
"Tapi Pak!" Sanggahnya Alien.
"Maaf saya tidak pernah menerima kata tapi," dengusnya Ersam.
Alien segera cabut dari tempat tersebut dengan wajahnya yang cemberut sambil menghentakkan kakinya dengan cukup kuat.
Waktu terus berlalu sudah sebulan sejak perpisahan sekaligus pertengkaran kedua pasangan suami istri antara Ersam Arsenio Dewantara dengan Rasmi Wulandari Nasution.
Pagi ini bertepatan dengan hari minggu, Rasmi berencana untuk memeriksa kebunnya yang selama ini sebagai penyumbang terbesar di dalam dapurnya.
"Sayurnya sudah sebesar ini, padahal aku jarang rawat karena kesibukan aku yang akhir-akhir sangat padat," gumamnya Rasmi sambil menggembur tanah di dalam lahan kebun mininya itu.
Ada cabai, tomat, terong, daun bawang sama kacang panjang semakin tumbuh subur padahal pemiliknya sangat malas memperhatikan tanamannya yang sengaja ia tanam untuk mengurangi pengeluaran dan juga supaya sayurannya lebih fresh dan aman dari pestisida.
"Kayaknya enak buat sayur balado terong nih sama lalapan sayur dengan ikan goreng bawal pasti enak, kok tiba-tiba aku pengen makan makanan yang banyak dan juga pengen masak saja," cicitnya Rasmi.
Rasmi segera memetik banyak sayuran dan juga bumbu-bumbu dapur. Hingga pekerjaannya sedikit terhenti ketika seseorang mengucapkan salam pagi itu.
"Assalamualaikum," sapanya Ridah Khaerani Azizah Wijaya.
"Waalaikum salam, masuk say," balasnya Rasmi seraya berdiri dari posisi jongkoknya.
"Sepertinya ada seorang perempuan cantik sedang berkebun pagi ini," sahutnya Ridah lagi sambil berjalan ke arah Rasmi.
"Kamu bisa saja mujinya, Alhamdulillah hari ini libur jadi apa salahnya dimanfaatkan berkebun, saya kira kamu enggak datang," pungkasnya Rasmi.
"Aku tidak mungkin mengingkari janjiku jika, kita akan makan dan masak bareng, ini aku sudah bawa ikan sesuai pesanan kamu, aku juga beli udang loh, Betul juga, hitung-hitung hemat pengeluaran belanja bulanan juga sih," tampiknya Ridah.
"Kalau gitu karena kamu sudah datang gimana kalau hari ini kamu bantuin aku masak, terus kita makan bareng di gazebo belakang rumahku saja anggap kita sedang piknik," terangnya Rasmi sambil melepaskan sarung tangannya yang sejak tadi terpasang di kedua tangannya.
__ADS_1
"Oke, let's go gaes," Ridah menggandeng tangannya Ridah ke dalam rumahnya itu yang setiap hari sudah cukup sepi tanpa kehadiran Ersam.
Ridah berjalan ke arah dalam rumahnya Rasmi hingga ke dalam dapur. Mereka tertawa bersama hingga bagian berbagi kerjaan keduanya.
"Kamu bagian kupas terong sama ngulek bumbu baladonya sedangkan, saya mau bersihin ikan dulu terus mau aku ungkep dengan bumbu khusus dan spesial," jelas Rasmi.
"Siap Nyonya Besar, perintah Anda siap saya laksanakan," ucapnya Ridah sambil membungkukkan badannya di hadapan Rasmi seperti seorang chef handal saja.
"Sudah aahh, kamu kerjakan saja tugasmu agar kita secepatnya makan sudah mau siang juga," candanya Rasmi.
Berselang beberapa menit kemudian, keseluruhan masakannya mereka berdua sudah matang. Wanginya yang cukup harum dan wangi itu cukup kuat baunya hingga tercium sampai ke arah luar.
"Rid, pakai piring dan mangkuk ini supaya suasananya seperti lagi piknik di pinggiran kebun gitu," pintanya Rasmi.
"Ide kamu bagus juga, ini bagus banget dipakai jadi pas kita posting ke sosmed pasti akan semakin menjadikan menarik dan kemungkinan besarnya suasananya semakin mendukung agar orang-orang mengira hari minggu ini kita liburan di pedesaan," ungkap Ridah.
Ada terong hijau balado, sambal dabu-dabu,ikan bawal bakar, udang goreng tepung crispy, sayur lalapan seperti kacang panjang, kol, daun kemangi, tempe dan tahu nemdoang.
"Kalau masakannya seperti ini, kayaknya aku numpang makan di sini saja," kelakarnya Ridah.
"Kalau Mbak mau silahkan saja saya sama sekali tidak keberatan biar rumahku selalu ramai," Rasmi tersenyum menatap ke arah Ridah.
"Ras, tissue kamu habis nih apa kamu punya stoknya?" Tanyanya Rida.
"Kamu masuk ke dalam kamar yang paling dalam, kebetulan semalam sepulang belanja bulanan dari swalayan fi Mall aku belum atur di tempatnya itu."
"Oke,"
Ridah berjalan ke arah kamar yang dimaksud oleh Rasmi. Ia membuka pintu itu dan betapa terkejutnya melihat siapa foto pria yang terpasang di dinding dengan gambar yang cukup besar.
__ADS_1
"Itukan Pak Ersam CEO perusahaan tempat kami bekerja kok bisa ada di dalam kamar ini, apa sebenarnya hubungannya Tuan Muda Ersam dengan Rasmi?"
Ridah segera meraih kotak box tissue tersebut yang sedari tadi dicarinya. Ia segera berjalan ke belakang karena sudah tidak sabar untuk bertanya masalah foto yang dilihatnya itu.
"Aku cukup penasaran dengan siapa suaminya Rasmi, karena aku juga ketemu dengannya sepertinya sudah menikah, tapi apa Rasmi tahu siapa Tuan Ersam itu?" Ridah semakin melancarkan jalannya agar segera sampai di belakang rumahnya Rasmi.
Tapi, usahanya itu sedikit tertunda dan terganggu karena ada beberapa tamu yang datang memenuhi gazebo rumahnya Rasmi.
"Saya untuk sementara waktu,aku simpan begitu banyak pertanyaan dalam benakku karena, saat ini tidak mungkin aku bertanya kepada Rasmi,"
Rasmi yang melihat kedatangan Ridah segera melambaikan tangannya ke arahnya Ridha," Ridah sini jangan pakai lama,"
Erga yang mendengar namanya Ridah dipanggil kedua tamunya Rasmi segera menolehkan kepalanya ke arah kedatangan Ridah yang sedikit menundukkan kepalanya karena, sedikit malu jika harus berhadapan langsung dengan kedua tamunya Rasmi yang baru datang.
"Ayo disantap makanannya sebelum keburu dingin," pintanya Rasmi.
Mereka semua segera menyantap makanan mereka masing-masing.
"Rasmi kamu ternyata jago masak, semua makanan yang aku cicipi ini rasanya sangat nikmat, boleh enggak kamu ajarin aku masak karena selama kami menikah, Mas Erick belum pernah cicipi masakanku sendiri," terangnya Renata yang tersenyum simpul karena malu sudah jujur di hadapan orang lain.
"Renata siapa, apa hubungannya dengan Rasmi?"
"Insya Allah… kalau ada waktu aku pasti akan ajari, tapi hanya masakan kampung dan rumahan saja yang bisa aku masak apa kamu enggak merasa rugi apa?"
"Haha gak lah, kenapa meski rugi malahan Mas Erick lebih suka masakan khas rumahan saja dari pada masakan restoran,"
"Maaf, Kamu orang mana? Karena aku perhatikan dimana ada kakak ipar kamu selalu juga ada?!"
"Kakak ipar!?" Beonya Ridah.
__ADS_1