Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 41


__ADS_3

Ersam Arsenio Dewantara segera membuka pesan chatnya dan betapa bahagianya melihat Rasmi yang tersenyum bahagia.


"Rasmi Abang sangat merindukan dirimu, andai bisa Abang ingin sekali memeluk dirimu, Abang sangat merindukanmu," air matanya Ersam kembali menetes membasahi wajahnya.


"Maaf Mbak kayaknya gak bisa, aku ada jawdal ziarah ke makam anakku, insya Allah… lain kali saja aku datang ke rumahnya Mbak, ga apa-apa kan?"


Rasmi masih melanjutkan ketikannya seraya menerima telpon dari Renata dan hal itu sama sekali tidak menggangu aktivitasnya.


Rasmi segera menyudahi acara telponnya dengan Renata perempuan yang tidak pernah disangkanya adalah kakak iparnya sendiri.


"Selamat sore Rasmi," sapanya Ergi Prayoga Yudistira.


Rasmi segera berdiri dari tempat duduknya," selamat siang juga Pak Erga," balasnya Rasmi.


"Hari ini kamu temani aku acara meeting dengan klien dari luar negeri,apa kamu bersedia?" Harapnya Erga.

__ADS_1


"Saya selalu siap pak, apa alasan saya harus menolak keinginan dari atasan saya dan kemungkinan besarnya jika saya menolaknya itu sama saja dengan menentang aturan perusahaan yang akan berujung dengan pemecatan," jelas Rasmi Wulandari.


"Kalau gitu bersiaplah, kita akan berangkat beberapa menit lagi dari sekarang," imbuh Erga.


Baru saja Rasmi ingin berdiri dari duduknya karena, berencana akan bersiap untuk berganti pakaian. Hendy tiba-tiba datang.


"Sepertinya ada seseorang yang hubungannya semakin dekat saja, pantesan aku yang berniat untuk mendekatinya malah menghindar karena ternyata apa yang sekarang ia dekati memiliki jabatan dan posisi yang cukup tinggi di perusahaan," sarkasnya Hendy Setiono.


Rasmi yang mendengar cibiran dari Hendy, tidak berniat untuk meladeni ataupun membalas perkataan kasar itu. Rasmi hanya meraih tasnya lalu berjalan ke arah toilet.


"Dasar perempuan matrealistis, saya kira perempuan baik-baik ternyata hanya perempuan yang bertopeng tipuannya di balik wajahnya yang cantik dan sok sederhana tapi munafik itu," cibirnya Hendy.


Ridah bertepuk tangan dengan gemuruh sambil tertawa terbahak-bahak," bagus banget, aku puji kemampuan Pak Hendy Setiono yang terhormat! Ternyata seperti ini yah balasan bagi perempuan yang sama sekali tidak menggubris perasaan dan cintanya, tapi semua itu perlu dipertanyakan juga sih kebenarannya jangan sampai hanya menjadikan Rasmi sebagai koleksi nama-nama gadis yang akan hancur masa depannya, sayangnya Rasmi bukan perempuan yang mudah tergoda dan tergiur dengan harta kekayaan jadi Anda salah orang jika ingin menjadikan Rasmi sebagai korban berikutnya," hinanya Ridah.


Betapa terkejutnya Hendy setelah mendengar semua perkataan dari Ridah Mayang Khaerunnisha apa yang selama ini menjadi kebiasaannya. Raut wajahnya pucat pasi, peluh keringat mulai menetes di pipinya itu. Ketakutan itu mulai terpancar dari mimik wajahnya.

__ADS_1


"Panik yah, takut yah dan kamu pasti bertanya-tanya kenapa bisa aku tahu semuanya bahkan aku tahu juga siapa-siapa namanya dan siapa wanita yang sudah menggugurkan kandungannya karena kamu tidak mau bertanggung jawab!" Ketusnya Ridah.


"Itu tidak benar, kamu sengaja memfitnahku kan?" Hendy mulai ketakutan dan cemas karena awalnya tidak ada orang yang mendengar perdebatan mereka sekarang orang-orang berdatangan karena Ridah merekam semua adegan itu lalu mengirimnya di grup WA perusahaan.


Keadaan semakin kondusif, Rasmi menarik tangannya Ridah untuk segera pergi dari tempat itu.


"Ridah cukup, aku yakin dia tidak akan berani lagi mengusik ketenangan hidupku jika ia masih berani maka akan mengetahui siapa Rasmi sebenarnya, satu hal yang perlu Bapak Hendy tahu jika saya sudah punya suami yang jauh lebih ganteng dan lebih kaya dari Anda jadi hilangkan pikiran picik, jika saya akan menggoda pria lain apalagi dengan Anda," geramnya Rasmi lalu segera meninggalkan tempat itu.


Bukan hanya Ridah yang terkejut dengan perkataan dari Rasmi tapi, semua orang yang kebetulan berada di dalam tempat itu cukup terkejut. Mereka tidak menduga jika, dia sudah punya suami. Muncullah beberapa macam spekulasi dan dugaan yang bermacam-macam.


"Kamu sudah menikah?" Tanyanya Ridah yang mengejar Rasmi yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Nanti aku akan jelaskan, aku harus buru-buru mau temani Pak Erga untuk meeting dengan klien dari Jepan!" Teriaknya Rasmi yang sudah berjalan cepat karena Erga sudah menunggunya di tempat parkiran.


Niat awalnya itu untuk mengganti pakaiannya dan juga riasan makeup nya, tapi gara-gara ulahnya Hendy sang pria casanova gadungan itu sehingga, apa yang seharusnya Ia kerjakan batal.

__ADS_1


"Anak itu cepat banget lepas masa jandanya sedangkan saya sekalipun belum nikah juga, oh Tuhan tolonglah hambaMu ini siapakah jodoh yang terbaik untukku!" batinnya Ridha menjerit.


Ridah pusing ketika pulang kampung, semua anggota keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah. Hal itu terjadi, karena kedua adiknya sudah menikah sedangkan dia anak pertama belum menikah juga hingga detik ini.


__ADS_2