Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 31


__ADS_3

Rasmi diam-diam mengangumi wajah suaminya itu, dia dengan lembut mengelus setiap inci permukaan kulit wajahnya Ersam yang dalam keadaan tertidur itu.


Jantungnya tiba-tiba berdetak dag dig dug kencang hingga pasokan udara yang masuk ke dalam rongga hidungnya mampu membuatnya harus segera mengakhiri secepatnya kontak fisik dengan Ersam.


"Aku tidak boleh seperti ini terus, aku tak boleh jatuh kedalam pesona pria ini walaupun dia sudah resmi dan sah menjadi suamiku tapi, saya tidak tahu sampai kapan pernikahan kami bertahan lagian Abang Ersam juga belum tentu menyukaiku mungkin dia menikahiku karena kasihan saja," cicitnya Rasmi yang bergegas bangkit dari atas tubuhnya Ersam.


Kondisi Rasmi yang baring di atas tubuhnya Ersam membuatnya kelimpungan. Wajah mereka sangat dekat hingga hanya terkikis beberapa jarak centi meter saja. Deru nafasnya Ersam menghantam hidung mancungnya itu.


Rasmi refleks menyentuh hidung Ersam yang mancungnya seperti orang Eropa saja. Sentuhan lembut itu pindah dari hidung keatas yaitu tepatnya matanya yang memiliki bulu mata yang lentik seperti keturunan Arab.


"Ya Allah… kenapa wajah ini kembali hadir memenuhi rongga pikiranku setiap sendi nadiku apa aku mulai kembali jatuh cinta kedalam pesona pria yang dulu sempat terukir namanya dengan indah di relung hatiku yang terdalam,"


Perlahan Rasmi melepas pelukannya Ersam lalu menyelimuti seluruh tubuhnya Ersam dengan selimut," kok aku mencium bau alkohol yah, apa jangan-jangan Abang mabuk sehingga meracau tidak jelas seperti itu yah,"


Rasmi segera meninggalkan kamarnya Ersam karena baru tersadar jika ia harus segera bersiap-siap untuk beranggapan ke kantor karena, hari ini adalah hari pertama ia bekerja.


"Untungnya masih ada sisa makanan semalam di kulkas jadi sekedar dipanasin saja sudah jadi,"


Resmi bergerak cepat untuk mengambil makanan sarapannya di pagi itu. Rasmi makan dengan lahapnya.

__ADS_1


"Aku harus makan banyak karena sepertinya hari ini bakal akan sibuk banget apalagi hari pertama kerja dan aku harus menunjukkan bahwa aku layak bekerja diposisi sekarang ini,"


Rasmi hanya menyedu kopi yang sedikit pahit karena mengingat Ersam yang mabuk. Kopi kandungan kafeinnya katanya dapat menetralkan rasa alkohol dalam minuman yang sempat diminum.


Penampilan Rasmi kali ini sungguh sangat berbeda karena, dia ingin memperlihatkan pada orang yang telah sempat kemarin dengan terang-terangan meremehkan kemampuan dan skillnya.


Rasmi menaiki tunggangan kuda besinya itu dengan mengucapkan basmalah sebelum beraktifitas rutin," Bismillahirrahmanirrahim semoga kerjaannya hari ini lancar jaya.


"Selamat pagi Mbak Rasmi," tegurnya salah seorang dari security yang berjaga di depan pintu masuk lobi perusahaan.


Rasmi menghentikan laju langkah kakinya ketika mendengar sapaan dari seseorang," selamat pagi juga Pak,"


"Selamat datang di perusahaan Mbak semoga betah bekerja di sini," imbuhnya security itu lagi.


Rasmi disambut hangat oleh beberapa rekan kerjanya, ia pun memulai pekerjaannya sebagai sekretaris sesuai dengan arahan dari sekretaris senior di sana.


"Selamat Mbak Rasmi Anda terpilih menjadi sekretaris CEO, semoga betah bekerja di sini dan memperlihatkan kemampuan Anda dengan sebaiknya," ujarnya Mety sekretaris CEO sebelumnya tapi, sekarang menjadi sekretaris direktur utama.


"Makasih banyak atas petunjuknya Mbak, semoga saya bisa bekerja sesuai dengan ekspektasi kalian semua dan mohon bimbingannya," ucapnya Rasmi Wulandari sembari sedikit membungkukkan tubuhnya di depan Mety.

__ADS_1


Mety tersenyum tipis," sama-sama Mbak ini sudah tugas saya sesuai dengan perintah Pak Erga Proyoga jadi Mbak Rasmi santai saja," balasnya Mety.


"Pak Erga Prayoga!" Beonya Rasmi.


Baru saja ingin membuka suaranya lagi,Mety segera mengurungkan niatnya karena orang yang dimaksud sudah datang di tempat mereka berdua berdiri.


Keduanya sama-sama bersamaan menolehkan kepala mereka ke arah sumber suara.


"Selamat pagi Pak Erga," sapanya Mety.


Rasmi menaikkan jari telunjuknya untuk menunjuk ke arah Erga, tapi ia segera buru-buru menurunkannya.


Rasmi melongok tak percaya melihat pria yang menjadi atasannya yang ternyata adik angkat sekaligus sahabat suaminya itu, "Assalamualaikum warahmatullahi Pak Erga," ucap Rasmi yang tidak menyangka jika atasannya adalah pria yang pernah numpang makan,tidur dan mandi semalam di rumahnya itu yang pernah ia mintaki sewa bermalam.


Erga hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Rasmi," Mety apa kamu sudah menjelaskan dengan benar tugas dan tanggung jawabnya Rasmi di kantor?"


"Iya sudah pak," jawab Mety.


"Kalau begitu silahkan tinggalkan kami di sini karena aku masih ada urusan pekerjaan dengan Rasmi agar pekerjaan dihari pertamanya bekerja tidak terdapat kesalahan sedikit pun," terangnya Erga dengan tatapan dinginnya ke arah Mety.

__ADS_1


"Baik Pak,"


Erga pun mulai menjelaskan lebih detail lagi tugasnya Rasmi tanpa memberikan kesempatan dan waktu kepada Rasmi tentang siapa dan Ersam bekerja dimana.


__ADS_2