Garis Tanganku

Garis Tanganku
Bab. 68


__ADS_3

"Aahhh tidak mungkin!! Ini tidak mungkin terjadi!?" Teriaknya Ridah Khaerani Azizah Wijaya yang melihat sekujur tubuhnya yang sudah seperti macan tutul.


Dia perempuan dewasa sudah pasti sangat mengetahui apa yang terjadi padanya dengan seorang pria yang tertidur tengkurap dengan bedcover menutupi sebagian tubuhnya itu.


"Ya Allah… apa yang telah aku perbuat, aku sudah kotor, aku sudah tidak suci lagi, pria mana yang akan mau denganku jika tahu aku sudah tidak pee raaa waan lagi,"ratapnya Ridah Khaerani Azizah Wijaya seraya menggosok tubuhnya sendiri bekas kissmark di beberapa bagian tubuhnya.


Pria yang sedari tadi tertidur pulas terusik dengan apa yang dia lakukan, pria itu mengerjapkan kedua matanya dan betapa terkejutnya melihat dirinya sendiri yang tidak berpakaian.


"Apa yang terjadi di sini?" Cicitnya.


Erga Prayoga Yudistira mengedarkan pandangannya dan tepat di samping sisi kirinya, seorang perempuan yang sangat ia cintai perempuan yang telah berjasa menyelematkan dirinya beberapa tahun silam itu.


"Ridah," lirihnya seraya memegangi kepalanya yang nyut-nyutan itu.


Ridah menatap penuh kebencian ke arah pria yang sudah berhasil merenggut apa yang sangat penting dalam kehidupannya itu.


"Tidak perlu sebut namaku dengan mulut kotormu itu, ini semua gara-gara kamu sehingga aku seperti ini!" Geramnya Ridah.

__ADS_1


Erga berusaha mencerna perkataan dari Ridah dengan baik dan berusaha untuk mengingat dengan baik kejadian semalam.


"Semalam setelah minum kopi hangat yang diberikan oleh Methy kepalaku pusing dan tubuhku terasa panas dan menginginkan sesuatu saat itu dan aku hendak ke toilet tapi, pintunya terkunci hingga aku memutuskan untuk ke lift dan naik ke atas lantai lima belas dimana kantorku berada, tapi waktu itu aku melihat kamu dalam keadaan yang sama persis dengan apa yang aku alami dan rasakan sehingga aku berinisiatif untuk membantumu membawa ke dalam kamarku ini agar tidak ada pria lain yang berhasil melakukan perbuatan yang tidak baik tapi…" ucapan penjelasannya Erga terhenti dan terpotong karena ragu untuk menyampaikannya.


"Tapi apa ha!! Tidak perlu memutar balikkan fakta dan mencari alasan yang menurutku itu tidak masuk akal!" Geramnya Ridah.


Erga tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulutnya Ridah padahal yang terjadi sebenarnya Ridah lah yang memaksa dan memancingnya terus menerus untuk berbuat seperti itu juga.


Ridah mendelikkan matanya menatap Erga ketika tertawa," apanya yang lucu, setahu aku tidak ada lelucon terjadi di dalam sini jadi untuk apa kamu membuang tenaga untuk tertawa seperti itu!" Sarkasnya Ridah.


"Kamu lah yang meminta kepadaku dan memaksa aku untuk memenuhi keuanganmu bahkan coba kamu lihat disekitar lenganku ini dan juga dadaku yang bidang ini terkena bekas cakaran harimau betina yang garang dan mengamuk jika aku tidak penuhi permintaannya,"candanya Erga yang masih sanggup bercanda si pria yang terkenal jika berwajah kaku, datar dan irit bicara jika bersama dengan seorang perempuan.


Berselang beberapa menit kemudian, Ridah menundukkan kepalanya dan merapatkan selimut tetangga ditubuhnya itu. Air matanya luruh dan semakin menetes membasahi seluruh wajahnya itu. Ridah sesegukan tersedu-sedu meratapi nasibnya yang sudah berada di ujung ranjang ehh ujung tanduk.


”Hancur sudah masa depanku, tidak bakal ada lagi pria yang ingin menikah denganku jika tahu apa yang sudah terjadi padaku!" Ratapnya Ridah.


Erga Prayoga Yudistira yang mendengar ratapan dan tangisan dari Ridah membuatnya terenyuh hatinya. Ia meraih tangannya Ridah, tapi Ridah selalu menolak untuk disentuh hingga berulang kali dihempaskan oleh Ridah.

__ADS_1


"Saya akan bertanggung jawab penuh dengan apa yang sudah kita perbuat, besok aku akan pergi ke kampung asalmu untuk melamarmu menjadi istriku sekaligus pendamping hidupku, gimana dengan rencanaku ini apa kamu masih beranggapan tidak akan ada pria yang hendak menikahimu!?" Tatapannya Erga menelisik ke arah dalam kedua pasang bola matanya Ridah.


Diluar dugaan Ridah langsung berhamburan ke dalam pelukannya Erga dan semakin menangis saja. Erga terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ridah yang langsung memeluknya mendengar perkataannya barusan dia ucapkan. Tapi, dalam lubuk hatinya yang terdalam Erga sangat bahagia karena, untuk pertama kalinya Ridah yang langsung berinisiatif untuk memeluk tubuhnya itu.


"Apa Pak Erga serius untuk melamarku?" Tanyanya Ridah untuk kembali memastikan dengan apa yang baru saja diucapkan dan dikatakan oleh Erga dalam pelukan hangat Erga pria yang dulu ia pertaruhkan nyawanya untuk menolong Erga.


"Tanpa kejadian ini aku sudah jauh-jauh hari berniat untuk datang langsung ke rumahmu untuk meminangmu hanya saja gara-gara ulahku waktu itu sehingga kamu membenci dan marah padaku sehingga rencana itu aku pending dulu," tuturnya Erga sepenuh hatinya.


Ridah mendongakkan kepalanya ke arah tepat di wajahnya Erga dengan senyuman termanisnya dan seolah melupakan kejadian pahit yang barusan terjadi.


Erga mengecup keningnya Ridah dengan penuh kasih sayang sedangkan Ridah menutup matanya meresapi untuk pertama kalinya dia dikecup oleh pria.


"Ridah makasih banyak sudah memberikan hal terpenting dalam hidupmu dan aku adalah pria yang pertama merasakannya,"


Ridah menundukkan kepalanya saking malunya diperlakukan manis oleh seorang pria.


"Ridah i love you forever," ucapnya Erga.

__ADS_1


Hatinya Ridah tiba-tiba bergetar hebat berdebar kencang mendengar ungkapan cinta dan perasaannya Erga itu. Wajahnya Ridah bushing seketika itu. Ridah belum bisa menjawab perkataan yang berupa ungkapan cintanya itu dari Erga, karena ia belum tahu apa yang dia rasakan untuk pria ganteng dengan bulu matanya yang lentik seperti seorang anak gadis saja.


__ADS_2