Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 52


__ADS_3

Ridha segera mengakhiri ciumannya lalu meninju perutnya Erga," rasain ini, dasar pria mesum loh berani-beraninya mengambil ciuman pertamaku,"


"Apanya aku gak bisa hanya ciuman saja kok, pasti aku bisa melakukannya, apa Bapak ingin praktek?!" Tatapan matanya Ridah penuh kelicikan untuk mengerjai Erga.


Erga semakin memundurkan langkahnya sedang Ridah semakin memajukan wajahnya ke arah Erga dengan tersenyum penuh licik dan penuh arti. Tapi, diluar kendali dan dugaan Ridah.


Ridah Khaerani Azizah Wijaya segera kabur dari tempat yang sudah menorehkan luka yang sangat hebat untuknya itu. Ridah menyeka terus bibirnya itu hingga lipgloss dan pewarna bibirnya belepotan di sudut bibirnya itu.


"Ini semua salahku yang telah memancingnya, aku terlalu naif dan bego sampai-sampai ciuman yang khusus aku persembahan nanti untuk suamiku kelak direnggut paksa oleh pria bujang lapuk itu," umpatnya Ridah yang terus mempercepat langkahnya menuju parkiran mobil.


Erga Prayoga meringis kesakitan menahan perih akibat dari tinjuan yang dilakukan oleh perempuan yang membuatnya bisa jatuh cinta.


"Ya Allah… pukulannya ternyata kuat juga, pantesan hari itu dengan beraninya menolongku melawan arus deras air sungai," Lirihnya Erga yang sudah terduduk di atas lantai keramik menahan sakitnya.


Rasmi Wulandari Nasution dengan Ersam Arsenio Dewantara suaminya yang baru saja merasakan hal yang dilakukannya dalam keadaan tanpa pengaruh alkohol itu, berjalan bergandengan tangan menuju parkiran.


Tanpa sengaja melihat Erga yang tersungkur di atas lantai dengan mengerang kesakitan. Ersam segera melepaskan pegangan tangannya Rasmi dari tangannya itu.


"Apa yang padamu?" Tanyanya penuh selidik.

__ADS_1


"A-ku ti-dak apa-apa kok Abang, hanya sakit perut belum makan saja," kilahnya Erga yang tidak mungkin berkata jujur.


Jika Erga berkata jujur apa kata dunia persilatan. Pasti mereka akan menertawai dirinya sendiri yang telah kalah hanya dengan pukulan dari seorang wanita saja.


Ersam membantu adik angkatnya itu untuk bangun dari posisinya," kamu selalu kebiasaan kalau banyak kerjaan pasti menomor sekiankan waktu makannya,"


"Aku tidak apa-apa kok Bang, kamu pergi saja jangan sampai ada yang kakak ipar pengen makan jadi, pergilah tidak perlu menghiraukan aku kok, lagian saya sudah gede bukan anak kecil lagi," tukasnya Erga yang mendorong tubuhnya Ersam untuk pergi dari tempatnya berdiri.


"Katanya sudah gede, tapi sayangnya kau bertindak dan bersikap seperti anak kecil saja yang harus selalu diingatkan waktu makannya," dengusnya Ersam.


Erga hanya tersenyum cengengesan menangapi gerutunya Ersam saudara angkatnya sendiri.


Mereka pun meninggalkan Erga seorang diri di tempatnya, Ersam tersenyum penuh maksud seraya segera menghubungi anak buahnya dibagian cctv.


"Tolong kirim ke hpku hasil rekaman cctv sekitar dua puluh menit yang lalu hingga detik ini ke nomor hpku sekarang juga, lantai delapan bagian depan klinik," perintahnya Ersam lalu segera mematikan sambungan teleponnya kemudian memberikan hpnya ke tangannya Rasmi agar hpnya dimasukkan ke dalam tasnya Rasmi istrinya itu.


"Kenapa Abang meski menelepon orang bagian cctv?"


"Saya hanya tidak percaya jika Erga mengalami sakit perut gara-gara belum sempat makan siang, karena sepertinya itu hanya alasannya semata tapi, feeling Abang kenyatannya tidak seperti itu," ungkap Ersam.

__ADS_1


Rasmi mengerutkan keningnya itu, "Kalau gitu menurut Abang apa ada yang tidak beres telah terjadi padanya Erga?" Tanyanya Rasmi.


"Kalau kamu pengen tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya,kamu hubungi nomor hpnya Ridah karena Abang yakin jawabannya ada pada Ridah sahabatmu itu," terangnya Ersam.


Rasmi semakin tidak percaya dengan maksud dari perkataan Ersam suaminya itu. Ia menaikkan kedua alisnya tanda tidak paham.


"Tunggu kabar dari ruangan cctv jawabannya akan ketahuan setelah mereka mengirim bukti-buktinya itu," tampik Ersam.


Mereka melalui jalan rahasia untuk turun ke lantai bawah tanah tempat parkiran berada.


"Kok aku jadi enggak sabar nunggu hasilnya, tapi apa hubungannya dengan Ridah, Abang stop main teka-tekinya dong," kesalnya Rasmi.


Mereka sudah berada di dalam mobil bertepatan dengan dering hpnya pertanda ada pesan chat yang masuk. Ersam segera membuka kunci hpnya itu dan apa yang dipikirkannya sejak tadi, benar adanya.


Hahahaha…


Suara gelak tawa dari Ersam membuat Rasmi terkejut sekaligus keheranan melihat reaksi dan sikap suaminya itu. Rasmi segera merebut hp itu dari dalam genggaman tangannya Ersam.


Matanya melotot saking kagetnya melihat apa yang terjadi antara Erga dan Ridah. Rasmi menutup matanya ketika Erga dengan gagah beraninya men cii uum bibirnya Ridah yang masih belum tersentuh oleh siapapun itu.

__ADS_1


"Ya ampun… pantesan ditinju untung hanya ditinju gak ditendang, Erga sih main gituan sama mantan peraih sabuk hitam." Sarkasnya Rasmi.


__ADS_2