
Tidak jauh dari sana,hpnya Ersam berdering lalu telponnya diangkat oleh seorang pria.
"Maaf Pak ini hp saya temukan tergeletak di atas lantai,apa Bapak pemilik hp ini?" Tanyanya.
"Benar sekali pak,saya tunggu Bapak di depan ruang operasi khusus ibu dan anak yah sekarang ini juga," tukasnya Erick.
Berselang beberapa menit kemudian, Pria yang mendapatkan hpnya Ersam adalah seorang penjaga parkiran mobil yang berada di sekitar tempat insiden itu berlangsung.
"Apa Anda yang punya ini hp?" Tanya pria yang cukup masih muda itu sembari menyodorkan hp milik Ersam.
Ersam segera meraih hpnya itu tanpa ragu, Erick segera memberi beberapa lembar uang ke dalam tangan pria itu.
Pria itu menatap ke arah genggaman tangannya yang ditarik paksa oleh Erick," maaf Pak maksudnya ini apa? Kenapa meski saya diberikan uang ini? Padahal saya ikhlas membantu Bapak dan sebenarnya saya ingin mengatakan jika perempuan yang terjatuh yang hamil berjalan di belakang Bapak didorong oleh seorang wanita yang berbaju cokelat dan Mbak itu segera kabur setelah bumil itu terjatuh," ungkap pria itu lagi.
Ersam segera menghubungi nomor hpnya Erga Prayoga Yudistira," halo, Erga tolong retas cctv di rumah sakit swasta XX di ruangan yang tidak jauh dari ruangan operasi khusus KIA!" Perintahnya Ersam.
__ADS_1
Ersam kemudian mematikan sambungan teleponnya itu tanpa mengucap apa-apa lagi. Dia menggenggam erat kepalan tangannya itu dengan sangat kuat.
"Kamu dapat peroleh asisten rumah tanggamu itu dari mana? Coba kamu cek ke yayasan tersebut karena, menurut aku ada yang aneh dengan art itu," ungkapnya Erick.
Ersam segera menghubungi nomor hp yayasan, ia kembali terkejut mendengar perkataan dari ibu yayasan sekaligus pemiliknya.
"Apa!! Itu tidak mungkin Bu, sedangkan wanita itu mengatakan kepada kami, bahwa ibu yang perintahkan bekerja di rumahku dan surat tugasnya ada sama saya kok bu," sanggahnya Ersam.
Ersam semakin geram dan amarahnya sudah berada dipuncak ubun-ubunnya sehingga kedua bola matanya itu memerah menahan emosinya yang sudah berada di ambang batas.
"Oke makasih Bu," Ersam menendang tempat sampah yang kebetulan berada di depannya itu.
"Ternyata perempuan itu bukan art yang dikirim oleh yayasan tempat aku mencari pembantu, katanya mereka tidak mengirimkan lagi orang kepadaku karena ada yang mendatanginya jika,saya yang menyuruhnya untuk membatalkan permintaan saya itu." Jelas Ersam.
"Cepat hubungi pengacara dan kapten Yunus karena, ini sudah termasuk kejahatan berencana, makasih banyak Pak atas bantuannya dan tidak infonya mungkin kedepannya kami akan membutuhkan bantuan Bapak jadi saya minta tolong nomor hpnya Bapak," ujar Erick.
__ADS_1
"Siap Pak,kapanpun saya akan membantu Bapak, makasih banyak atas uangnya pak saya sangat berterima kasih pada kalian,"
"Tidak apa-apa dan nanti adik ku pasti akan menambah uang terima kasih kami jika, penjahatnya tertangkap,"
"Alhamdulillah,"
Berselang beberapa menit kemudian, Ersam dan Erick menemukan pelakunya. Ersam geram hingga hampir saja membunuh orang di dalam sebuah ruangan tidak jauh dari rumah sakit.
"aku akan menghancurkan hidupmu, gara-garan kamu istriku dalam keadaan bahaya untungnya kedua anak kembarku selamat dan juga istriku jika tidak!" geramnya Ersam sambil menarik tangannya perempuan yang dianggap asisten rumah tangganya itu.
"Ersam stop! jangan bertindak gegabah, pihak kepolisian sudah datang kasus ini kakak sudah laporkan, jadi jangan kotori tanganmu dengan darah kotor mereka," cegahnya Erik kakaknya Ersam.
Keduanya segera menyelesaikan pekerjaannya dengan polisi. Ersam dan Erik kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi istri mereka masing-masing.
Renata melahirkan anak perempuan yang sangat cantik diberi nama Aqilah Maulida Alina dengan lahir secara secar. Renata cukup kuat dan sabar menghadapi persalinannya itu.
__ADS_1
Sedangkan Rasmi pun tergolong karena berkat kebaikan dan pertolongannya Allah sehingga Rasmi Wulandari Nasution melahirkan anaknya dengan Cesar walupun bukan bulannya akibat adanya insiden kecelakaan hampir terbunuh.
Rasmi sudah melewati masa kritisnya, kedua bayi kembarnya sudah berada di dalam inkubator. Rasmi melahirkan dua bayi sekaligus yang diberi nama Zaidan Arsenio Ersam dan Zika Ayuna Arsenio Dewantara.