
Jam pulang kerja tiba, Arga dan Rara langsung bergegas menuju ke rumah karena mereka akan kedatangan tamu yaitu orang tua mereka. Sesampainya di rumah, mereka langsung mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian Pak Ardi dan Bu Hasna pun tiba, Arga dan Rara sudah berada di depan pintu untuk menyambut kedatangan mereka.
"Ma, Pa sehat?" Tanya Arga sambil menyalami tangan kedua orang tuanya kemudian mereka berpelukan, begitu juga dengan Rara.
"Ayo kita masuk Ma, Pa." Ajak Rara pada kedua mertuanya kemudian mereka berempat duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
"Ini Mama bawakan buah dan kue buat kalian." Ucap Bu Hasna sambil meletakan buah tangan yang dibawanya ke atas meja .
"Ya ampun Mama kok repot-repot, makasih ya Ma." Ucap Rara dan Bu Hasna mengangguk.
"Jadi gimana kehamilan kamu?" Tanya Bu Hasna pada menantunya.
"Tadi udah periksa ke dokter Ma, katanya kandungannya sehat dan udah berusia 7 Minggu. Tapi Rara gak boleh capek-capek." Jawab Arga.
"Iya dong, wanita hamil itu emang nggak boleh terlalu capek." Ucap Bu Hasna memberitahu. "Oh iya, Mama sudah carikan beberapa asisten rumah tangga untuk di rumah kalian dan seorang supir, besok mereka akan datang." Bu Hasna memberi tahu. "Kalian tenang aja, semuanya sudah terlatih dan dapat dipercaya." Jelas Bu Hasna.
"Beberapa Ma? Emang ada berapa orang?" Tanya Arga penasaran.
"Sopir satu, koki satu, bagian membersihkan dalam rumah tiga, kebun dan kolam renang satu, security dua. Berarti jumlahnya ada delapan orang." Bu Hasna merincikan.
"Ya udah Ma, nanti kalo kurang Arga minta carikan sama Mama lagi." Ucap Arga.
"Iya nak." Jawab Bu Hasna.
Tak lama kemudian dua mobil baru saja tiba di rumah Arga dan Rara. Mendengar ada suara mobil yang masuk ke halaman rumahnya, Arga pun langsung bengkit dari duduknya.
"Itu mungkin Mama Vira dan Papa Indra, Arga ke depan dulu ya." Ucap Arga kemudian berjalan menuju pintu utama diikuti oleh Rara.
Pak Indra dan Bu Vira baru saja keluar dari mobil, begitu juga dengan Rangga.
"Papa, Mama." Panggil Rara kemudian menyalami tangan kedua orang tuanya disusul Arga. "Rangga, kamu ikut juga." Ucap Rara kemudian Rangga menyalami tangan Rara dan Arga.
"Iya Kak, Rangga juga kan pengen ketemu sama calon keponakan Rangga." Ucap Rangga.
"Ayo kita masuk Ma, Pa." Ajak Arga kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah dan bergabung dengan Pak Ardi dan Bu Hasna duduk di sofa.
"Bu Hasna apa kabar?" Tanya Bu Vira pada besannya kemudian mereka bersalaman dan cipika-cipiki.
"Baik Bu." Jawab Bu Hasna. "Bu Vira sendiri baik kan?" Tanya Bu Hasna kemudian.
"Alhamdulillah baik Bu." Jawab Bu Vira.
__ADS_1
"Hei Indra apa kabar?" Tanya Pak Ardi pada sahabat sekaligus besannya.
"Alhamdulillah baik Di, kamu baik juga kan?" Jawab Pak Indra kemudian balik bertanya.
"Iya aku juga baik." Jawab Pak Ardi kemudian mereka berpelukan.
Mereka kembali duduk setelah saling bersalaman.
"Oh iya Rangga, ambilkan makanan yang Mama masak tadi ya." Pinta Bu Vira pada putranya.
"Iya Ma." Jawab Rangga kemudian beranjak dari duduknya berjalan ke mobil untuk mengambil yang diminta Mamanya. "Ini Ma." Ucap Rangga meletakkan rantang besar di meja.
"Ini Mama bawakan makanan kesukaan ku Ra." Ucap Bu Vira.
"Terima kasih Ma." Ucap Rara.
"Bu Vira, sebentar lagi kita punya cucu." Ucap Bu Hasna senang.
"Iya Bu, senang banget ya rasanya." Ucap Bu Vira.
"Bu Vira nginap disini juga kan?" Tanya Bu Hasna meyakinkan.
"Wah senangnya bisa berkumpul dengan besan begini." Bu Hasna girang.
"Iya kan Bu, jarang-jarang bisa begini." Sambung Bu Vira.
"Oh iya, kita mau pesan makanan apa nih malam ini?" Tanya Bu Hasna.
"Nggak usah pesan lagi Bu, saya masak banyak banget tadi karena saya tau kalo Bu Hasna pasti datang juga." Ucap Bu Vira memberitahu.
"Benarkah?" Tanya Bu Hasna memastikan.
"Iya Bu, beneran." Jawab Bu Vira.
"Wah, terima kasih ya Bu Vira." Ucap Bu Hasna dan Bu Vira tersenyum.
"Kalau gitu Rara masak nasi dulu ya Ma." Ucap Rara beranjak dari duduknya.
"Biar Mama aja Ra." Ucap Bu Vira dan Bu Hasna bersamaan.
"Ya udah kita berdua aja yuk Bu." Ajak Bu Vira pada Besannya.
__ADS_1
"Ayok." Bu Hasna setuju.
"Kamu duduk aja ya Ra, biar kami yang masak nasi." Ucap Bu Vira pada putrinya.
"Iya Ma." Jawab Rara.
Kemudian Bu Vira dan Bu Hasna berjalan hendak menuju ke dapur untuk masak nasi.
"Rumahnya luas banget Bu, saya jadi bingung arah menuju ke dapur yang mana ya?" Tanya Bu Vira pada Besannya.
"Saya juga baru kali ini datang kesini Bu jadi ya nggak tau juga, ya udah kita cari aja." Jawab Bu Hasna kemudian mereka berdua terkekeh sambil berjalan mencari dapur.
Setelah pencarian yang cukup memakan waktu, akhirnya mereka pun sampai juga di dapur. Mereka berdua langsung menggeledah dapur agar menemukan beras, dan pencarian mereka pun lagi-lagi berhasil. Setelah selesai menanak nasi, mereka berdua kembali ke ruang tamu dan duduk di sofa bergabung dengan yang lainnya.
"Rangga gimana kuliahnya?" Tanya Pak Ardi.
"Alhamdulillah lancar Pa." Jawab Rangga yang juga memanggil Papa pada Pak Ardi dan Mama pada Bu Hasna.
"Hebat ya Rangga bisa masuk kedokteran, pinter kamu." Ucap Pak Ardi memuji Rangga.
"Rangga juga mendapatkan nilai terbaik waktu mengikuti SPMB loh Di." Pak Indra memberitahu.
"Oh ya? Bener itu Rangga?" Tanya Pak Ardi memastikan.
"Ya begitu deh Pa." Jawab Rangga malu.
"Kamu harus fokus pada kuliahmu ya, nanti kalau kamu lulus dengan nilai terbaik, Papa Ardi akan memberikan kamu hadiah yang sangat spesial." Ucap Pak Ardi.
"Hadiah apa itu Pa?" Tanya Rangga pada Pak Ardi.
"Ada deh, nanti kamu juga bakalan tau." Pak Ardi penuh rahasia.
"Oke Pa, Rangga akan lulus dengan nilai terbaik." Jawab Rangga yakin.
"Bagus." Ucap Pak Ardi.
Waktu makan malam tiba, mereka semua pun menuju meja makan dan makan bersama. Selesai makan mereka duduk di ruang keluarga, berkumpul sambil bercerita hingga malam larut dan mereka pun masuk ke kamar masing-masing yang sudah disediakan sebelumnya untuk beristirahat.
......Hai Readers, terima kasih yang sudah setia membaca novel pertamaku ini ya. Maaf jika masih banyak typo dalam pengetikan kata-kata, maaf juga jika ceritanya tidak begitu menarik, jangan pernah bosan ya.......
...I Love You All 😘...
__ADS_1