
Edie segera menelpon nomor hpnya Mety bertujuan agar Mety mengetahui jika dia adalah pria yang berjanji padanya akan diner bareng di salah kafe di bilangan Jakarta Selatan. Metty yang merasakan getaran dari dalam tasnya segera mengambil hpnya itu lalu melihat ke arah Edi yang menaikkan hpnya itu.
Metty tersenyum ramah ke arahnya Edi," sebaiknya aku berbicara jujur saja dengan Edi dan mengajak kerjasama untuk membuat Abang Erwin Aksa Mahmud cemburu padaku dan segera menikahiku, sepertinya itu ide yang cukup brilian dan cemerlang," Mety membatin,
Mety membungkukkan sedikit tubuhnya ke hadapannya Edi Firmansyah untuk bertanya tentang apakah dia salah orang atau belum.
"Maaf Mas apa Anda yang bernama Edi Firmansyah sahabatnya Mbak Rasmi Wulandari Nasution?" Tanyanya Mety.
"Benar sekali, kalau Anda Mety Putri Meutia Hatta kan?" Tanyanya balik Edi yang tersenyum penuh mempesona.
Metty hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari Edi.
"Apa aku boleh masuk? Aku ingin berbicara sesuatu padamu," imbuhnya Mety yang langsung membuka pintu mobilnnya Edi karena melihat Erwin yang berjalan dengan seorang perempuan dengan penuh kemesraan,siapa lagi kalau bukan Reka Rahim.
"Kita ke mana? Pulang ke rumahmu atau ke kafe saja?" Tanyanya Edi yang sudah menyalakan mesin mobilnya itu.
"Kita ke kafe saja," jawab Metty yang sesekali melihat ke arah ke belakang tepatnya di loby perusahaan.
Edi tersenyum penuh kemenangan, karena dia sudah membayangkan beberapa lembar uang bonus dari tugas yang diberikan oleh ibu dari CEO tempat ia bekerja mengadukan nasibnya.
__ADS_1
"Mety, kamu cukup cantik tapi, sayangnya pria yang telah membuatmu hamil dengan seenaknya hanya menikmati enaknya setelah itu dia campakkan kamu," ujarnya Edi yang sekedar berbasa-basi saja karena, sedari tadi Mety seperti sedang memikirkan banyak hal.
"Aku harus segera berbicara dengan Edi, semoga saja dia bisa membantuku untuk menjalankan rencanaku ini," batinnya Mety.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di salah satu cafe tempat yang sudah dis janjikan bersama Rasmi.
"Kamu minum apa atau pesan makanan mungkin? Kamu harus banyak makan ingat kamu itu sedang hamil calon babymu butuh banyak nutrisi makanan yang mengandung banyak vitamin dan gizinya," ujarnya Edi.
"Sebenarnya maksudku memenuhi pertemuan kita ini adalah untuk mengajak kamu sebenarnya bekerja sama," tuturnya Mety.
"Bekerjasama, maksudnya apa? Maaf saya tidak mengerti," tanyanya Edi yang mengerutkan keningnya itu.
"Waduh kok malah seperti ini, apa aku terima saja permintaannya tanpa sepengetahuan dari Bu Rasmi?" Batinnya Edi Firmansyah.
Mety memperhatikan raut wajahnya Edi yang sepertinya kebingungan, keheranan dan banyak pikiran.
"Mas Edi eehh pak Edi maksudnya saya akan berikan sedikit bonus sebagai tanda terimakasihku padamu tapi, maaf saya tidak bisa kasih banyak," ucapnya Mety yang sama sekali tidak mengerti dan mengetahui dengan pasti rencana dan tujuannya Edi yang sebenarnya itu.
"Panggil Edi saja supaya kita lebih akrabnya dan tidak akan ada yang curiga dengan apa yang sudah kita sepakati sebelumnya," ujarnya Edi.
__ADS_1
"Oh gitu, masalahnya kalau salah sapa bisa-bisa orang curiga kalau hubungan kita ini hanya main-main dan berpura-pura saja," tukasnya Metty.
"Bagus banget kalau seperti ini, berarti akan saya dapatkan dua bonus sekaligus dengan hanya satu pekerjaan saja, ini berkah yang tak terduga banget," gumamnya Edi Firmansyah.
Metty menyentuh genggaman tangannya Edi, bersamaan dengan kedatangan Erwin Aksa Mahmud ke dalam lokasi area kafe XX tersebut. Erwin tercengang melihat apa yang dilakukan oleh Mety dengan Edi.
"Mety kenapa kamu tega seperti ini padaku, dengan teganya kamu bermesraan di depan mataku," umpatnya Erwin seraya menggenggam erat kepalan tangannya tersebut.
Reka Rahim yang melihat apa yang sedang terjadi pada kekasihnya itu,ia segera mengarahkan pandangannya ke arah yang ditatap oleh Erwin.
"Itukan Mety, laki-laki yang bersamanya security yang menjengkelkan itu security yang ngotot tidak bersalah padaku yang menabrak ku tadi siang," kesalnya Mety.
Mety pun tanpa sengaja melihat kedatangan Erwin dengan Reka Rahim,ia tersenyum bahagia karena misinya akan segera dia mulai. Mety memajukan lagi wajahnya ke telinganya Edi untuk berbisik-bisik. Sehingga Erwin seperti melihat orang seperti sedang berciuman saja.
"Pak Edi, kita mulai kesepakatan kita karena kebetulan Erwin datang ke kafe ini," bisiknya Mety.
Edi sedikit melirik sekilas ke arah Erwin Aksa Mahmud bersama seorang perempuan yang membuatnya cukup terkejut dan melongok tak percaya.
"Kenapa pria itu yang bersama dengan Mety apa dia pria yang membuat bunting Mety yang sama sekali tidak mau bertanggung jawab,di depan umum saja mereka berani bermesraan seperti itu apalagi fi belakang kami," ketusnya Reka Rahim.
__ADS_1