnya Rasmi yang merasa kegelian akibat ulah dari tangan suaminya itu yang tersenyum tipis.


"Kau pasti selalu tahu apa yang Abang inginkan, apa boleh Abang minta itu sayang sebelumnya bang berangkat ke kantor?" Rengeknya Ersam yang bernada manja itu.


Entah kenapa Rasmi merasakan beberapa hari belakangan ini, suaminya nampak semakin lengket saja. Biasanya Ersam jika,makan siang di kantor tapi sudah seminggu ini selalu meminta untuk dimasakin makanan khusus buatan istrinya itu dan tidak akan makan makanan apapun jika bukan buatan Istri tercintanya.


Rasmi segera berbalik badan agar keduanya saling bertatapan satu dengan yang lainnya. Tanpa basa-basi dan ragu, Rasmi langsung menarik tengkuk lehernya Ersam lalu mulai meee luuu maaat bibirnya Ersam dengan penuh gaya iii raah yang dilandasi atas dasar cinta yang tulus dibalut dengan pernikahan yang suci.


Ersam semakin bahagia jika ia diperlakukan seperti itu oleh istrinya. Apalagi jika istrinya yang lebih mendominasi jalannya kegiatan mereka setiap hari nya. Tubuhnya yang lebih berbobot dan gendut tidak menyurutkan kemampuannya Rasmi di atas ranjang.


Rasmi memang memberikan yang terbaik untuk suaminya,agar kasih sayang dan cinta mereka tidak pernah pudar dan luntur sedikitpun itu. Rasmi akan melakukan apapun itu untuk kebahagiaan mereka termasuk hubungan yang lebih intim.


Pernikahan adalah ibadah yang paling terpanjang dalam kehidupan setiap insan manusia itu.

__ADS_1


Ersam menidurkan kepalanya Rasmi di atas lengannya sembari memainkan anak rambutnya Rasmi.


"Abang semakin sayang padamu, makasih banyak sudah diijinin untuk menengok kedua calon anakku," ujarnya Ersam yang seolah tidak pernah bosan untuk mengecup sekilas bibir dan keningnya Rasmi.


"Makasih banyak Abang, selama aku bisa dan mampu melaksanakannya, insha Allah aku akan memenuhi semua permintaan Abang," timpalnya Rasmi Wulandari Nasution.


Setelah menghabiskan waktu quality time bersama dengan istrinya itu,Ersam segera bersiap untuk ke kantor. Tapi, baru hendak ingin berpamitan kepada istrinya itu, hpnya berdering dan juga bergetar di dalam saku celananya itu.


"Sepertinya itu bunyi dering hpnya Abang coba diangkat," pintanya Rasmi yang memegang tas kerja suaminya itu.


Ersam segera merogoh sakunya itu dan memeriksa layar handphonenya. Ternyata yang menelponnya adalah kakak kandungnya yaitu Erick, tanpa menunggu lama ia segera menekan tombol hijau di layar hpnya itu.


"Abang Erick," cicitnya Ersam sebelum mengangkat telepon itu.


"Assalamualaikum Ersam, tolong segera ke rumah sakit," perintah abangnya itu.


"Waalaikum salam, apa yang terjadi pada Abang, apa Abang dan Mbak Renata baik-baik saja?" Tanyanya Ersam yang terkejut mendengar kata rumah sakit.


"Istriku Renata akan segera melahirkan, Abang cuma sendiri di sini karena kedua orang tuanya Renata belum balik dari Singapura," ujarnya Erick dari seberang telepon.


"Tunggu aku dan istriku Rasmi akan segera menyusul Abang," sahutnya Ersam


Pasangan suami istri itu, segera bersiap-siap ke rumah sakit. Rasmi tidak lupa juga mengajak asisten rumah tangganya itu yang kemungkinannya akan bisa membantunya.


"Bi Sari ikut aku yah ke rumah sakit, kebetulan kakak iparku akan segera melahirkan," pintanya Rasmi.


"Siap Nyonya," jawabnya Bi Sari.


Ersam dan Rasmi segera menuju rumah sakit khusus untuk ibu dan anak itu. Hanya butuh waktu yang singkat mereka sudah sampai di depan loby rumah sakit. Ersam segera menelpon abangnya untuk bertanya mereka berada di mana hingga pandangannya tidak tertuju pada Rasmi yang mengekor sedari tadi di belakangnya itu.


"Halo Abang saya sudah di depan Lo…"perkataannya terpotong karena mendengar suara teriakan seseorang yang sangat dikenalnya itu.

__ADS_1


"Aahh!! Abang Ersam!!" Jeritnya Rasmi.


__ADS_2