
Waktu terus berlalu, hari ini sudah hari minggu bertepatan dengan hari pertunangan yang sudah dijadwalkan tapi ternyata berubah langsung menjadi acara akad nikah Ersam Arsenio Dewantara dengan Regina Arvina Ardian.
Renata yang menanti kedatangan Rasmi Wulandari Nasution terus berdiri di ambang pintu masuk.
Rasmi tersenyum bahagia karena akhirnya sahabatnya itu bisa hamil juga, setelah hampir lima tahun menikah dengan suaminya Erick Aryanta Dewantara. Dia pun segera mengirim ucapan selamat.
"Selamat say, aku turut bahagia melihat kamu akhirnya akan punya baby, aku doakan semoga sehat dan selamat hingga lahirannya nanti,amin ya rabbal alamin."
"Ya Allah… acaranya sudah akan dimulai tapi Rasmi belum datang juga, padahal tadi sudah chat katanya sudah dekat dari sini," gumamnya Renata sambil mondar mandir kesana kemari.
Erick Aryan yang melihat kejadian itu segera mendatangi istrinya," sayang ingat kamu itu sedang hamil, jadi tolong tenanglah teman kamu itu pasti datang kok," imbuhnya Erick suaminya Renata Kusmanto.
"Kita disini saja yah sayang, entah kenapa aku melihat wajahnya Mama Elda aku jadi pengen mual dan muntah," elaknya Renata yang sengaja berkata seperti itu padahal ia benci melihat mertua tirinya itu.
"Kamu ada-ada saja," sanggahnya Erick yang mengetahui kenyataan yang sebenarnya tanpa bicara jujur pun dia mengetahui apa yang terjadi pada Istrinya itu.
Berselang beberapa menit kemudian,acara segera dibuka dengan ramah tamah dari Pak Dewantara papa kandungnya Ersam dan juga Erick. Acara selanjutnya diisi dengan ceramah agama yang bertema pernikahan yang baik menurut aturan dalam agama. Dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran.
Rasmi baru datang setelah ceramah agama berlangsung yang dibawakan oleh ustadz terkenal di Ibu kota Jakarta. Renata yang melihat kedatangan Rasmi segera berdiri dari duduknya dan datang menjemput Rasmi Wulandari.
"Hey maaf aku terlambat soalnya jalan yang aku lalui macet," imbuhnya Rasmi sambil cipika cipiki dengan temannya itu.
"Tidak apa-apa kok lagian acaranya baru dimulai kok belum dimulai juga," ujar Renata.
Mereka kemudian berjalan ke arah salah satu kursi yang dekat dengan altar pernikahan tempat untuk acara ijab kabul nya. Setelah acara selesai, MC memanggil kedua mempelai calon pengantin pria dan wanita.
Betapa terkejutnya melihat siapa pria yang menggandeng tangan perempuan yang sangat cantik itu dengan balutan pakaian pengantinnya dengan penuh kemesraan.
"Abang Ersam," cicitnya Rasmi yang berdiri dari duduknya.
Apa yang dilakukan oleh Rasmi dilihat langsung oleh Ersam Arsenio Dewantara. Betapa kagetnya Ersam yang sama sekali tidak menyangka dan mengetahui jika, istrinya juga hadir di tempat itu. Hingga langkah kakinya terhenti sejenak. Tatapan mata mereka saling berpandangan satu sama lainnya.
"Rasmi, istriku," cicitnya Ersam yang masih sanggup untuk didengar oleh telinganya Regina.
Regina yang melihat dan mendengar banyak suara sumbang segera berbisik di telinganya Ersam.
__ADS_1
"Abang tolong lanjutkan sedikit lagi akting kita bakalan selesai," sarannya Regina.
Ersam masih terdiam dengan tatapan mata bersalahnya ke arahnya Rasmi yang ke-dua bola matanya sudah panas dan berembun hanya tersisa sekali kedipan sudah mampu menetes membasahi pipinya itu.
Rasmi meremas dadanya saking sakitnya disaat ia menyerahkan segalanya untuk suaminya itu. Dia harus melihat kenyataan yang begitu pahit dan menghancurkan hati dan perasaannya dalam sekejap mata.
"Ya Allah… pasti aku sedang bermimpi kan? Saya pasti salah lihat," cicitnya Rasmi.
Renata yang menyadari apa yang terjadi pada sahabatnya itu segera bertindak.
"Rasmi apa yang terjadi padamu bebs?" Tanyanya Renata seraya menggoyangkan lengannya Rasmi agar secepatnya tersadar dari lamunannya.
Rasmi duduk di tempatnya semula sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia tidak sanggup dan tak berani menatap suaminya itu yang masih berjalan bergandengan dengan perempuan lain.
"Aku harus kuat, aku harus sabar pasti'semua ini ada penjelasannya," gumam Rasmi.
Renata menyentuh punggung tangannya Rasmi yang sudah keringatan," bebs kamu baik-baik saja kan? Aku sangat khawatir dengan apa yang terjadi padamu," ujar Renata.
Rasmi hanya menggelengkan kepalanya tanda ia dalam keadaan yang baik saja walaupun, harus berbohong sedikit untuk menutupi kenyataan yang ada. Erick segera kembali ke tempat duduknya. Tanpa disengaja ia melihat perempuan yang duduk disampingnya Renata Istrinya itu.
Rasmi segera menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari mulut Pak Erick.
"Anda kan pak Erick Aryan Dewantara!?" Tebaknya Rasmi.
Renata yang mendengar perkataan itu segera menolehkan kepalanya ke arah Rasmi," apa kalian sudah saling kenal?"
"Iya,kami saling kenal dia adalah korban kecelakaan maut yang ditabrak oleh Ersam," jelasnya Erick.
Penjelasan Erick menambah keterkejutan oleh Rasmi. Rasmi menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan semua yang fakta dan kenyataan yang baru saja ia dengar.
"Ersam Arsenio Dewantara orangnya pelaku itu?" Tanyanya balik Rasmi untuk meyakinkan pendengarannya apa dia salah dengar saja.
"Benar sekali apa yang kamu katakan itu,"
Rasmi berdiri kembali dari duduknya," apa dia pelakunya Pak Erick?" Tunjuknya Rasmi tepat ke arah Ersam yang masih berdiri di panggung bersama Regina.
__ADS_1
"Iya benar sekali, apa yang kamu katakan itu,"
Rasmi berjalan tergesa-gesa ke arah pelaminan tempat akan dilangsungkan pernikahan ke-dua mempelai.
"Rasmi, kamu mau kemana?" Tanyanya Renata yang kebingungan melihat reaksinya Rasmi Wulandari yang diluar dugaannya dan nalarnya.
Rasmi sudah berdiri tidak jauh dari Ersam, "Pak Penghulu pernikahan ini tidak boleh terjadi, Saya tidak terima jika suami saya harus menikah dengan perempuan lain!" Teriaknya Rasmi dengan amarah yang menggebu-gebu itu.
Apa yang dikatakan oleh Rasmi membuat tamparan keras diwajah keluarga besar Dewantara Ardiansyah.
Ersam segera berdiri untuk berjalan ke Rasmi, tapi Rasmi segera berbicara melanjutkan perkataannya.
"Diam ditempat Abang, jangan mendekat aku tidak perlu penjelasan apapun dari Abang semua yang aku lihat ini sudah menjelaskan semuanya," tegasnya sembari mengeluarkan cincin yang ada di jarinya itu dengan sekuat tenaga hingga cincin itu sudah terlepas dari jari manisnya.
Ersam tetap berjalan ke arah Rasmi yang berusaha sekuat tenaga menahan air matanya. Renata dan Erick serta yang lainnya yang hadir memenuhi ruangan itu terkejut dan berdiri dari duduknya untuk menyaksikan sebuah drama rumah tangga. Ersam menyempatkan waktunya untuk mengambil cincin pernikahan mereka diatas lantai keramik.
By Leny berjalan ke Rasmi lalu tanpa aba-aba langsung menampar wajahnya Rasmi dengan sekuat tenaga.
Plak!!
"Dasar wanita muu raaa haan! Jangan asal bicara kamu itu penipu mana ada cucuku menikahi wanita miskin sepertimu, sadarlah dan tarik ucapanmu itu," bentaknya Bu Leny Nyonya besar di keluarga Ardiansyah Dewantara.
Rasmi hanya mengelus pipinya yang mulai panas akibat tamparan keras dari tangan nenek suaminya itu.
"Nenek stop! Jangan berani-berani menyentuh secuil pun tubuh istriku jika tidak mulai detik ini aku tidak ada hubungan lagi dengan kalian semua dan nenek perlu tahu jika saya dan Regina tidak pernah punya niat untuk menikah karena,kami berdua sudah punya pasangan hidup masing-masing, Abang Erick tolong jaga Nenek aku pergi dulu," geramnya Ersam.
Ersam meninggalkan gedung tempat perhelatan pernikahan keduanya sembari menarik tangannya Rasmi. Erga yang baru hadir cukup dibuat menganga melihat kejadian adegan yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Erga mengikuti langkah kaki kedua pasangan suami istri itu.
Ersam terus menarik tangannya Rasmi hingga ke arah parkiran, tapi tiba-tiba Rasmi menghempaskan dengan kuat tangannya Ersam.
"Lepaskan tanganku Abang, tolong jangan sentuh aku lagi, aku baru tersadar siapa pria yang telah menyebabkan aku menjadi seorang janda dan siapa orang yang menyebabkan anak, calon bayi dan suamiku meninggal dunia itu adalah kamu, Ersam Arsenio Dewantara yang terhormat!" Sarkas Rasmi.
Der… Dur… Dor..
Raut wajahnya Ersam langsung berubah pucat pasi mendengar perkataan Rasmi Wulandari Nasution.
__ADS_1