Garis Tanganku

Garis Tanganku
episode 4


__ADS_3

tidak terasa satu bulan Sudah Lisa Bekerja. Dan Semenjak itu Aku jarang sekali bertemu dengan Lisa. aku mengerti kesibukannya. Dan Bila Hari liburpun Lisa males banget Di ajak Keluar karena ingin istirahat. Biasa nya aku yang selalu mengunjungi Lisa ke tempat kost nya. Aku akan menghabiskan waktu seharian di Sana. Karena Selain Lisa Aku tidak punya teman lain. Ada sih teman teman di sekolah ku Dulu. tapi Aku tidak Dekat dengan mereka.


selama Lisa sibuk Bekerja Aku juga punya kesibukan baru. ngobrol Ngalur ngidul dengan dedi. setelah sekian lama kami Ngobrol tidak Bisa kupungkiri hati ini merasa nyaman dengan nya. walaupun dedi tidak pernah lagi mengungkapkan perasaan nya Padaku, tapi kami sudah seperti sepasang kekasih.


seperti saat ini Dia mengirimkanku pesan hanya untuk menanyakan kabarku .


"hi ren, gi Apa? " Pesan Dari dedi


"Lagi mikirin kamu"jawabku asal


"hmm.. Pantas saja jantungku Terus Saja berdebar, ternyata Ada gadis cantik yang sedang mikirin aku" balas nya


"yang benar? mungkin Ada cewek lain yang mikirin kamu. Makanya hatimu berdebar "


"cuma kamu yang bisa buat hatiku berdebar ren"


"gombalanmu kamu" Kataku dengan emoji wajah yang sedang manyun


"gak percaya? "


"enggak"


"ya udah kalau kamu gak percaya sekarang aku kerumahmu. kamu Belah dadaku, Disitu hanya ada namamu" balasnya lagi


"apaan sich. gak Lucu tau". walaupun sebenarnya wajahku memerah membaca pesannya. untung saja Saat ini Dia tidak ada di sampingku.


"he.... pisss"


"oh ya ren, Aku dengar sekarang Lisa Udah kerja ya? "Katanya berusaha mengalihkan pembicaraan.


"he em" jawabku singkat


"Jadi kamu kesepian dong di tinggal sendiri"


"he em" jawabku lagi


"kenapa kamu Gak kuliah aja Di ren. kamu Bisa kuliah dia kampusku, dengan begitu kita bisa Bertemu setiap hari. Dan kamu gak akan kesepian lagi"


"gak Mau ah, ntar ada yang marah lagi kalau aku Dekat Dekat dengan kamu"


"gak bakalan Ada yang Marah sayang"


"Apa? tadi kamu manggil apa?" .sebenarnya aku senang dedi manggilku dengan panggilan sayang. Tapi Aku Ingin menggodanya. seolah olah Aku marah dengan panggilan itu.


"he... maksudku reni. jangan marah ke aku dong. marahin nih jari Tangan Aku yang ngetik seenaknya"


"Gimana? kamu mau kan kuliah dia Kampus ku? " Tanya dedi lagi.


"aku pikir pikir Dulu deh"


"hmm... baiklah " dedi membalas pesanku dengan emoji sedih


"ren, Aku masih ada Mata kuliah lagi. kita sambung nanti lagi ya" Tambah nya.


"OK. selamat belajar ya" balasku


"Terimakasih "


Aku senyum senyum sendiri mengingat obrolan kami tadi. tapi Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku. bagaimana Kalau Lisa tahu aku Dekat dengan dedi? Aku takut Kalau Lisa juga menyukai dedi. Dan aku takut Kalau hal itu akan merusak persahabat kami. Aku terlalu sibuk dengan pemikiranku sendiri, sampai Aku tidak menyadari Kalau mama udah duduk di dekatku

__ADS_1


"anak mama kenapa? Kok sepertinya Ada yang sedang difikirkan? cerita dong Sama mama. Siapa tahu mama Bisa bantu".


Aku kaget menyadari keberadaan mama. sejak Kapan mama Ada disini ya? fikirku dalam hati.


"gak mikir Apa apa Kok ma" jawabku sambil menggaruk garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.


"begitu ya" Jawab mama yang sepertinya masih penasaran dengan jawabanku.


"Ma.. "


"ya sayang"


"reni Pengen kuliah"


"apa mama gak salah dengar? " mama memandangku dengan wajah bahagia


"mama... " jawabku dengan wajah kesal mendengar jawaban mama


"sayang, mama senang sekali mendengar kamu mau kuliah. papa juga pasti akan senang mendengarnya. Boleh mama tau kenapa kamu berubah fikiran? " mama kembali memandangku dengan pandangan seorang ibu yang penuh Kasih sayang.


"sekarang Lisa udah kerja.sementara reni belum juga mendapatkan panggilan pekerjaan. reni Bosan Di rumah ma" jawabku.


"Alhamdulillah "


"terus Kapan rencananya kamu mau kuliah sayang? "Tanya mama lagi


"secepatnya ma" jawabku singkat


"Okelah Kalau begitu. kamu lanjutin melamunnya, mama mau bantuin bibik Di dapur Dulu ya" Jawab mama dengan senyumnya yang mengatakan.


"mama apaan sih. Siapa juga yang melamun" jawabku dengan wajah kesal. Tapi mama udah keburu pergi kedapur. Dan sepeninggalnya mama Aku kembali dengan pemikiranku sendiri. aku sudah memutuskan untuk cerita semuanya ke Lisa. selama ini tidak ada yang aku sembunyikan Dari Lisa. begitu juga sebaliknya. kami selalu cerita semua yang kami rasakan. Aku akan katakan pada lisa jika Aku Ingin kuliah. Aku yakin lisa gak akan keberatan. Dan aku juga akan cerita tentang kedekatanku dengan dedi. tapi apa Lisa akan senang mendengarnya ? bagaimana jika Lisa marah karena ternyata Dia juga menyukai dedi? apa yang harus aku lakukan? haruskah aku mengorbankan perasaanku yang sudah mulai menyukai dedi? atau persahabatan ku yang sudah terjalin dari bangku sekolah?


"aaakkhhrrg" Aku mengacak Acak rambutku. aku benar benar bingung. harus bagaimana.akhirnya aku memutuskan beranjak kekamar Dan membanting badanku Di kasur.


hari ini hari minggu seperti Biasa Aku akan mengunjungi sahabatku Lisa. pagi pagi sekali Aku Sudah bersiap untuk berangkat. sebelum Kenal kost nya Lisa aku akan Mampir untuk membeli bekal yang akan kami nikmati sepanjang hari nanti.


"bik, mama Sama papa mana? " tanyaku karena aku tidak melihat mama Dan papa


"tuan Dan nyonya sepertinya masih di dalam kamar non" Kata bibik yang juga belum melihat keberadaan tuan Dan nyonya nya.


"oooh"


"ya udah bik, nanti Kalau mama papa nanya bilang Kalau saya jumpai Lisa ya"kata ku.


"baik non. hati hati dijalan ya non"


"Terimakasih bik" jawabku sambil berjalan pergi.


setelah membeli makanan Dan minuman buat aku Dan Lisa, Aku melajukan mobilku ke kost nya Lisa. hatiku terus saja berdebar debar memikirkan reaksi Lisa jika tahu hubungan ku dengan dedi. Dan aku terus berfikir menyusun Kata kata untuk menyampaikannya ke Lisa. Tanpa kusadari Aku Sudah sampai di tujuanku. lama aku diam dirumah dalam mobil menata hatiku yang cemas. sampai Tiba Tiba ponselku Berbunyi.


"halo" Kataku setelah aku melihat Siapa yang menghubungiku. untung saja aku masih di dalam Mobil fikirku.


"Lagi Ngapain ren? " kalau kamu lagi gak sibuk Aku Pengen ngajak kamu keluar" kata orang yang di seberang telephone.


"Maaf banget ded, sepertinya aku tidak bisa Hari ini"


"kenapa? apa kamu Sudah Ada janji dengan yang lain? " Tanya nya dengan Nada sedih bercampur kecewa


"Hari ini Aku Ingin ketemu Lisa. kamu kan tahu sendiri Kalau sekarang Lisa sudah bekerja. aku hanya Bisa ketemu dengan Dia hanya di Hari Libur saja. ini juga aku udah Di Depan kost nya lisa" aku berusaha menjelaskan agar dedi tidak salah paham.

__ADS_1


"Ooohh.. " hanya itu jawaban yang ku dapat.


"Tapi kamu tenang Saja, mulai Besok aku akan Terus mengganggumu sepanjang hari"kataku


"Maksud mu? "


"Aku Sudah memutuskan untuk kuliah. Dan aku juga sudah mendaftar Di Kampus yang Sama denganmu. itu artinya kamu harus Siap Siap terganggu dengan kehadiranku".jawabku dengan Harapan bisa sedikit mengobati kekecewaannya karena tidak bisa Bertemu denganku hari ini.


"benarkah?" Tanya nya dengan antusias.


"he em" jawabku singkat


"apakah kamu keberatan? " tanyaku pura pura Marah.


"tentu saja aku akan Sangat bahagia. itu artinya Aku Bisa memandangmu sepuasnya setiap hari" jawabnya sambil tertawa .


"ded, Boleh Aku bertanya? "


"tentu"


"selama kita sekolah Dulu, menurut kamu lisa punya perasaan special gak sih ke kamu? "


"kenapa kamu bertanya seperti itu? "


"aku merasa Kalau lisa menyukai kamu"


"Maksud kamu? " dedi bertanya seolah olah tidak mengerti


"setiap kali kamu gabung denganku Dan Lisa, Aku melihat Lisa selalu curi curi pandang ke kamu. Dia Seperti Ingin mencari perhatian kamu. apakah kamu tidak menyadarinya? "


"terkadang Aku juga berfikir Kalau Lisa menyukai ku. Tapi Aku tidak pernah ambil pusing. Lisa itu kan sahabatmu Dan Dia tahu Kalau hatiku hanya untukmu"


"Tapi bagaimana Kalau Lisa benar benar mencintaimu"tanya ku lagi


"apa nya yang bagaimana? "


"selama ini Aku tidak pernah menyembunyikan apapun dari sahabatku. Hari ini aku ingin mengatakan tentang kedekatanku denganmu padanya. tapi Aku takut Kalau Lisa akan membenciku karena Lisa juga mencintaimu. Aku Gak Bisa Kalau harus kehilangan sahabatku " Kataku dengan Nada sedih


"Apa itu artinya kamu Lebih memilih kehilangan aku? " Tanya dedi dengan Nada datar


" kenapa kamu bertanya seperti itu. Aku Butuh jawaban bukan pertanyaan" Kataku kesal


"ren, Aku tahu ini mungkin sulit buat kamu. tapi Aku yakin jika Lisa benar benar menganggapmu sebagai sahabatnya, Dia pasti akan selalu mendukung sahabatnya." Aku hanya Terdiam mendengarkan Kata Kata dedi.


"mungkin Dulu kamu belum bisa menerimaku, Dan Lisa berharap bisa menggantikan Namamu Di hatiku.tapi saat ini kamu sudah membuka hatimu untukku,dan Lisa tahu dari Dulu Di hatiku hanya ada Namamu. Jadi Lisa tidak punya alasan untuk Marah Padamu. " dedi berusaha menenangkan.


"hmm... begitu ya" hanya itu Kata yang bisa ku ucapkan.


" ya sudah, sebaiknya sekarang kamu Turun Dari Mobil Dan jumpai sahabatmu itu. atau kalau tidak aku akan ke Sana Dan menculikmu" kata dedi berusaha mencarikan Susana .


"itu sih Mau nya kamu" kataku


"Udah Sana. sampai jumpa Besok gadisku"


"hmm.. "


"he... sampaikan salamku buat Lisa ya. semoga dia selalu sukses"


"tutup telephone nya ded, Gimana aku bisa ketemu Lisa kalau kamu Ngomong terus" Kataku pura pura marah.

__ADS_1


"Siap Nona cantik. ingat ya Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu" .belum sempat aku membalas kata Katanya dedi Sudah memutuskan sambungan telephone kami. Dan aku hanya Bisa senyum senyum sendiri.


baiklah, sekarang aku sudah Siap. Aku harus mengatakan semuanya Pada lisa. apapun yang terjadi nanti akan meyakinkan nanti. Kataku dalam hati. semangat reni.


__ADS_2