Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 97


__ADS_3

Mety berbaring di atas pangkuan suaminya itu sambil bermain hp. Ridah dan Erwin Aksa Mahmud sama sekali tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh Methy mengingat istrinya itu sedang hamil lima bulan anak pertama kedua pasangan pengantin baru itu.


"Maaf sebelumnya Ras, bukannya saya gimana-gimana gitu dengan ibu tiri suamimu, secara masih muda seumuran dengan kita semua, kedua pernah aku dengar isu kabar jika dia itu adalah kekasih lamanya Tuan Muda Ersam Arsenio Dewantara, maaf yah sebelumnya bukan saya sengaja mengorek,kepo ataupun ikut campur kehidupan rumah tangga kalian tapi, entah kenapa feelingku mengatakan jika kejadian ini berhubungan langsung dan berkaitan dengan dia, tapi aku berharap semoga saja firasatku salah," ucapnya Ridah sahabat terbaiknya Rasmi Wulandari Nasution.


Rasmi gugup,kecewa, marah dan benci pada dirinya sendiri karena hal sebesar itu tidak diketahuinya dari mulut suaminya langsung. Rasmi berusaha tampak tenang, tidak memperlihatkan kekecewaannya di depan orang lain dan berusaha menetralkan perasaannya yang kacau balau dan galau itu gegana.


Kenapa Abang Ersam tidak berbicara jujur padaku selama ini, pantesan ibu Riana Trisna Wati tidak menyukaiku sewaktu kami bertemu dulu waktu di rumahnya Kakek dan neneknya Abang, ooh ternyata seperti itu kejadiannya. Andaikan aku tahu sedari dulu aku pasti akan bersikap tegas terhadap perempuan matre, jahat, rakus seperti dia.


Pintu segera terbuka lebar dan masuklah Ersam dan Erga dengan raut wajah yang sulit terbaca. Ridah, Rasmi dan kedua yang lainnnya mengalihkan pandangannya ke arah pintu bercat putih gading itu terbuka lebar.


"Apa yang Ridah katakan benar adanya pelaku dan otak kejadian yang menimpamu adalah karena ketiga perempuan lucknut tersebut yaitu pembantu baru kita Mbak Ani, Riana perempuan yang selalu aku sesali bisa jatuh cinta padanya ketika aku hancur tidak menemukan dirimu waktu itu dan juga seorang dokter wanita yang bego terobsesi padaku bernama Dokter Amel Alvi Damayanti, merekalah pelakunya dan Alhamdulillah ketiga orang itu sudah ditangkap oleh polisi dan siap menerima hukumannya masing-masing!" Ungkap Ersam dengan tegas dan lugas sambil duduk di sampingnya Rasmi yang hanya terdiam saja.


Rasmi seolah enggan menanggapi semua perkataan dan penjelasan dari suaminya itu. Dia kalau boleh jujur ia sangat jengkel, kesal, kecewa dan marah karena mendengar kabar penting seperti itu dari orang lain. Akhirnya ia memilih untuk diam saja dan tidak menggubris perkataan dari suaminya itu. Hanya tatapan matanya yang menyiratkan jika ia tidak menyukai keadaan yang terjadi.


"Alhamdulillah kalau mereka sudah ditangkap oleh polisi Pak Ersam, saya tidak menyangka jika mereka berwajah cantik tapi hati busuk, orang yang kita lihat sehari-hari baik ternyata menyimpan keburukan dan kebusukan dalam hati dan pikirannya itu," imbuhnya Metty yang ikut menimpali percakapan mereka.


"Jangan biarkan mereka mudah lepas dari hukuman ini usahakan berikan hukuman seberat-beratnya untuk ketiga wanita bejak dan brengsek tersebut, biarkan mereka merasakan apa itu penjara!" Kesalnya Ridah.


"Makanya aku lebih baik cari istri dari desa yang pasti ayu dan cantik dan hatinya baik dan mulia lagi seperti kamu Metty yang cantik aduhai," pujinya Erwin sambil memeluk tubuhnya Metty dari arah belakang dengan posesif di depan orang banyak yang hanya berjumlah enam orang itu.


Ridah Khaerani Azizah Wijaya dengan suaminya Erga Prayoga Yudistira,Renata Annisa Kuswanto dengan Erick Aryanta Dewantara, serta pasangan pengantin baru Erwin Aksa Mahmud dengan istrinya Methy Putri Meutia Hatta menjadi saksi bisu dari keterangan yang dijelaskan oleh Ersam Arsenio Dewantara.

__ADS_1


"Kamu yah dimana-mana seperti ini selalu bermesraan tak kenal tempat dan waktu saja!" Cibirnya Ridah kakak sepupunya Erwin.


"Harus itu Mbak keromantisan harus kami tunjukkan kepada orang lain jika kami ini bahagia," tukasnya Erwin.


Ersam menyadari jika Istrinya dalam keadaan yang tidak baik saja. Ersam pun memberikan kode kepada Erga dan Ridah untuk meninggalkan tempat tersebut.


Keempatnya pun mengerti dengan arti kode tersebut sehingga sadar diri dan segera berpamitan untuk undur diri dari hadapan kedua pasangan suami istri yang seperti ada kendala dari keduanya itu.


"Rasmi kami pamit pulang dulu ya, insya Allah kamu dan kedua jagoan kecil segera pulih dan pulang ke rumah, kami sangat menantikan kehadiran kalian akan hal itu," ucapnya Ridah sambil cipika cipiki dengan Rasmi yang terpaksa tersenyum.


Mereka pun kembali berduaan didalam kamar perawatan VVIP tempatnya Rasmi dirawat.


"Tolong jangan sentuh tanganku, saya tidak suka jika Abang berbohong padaku, Abang apa artinya aku dihati dan di dalam hidupnya Abang kenapa masalah sebesar ini Abang tutupi, kenapa!?" Teriaknya Rasmi dengan meluapkan segala emosinya yang tertahan sejak tadi.


Rasmi menatap jengah ke arah suaminya itu dengan tatapan membunuhnya yang berbeds seperti biasanya. Ersam kemudian berlutut di hadapan Rasmi yang tidak melihatnya sedikitpun.


"Abang memang salah disini, Abang terlalu takut jika kamu mengetahui segalanya dan marah, benci dan menjauhi Abang ini yang aku takutkan, aku mohon maafkan atas kesalahanku ini, aku mohon dengarkan aku jangan seperti ini Rasmi aku tidak bisa hidup tanpamu, aku yang salah karena disaat aku terpuruk jatuh kedalam kubangan penyesalan dan kerinduan wanita luknut itu datang membawa sejuta asa dan harapan dan ternyata dia menikamku dan menusukku dengan menikahi Papa,tapi semoga papa bisa mengambil sikap atas kesalahan istri tersayangnya dan segera menceraikan istrinya itu!" Harapnya Ersam dengan masih berlutut di depan istrinya perempuan yang sangat dicintainya setulus hatinya sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas.


Rasmi menitikkan air matanya itu, ia tidak menyangka jika suaminya itu terluka dan terpuruk atas Perpisahannya dulu. Rasmi tersedu-sedu meratapi kesalahannya. Ersam segera memeluk tubuhnya Rasmi yang bergetar dalam tangisnya itu.


"Hiks… hiks Abang maafkan Rasmi yang sudah curiga dan meragukan kesetiaan Abang padaku, aku tidak sanggup mendengar jika Abang pernah mencintai perempuan lain," keluhnya Rasmi yang semakin menangis dalam pelukannya Ersam.

__ADS_1


"Maafkan Abang dan aku berjanji ini terakhir kalinya kamu menangis Abang tidak akan ijinkan kamu untuk terluka dan sedih kembali lagi ini janjiku padamu, kehadiran kedua anak kembar kita sayang,"


Keduanya saling menautkan kedua bibir mereka masing-masing. Hingga Ersam mulai terpancing untuk meee luuu maaat bibirnya kenyalnya Rasmi.


Rasmi yang terbuai dalam lautan kelembutan dari perhatian dan perilaku Ersam mampu membuat keduanya lupa.


"Stop Abang saya baru selesai operasi loh, masih harus puasa beberapa minggu kedepannya," ucapnya Rasmi dengan malu.


Keduanya tersenyum penuh bahagia karena permasalahan mereka akhirnya teratasi dengan baik.


Keesokan harinya, pak Arga Dewantara papa kandungnya Ersam menggugat cerai istri penjahatnya itu tanpa ampun karena tidak memberikan sepeserpun harta gono gini mengingat kejahatan yang diperbuatnya itu dan mereka tidak memiliki anak. Sehingga pengacara bisa melangsungkan hal tersebut dengan lancar.


Satu bulan kemudian,Rasmi sudah pulang ke rumahnya dan kedua bayi mungilnya. Acara aqiqahan pun berlangsung. pemotongan rambut pertama anaknya sedang berlangsung.


"Syukur Alhamdulillah... istriku sudah sehat, kedua anakku tumbuh dan berkembang dengan normal, hari ini kami mengadakan syukuran aqiqah kedua baby kembar kami." ucapnya Ersam penuh kebahagiaan berdampingan dengan Rasmi.


Semua orang pun hidup bahagia dengan kehidupan masing-masing. perusahaan Ersam semakin maju dan besar hingga ke manca negara kehebatannya tidak diragukan lagi.


"Makasih banyak ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan kepada keluargaku, kami sangat bahagia dengan kehidupan baru kami semua," Rasmi mengecup satu persatu pipi gembul kedua putrinya.


...********TAMAT********...

__ADS_1


__ADS_2