Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 61


__ADS_3

Dor


Seketika Sandra menghentikan pergerakannya karena mendengar suara tembakan.


"Angkat tangan, jatuhkan senjata mu." Perintah seorang pria yang tiba-tiba muncul.


Spontan Sandra melepaskan samurai yang dia pegang.


Kemudian seorang pria lain yang bersembunyi di dalam gudang itu juga keluar dari persembunyiannya.


"Arga." Ucap Sandra ketika melihat wajah Arga.


Arga langsung berjalan ke arah Rara untuk melepaskan ikatannya.


"Apa ini sakit sayang?" Tanya Arga sambil mengusap darah di ujung bibir Rara.


"Gak sayang, sama sekali gak sakit." Jawab Rara dan Arga langsung memeluk Rara.


Efan dan Sofie juga beberapa orang suruhan Tuan R juga keluar dari persembunyian mereka.


"Apa maksud ini semua?" Tanya Sandra heran.


"Anda kami tangkap dengan tuduhan penculikan dan merencanakan pembunuhan dan semua bukti sudah kami rekam disini." Ucap pria yang memegang pistol yang ternyata dia seorang intel polisi.


"Kalian menjebak ku?" Ucap Sandra tersenyum miring.


"Ini semua permainan mu dan kami hanya mengikutinya." Jawab Efan.


Efan berjalan mendekati Beni.


"Makasih atas kerja samanya Ben." Efan menyalami Beni.


"Beni sialan lo Ben, lo mengkhianati gue? Dasar bajingan lo Ben." Ucap Sandra geram.


***


*Flashback On*


"Siapa yang membayar mu?" Tanya Tuan R.


"Seorang wanita Tuan." Jawab Beni.


"Sebutkan namanya." Bentak Tuan R.


"Sandra Tuan." Jawab Beni.


"Sandra anak pemilik perusahaan ST.Co?" Tanya Efan memastikan.


"Benar Tuan." Jawab Beni.


"Kamu kenal Fan?" Tanya Tuan R.


"Kenal Pa." Jawab Efan.


"Bagus kalo kamu kenal." Jawab Tuan R.


"Jadi kamu mau bagaimana selanjutnya Fan?" Tanya Tuan R.

__ADS_1


"Efan mau sandra membayar perbuatannya dan membuktikan ke polisi kalo dia memang bersalah." Pinta Efan.


"Kau Ben? Mau mati atau berpihak pada kami?" Tanya Tuan R.


"Saya belom mau mati tuan." Jawab Beni takut.


"Ya sudah, kalo begitu kau harus ikuti rencana kami." Ucap Tuan R.


"Baik tuan, tapi apa yang harus saya lakukan?" Tanya Beni.


"Katakan rencana kamu Fan." Pinta Tuan R.


"Begini, lo tetap melaksanakan tugas yang disuruh sandra sama lo. Tapi nanti gue yang atur waktunya buat lo nyulik Rara. Mungkin dalam waktu dekat ini belom bisa karena Rara belom pulih dari cideranya. Jadi lu harus sabar. Nanti setelah lo culik Rara, lo langsung bawa ke tempat yang udah gue sediakan jadi seolah-olah lo nyekap Rara. Nanti gue dan anak buah gue akan bersembunyi di tempat itu sampai Sandra datang dan gue akan merekam semua yang dilakukan Sandra nanti. Kalo rencana ini gagal, lo yang bakal mati." Efan menjelaskan.


"Papa juga akan mengirim anak buah Papa untuk membantu dan mengawasi Beni." Ucap Tuan R.


"Terima kasih Pa." Ucap Efan.


Beni hanya bisa terdiam mendengarkan rencana Efan.


"Kau tenang aja Ben, saya akan memberimu bayaran yang setimpal kalo rencana ini berhasil." Ucap Tuan R.


"Terima kasih tuan, anda sangat murah hati." Ucap Beni.


Setelah sampai di kota mereka menunggu sampai Rara benar-benar pulih dan sudah kembali berkerja di kantor.


Beni menghadap Sandra dan memberi tau bahwa Rara sudah keluar dari sarangnya.


Setelah meninggalkan Sandra, Beni pun menelepon Efan untuk menjalankan rencana yang telah mereka sepakati dan menentukan harinya.


"Halo Ben." Sapa Efan dari telepon.


"Sabtu ini di restauran M, lo udah jelas apa yang harus lo buat kan?" Tanya Efan.


"Sudah Bos." Jawab Beni.


"Bagus, tapi ingat ya sedikit aja lo nyentuh Rara maka hidup lo akan berakhir. Anak buah tuan R akan selalu mengawasi pergerakan lo." Ancam Efan.


"Iya bos, saya gak akan berani menyentuh Rara." Ucap Beni.


"Ya udah lo siapkan dari sekarang semuanya, jangan sampai gagal. Buat semuanya terlihat natural." Suruh Efan.


"Iya iya saya paham, segera saya lakukan." Ucap Beni dan Efan mematikan teleponnya.


Sementara di kantor, Efan Sofie dan Rara sedang berkumpul di ruangan Arga untuk membicarakan rencana ini.


Efan menjelaskan rencananya dari awal hingga akhir.


"Wah Fan itu bisa bahaya buat Rara, gue gak setuju." Ucap Arga.


"Bos tenang aja Rara pasti aman. Beni gak bakalan berani macam-macam karena dia selalu diawasi." Ucap Efan.


"Aku setuju, aku yakin bisa melakukannya dengan baik." Ucap Rara.


"Tapi sayang, itu bahaya banget." Ucap Arga khawatir.


"Kamu tenang aja sayang, aku gak bakalan kenapa-kenapa kok." Ucap Rara meyakinkan Arga.

__ADS_1


Setelah meyakinkan Arga dengan segala cara, akhirnya Arga pun dengan terpaksa menyetujui rencana Efan.


"Sabtu ini ya, kita akan ke restauran M. Kita harus buat semua ini senatural mungkin karena Beni sedang di awasi oleh orang suruhan Sandra yang lain." Ucap Efan.


"Oke." Jawab Arga, Sofie dan Rara serentak.


***


*Flashback Off*


Polisi pun menangkap Sandra dan tiga orang pria yang dibayarnya.


Polisi juga membawa Beni untuk menjadi saksi.


Beni tidak akan di tahan karena tuan R berjanji akan menjaminya.


Anak buah tuan R pun kembali ke markas malam itu juga.


Arga Efan Rara dan Sofie kembali ke apartemen Arga dengan menggunakan taxi karena mereka tidak membawa mobil.


Sampai di apartemen Arga, mereka langsung menjatuhkan diri di Sofa.


Arga mengambil kotak obat dan mengobati bibir Rara yang luka.


"Maafkan aku ya sayang, kamu jadi terluka begini." Ucap Arga sambil mengobati luka yang ada di bibir Rara.


"Gak apa-apa sayang, luka kecil gini gak terasa sama sekali." Jawab Rara.


"Kamu mau mandi dulu atau langsung istirahat?" Tanya Arga pada Rara.


"Aku mau mandi dulu aja sayang, udah gerah banget rasanya." Jawab Rara.


"Ya udah kamu mandi di kamar aku aja." Pinta Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Rara berjalan menuju ke kamar Arga untuk mandi, sementara Arga Sofie dan Efan tetap duduk di Sofa.


"Makasih untuk semuanya ya Fan." Ucap Arga tulus pada Efan.


"Iya Bos, kita kan berteman jadi udah seharusnya seorang teman saling membantu." Ucap Efan.


"Kalian disini aja ya, jangan pulang. Ini udah larut malam loh." Pinta Arga.


"Iya Bos, kami gak pulang kok." Ucap Efan.


"Oh iya Sof, lu kalo mau mandi ntar bajunya pake punya Rara aja." Ucap Arga.


"Atau sekarang lu mandi aja Sof barengan sama Rara tuh." Suruh Efan.


"Oh iya juga, kalo gitu gue nyusul Rara dulu ya." Ucap Sofie dan langsung berjalan untuk menghampiri Rara.


"Rara oh Ra." Panggil Sofie sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"Apa Sof?" Tanya Rara.


"Buka dulu pintunya." Pinta Sofie.

__ADS_1


"Ada apa Sof?" Rara membuka pintu kamar mandi.


"Gue mau mandi bareng." Ucap Sofie.


__ADS_2