Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 92


__ADS_3

"Sandra?" Beo Arga.


"Iya Sandra." Sahut Rara.


"Kenapa dengan perempuan itu?" Tanya Arga dengan wajah sedikit emosi.


"Begini sayang, bagaimana kalau kita mencabut tuntutannya di kepolisian?" Tanya Rara membuat Arga membulatkan matanya.


"Nggak sayang, nggak. Kamu ingat apa yang udah dia lakukan padamu? Perempuan itu pernah mencelakai dan bahkan ingin membunuh mu sayang." Tegas Arga.


"Iya aku tau, tapi..."


"Nggak ada tapi-tapian, aku nggak akan setuju dengan ide kamu itu." Ucap Arga menahan emosinya.


"Hmm... Ya udah ya udah gak usah dibahas lagi." Ucap Rara malas.


"Nah begitu lebih bagus." Jawab Arga. "Kita nonton tv aja ya, kamu mau nonton apa?" Tanya Arga.


"Lagi nggak selera nonton tv." Jawab Rara kesal.


"Terus seleranya ngapain?" Goda Arga.


"Nggak ngapa-ngapain." Ketus Rara.


"Ya udah deh kalo nggak mau ngapa-ngapain, aku tidur aja." Ucap Arga yang langsung bangkit dari duduknya hendak menuju ke kamar.


"Argaaa..." Teriak Rara sambil berlari menghampiri Arga dan langsung lompat ke punggung nya.


"Ih katanya nggak mau ngapa-ngapain, nih kenapa malah minta gendong?" Tanya Arga.


"Ikut ke kamar." Rengek Rara.


"Hmm...iya." Ucap Arga.


Arga pun menggendong Rara di punggungnya dan membawanya masuk ke dalam kamar. Sampai di kamar, Rara langsung turun dari punggung Arga.


"Tidur yok." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk tanda setuju.


Mereka berdua naik ke tempat tidur, Rara tidur di dalam dekapan Arga.


"I love you my wife." Ucap Arga mencium kening Rara.


"I love you too my husband." Jawab Rara.


***


Hari yang ditunggu-tunggu oleh Efan dan Sofie tiba, hari dimana mereka akan melangsungkan pernikahan. Sofie tampak begitu cantik mengenakan gaun pernikahan yang dirancang oleh Rara, sementara Efan sendiri terlihat sangat gagah dengan setelan tuxido yang dipakainya. Setelah acara akad nikah, mereka langsung menuju ke gedung resepsi.


Kedua mempelai terlihat sangat serasi bersanding di pelaminan. Para tamu undangan pun mulai berdatangan dan memenuhi gedung resepsi. Begitu juga dengan Rara yang selalu setia mendampingi sahabatnya yang sedang menjadi ratu sehari.


Pak Ardi dan Bu Hasnah juga hadir di pernikahan Efan dan Sofie, begitu juga dengan orang tua Rara Pak Indra dan Bu Vira serta Rangga. Mereka sekarang tengah berkumpul duduk di satu meja. Sedangkan Arga dan Rara berada di meja lain yang dekat dengan meja orang tuanya.

__ADS_1


"Sayang." Panggil Rara pada suaminya.


"Ya." Jawab Arga singkat.


"Rasanya bahagia banget ya pas sedang menikah begitu. Hmmm jadi pengen nikah lagi." Ucap Rara membuat mata Arga melotot dan hampir lepas dari tempatnya.


"Apa kamu bilang, menikah lagi?" Tanya Arga masih dengan mata yang melotot.


"Hu ugh." Rara mengangguk tanpa ada rasa bersalah.


"Emang satu suami nggak cukup, hah?" Tanya Arga dengan suara tertekan.


"Ih apaan sih? Yang bilang mau punya suami lagi siapa?" Tanya Rara. "Aku kan cuma bilang pengen nikah lagi, pengen jadi ratu sehari lagi, huh." Sambung Rara sebal.


"Oh kirain kamu pengen punya suami lagi." Ucap Arga cengengesan.


"Huh dasar negatif thinking." Cibir Rara.


"Maaf sayang, jangan marah dong." Bujuk Arga.


"Marah lah, emang aku wanita apaan sampe mau punya suami lagi sementara suami yang satunya masih belum habis." Rara merepet.


"Ih sayang, emang aku makanan ya mau dihabisi." Goda Arga


"Huh." Kesal Rara. "Nanti malam tidur nggak boleh peluk." Ucap Rara.


"Jangan gitu dong sayang, aku kan gak bisa tidur kalo nggak peluk kamu." Bujuk Arga.


"Hellehh..alasan." Cibir Rara. "Jadi sebelum nikah kenapa bisa tidur sendirian?" Tanya Rara.


"Siapa juga yang berantem." Ucap Rara.


"Oh nggak berantem ya? Berarti nanti malam boleh peluk dong." Goda Arga.


"Iya boleh." Jawab Rara manja.


"Ayo kita berfoto sama pengantin." Ajak Arga.


"Ayok." Rara setuju


Mereka berdua pun berjalan menuju ke pelaminan untuk berfoto dengan sahabatnya yang sedang nikah.


"Sof, kami mau foto sama kalian." Ucap Rara ketika sudah berada di pelaminan.


"Ayok sini, kita foto yang banyak ya." Pinta Sofie.


"Iya, biar satu album foto kita berempat aja." Sambung Rara.


"Eh Papa lu mana Fan?" Tanya Arga yang tidak melihat keberadaan Pak Ridwan.


"Itu lagi duduk sama Mama dan Papa nya Sofie." Jawab Efan sambil menunjuk ke Arah meja yang ada Mama dan Papa Sofie.


Arga menoleh ke arah yang ditunjuk Efan. " Oh iya, nggak lihat tadi gue." Jawab Arga. "Ya udah yok buruan foto." Ajak Arga.

__ADS_1


"Oke." Jawab Efan dan Sofie bersamaan.


Setelah berfoto beberapa kali, Arga dan Rara pun sekalian memberi selamat kepada kedua sahabatnya.


"Selamat ya Sof, sekarang lu udah jadi istrinya Efan." Ucap Rara sambil memeluk Sofie


"Iya Ra, makasih ya. Makasih juga untuk gaun pengantin yang lu rancang, bagus banget, sumpah. Gue seneng banget." Ucap Sofie.


"Iya sama-sama Sof, gue ikut senang kalo lu senang." Jawab Rara.


"Selamat ya Fan, akhirnya lu melepaskan masa lajang." Ucap Arga sambil berpelukan dengan Efan.


"Makasih banyak ya Bos." Jawab Efan. "Oh iya, besok pesawat kita berangkat jam 08.00 wib jadi jangan pada telat ya." Ucap Efan mengingatkan.


"Harusnya gue yang ngingetin elu supaya jangan telat, apalagi malam ini malam pertama lu dan Sofie, bisa-bisa ntar malam lu nggak tidur lagi." Ucap Arga menggoda Efan.


"Malam pertama kami ntar di Paris aja Bos, jadi malam ini mau tidur nyenyak." Sangkal Efan.


"Yakin?" Ledek Arga.


"Yakin dong." Jawab Efan. "Ya kan sayang." Ucap Efan pada Sofie yang membuat pipinya memerah.


"Ya udah, besok jam 6 pagi kita ketemu di Bandara ya." Pinta Arga.


"Oke Bos." Jawab Efan pasti.


Acara resepsi pernikahan Efan dan Sofie hampir selesai, para tamu sudah mulai berpulangan hanya tinggal beberapa orang saja. Setelah semua tamu pulang dan tinggal keluarga kedua mempelai serta keluarga kedua sahabatnya saja, Efan dan Sofie turun dari pelaminan menuju meja yang berada di dekat meja orang tuanya.


"Sayang, kalian mau makan?" Tanya Bu Silvia pada Sofie dan Efan.


"Iya Ma, bentar lagi." Jawab Sofie.


"Mama ambilkan ya." Ucap Bu Silvia.


"Nggak usah Ma, nanti Sofie dan Efan yang ambil sendiri, makasih ya Ma." Ucap Sofie sambil tersenyum pada Mamanya.


Setelah Bu Silvia kembali duduk di kursinya, kini giliran Tuan R yang datang ke meja Efan dan Sofie.


"Selamat atas pernikahan kamu ya Fan." Ucap Tuan R pada anaknya.


"Makasih Pa." Ucap Efan.


Tuan R mengeluarkan box kecil dari dalam tasnya. "Ini hadiah dari Papa untuk kalian berdua." Ucap Tuan R sambil menyerahkan box kecil tersebut.


"Terima kasih Pa." Ucap Efan sambil menerima hadiah dari Papanya. "Apa isinya ini Pa?" Tanya Efan.


"Buka aja." Suruh Tuan R.


Efan membuka box kecil dari Papanya. "Kunci." Ucap Efan.


"Iya, itu kunci rumah untuk kalian. Rumah itu berada tepat disebelah rumah Arga dan Rara. Kamu pernah bilang ke Papa kalau Sofie ingin rumah yang berdekatan dengan sahabat kalian kan? Jadi Papa mengabulkan keinginan menantu Papa." Jelas Tuan R.


"Makasih ya Pa." Ucap Sofie tulus pada Tuan R.

__ADS_1


"Iya sayang." Jawab Tuan R. "Oh iya, alamat rumahnya di jalan xx, no.100. jangan sampai salah masuk ya." Tuan R memberi tau.


"Iya Pa, sekali lagi terima kasih ya Pa." Ucap Efan dan diangguki Tuan R sambil tersenyum.


__ADS_2