
"Selamat malam cantik." Terdengar suara yang tidak asing menyapaku.
"Hmm...iya malam juga." Jawabku lemas.
"Kok lemas banget jawabnya, capek ya?" Tanya Arga.
"Iya lumayan." Jawabku.
"Buruan mandi pakai air hangat gih, biar badannya segeran." Suruh Arga.
"Hmm...iya ide bagus." Jawabku.
Aku pun berjalan menuju kamar mandi. Ku isi baththup dengan air hangat, ku lepaskan pakaianku, ku masukan tubuhku ke dalam baththup yang berisi air hangat. Cukup lama aku berendam di air hangat. Benar...air hangat bisa merilekskan tubuh kita.
Selesai mandi dan berpakaian aku pun keluar dari kamar menuju sofa yang berada di depan tv, ku lihat Arga sedang nonton tv.
"Eh sudah selesai mandi." Ucap Arga yang melihatku mendatanginya.
"Iya sudah." Jawabku.
"Kamu belum makan malam kan? aku masak dulu ya." ucap Arga sambil bangkit dari duduknya.
"Eh gak usah." Spontan aku menarik tangan Arga yang dingin.
"Kenapa?" Tanya Arga sambil kembali duduk.
"Kita pesan makanan aja, kamu gak usah masak." Jawabku.
"Oh boleh juga tuh." Ucap Arga.
"Kamu aja yang pesan, handphone aku di kamar, males ngambilnya." Ucapku.
"Oke." Jawab Arga.
Namun tidak ku lihat Arga mengambil handphone nya yang berada di meja.
"Ya sudah pesan, kok diem?" Tanyaku.
"Tangan aku masih kamu pegang, gimana aku mau memesan?" Jawab Arga.
Aku tidak sadar ternyata dari tadi aku memegang tangan Arga.
"Eh maaf." Aku malu dan langsung melepaskan tangan Arga.
"Kenapa minta maaf, kamu kan gak salah." Ucap Arga semakin membuatku malu.
"Udah ah buruan pesan." Suruh ku.
"Iya iya." Ucap Arga.
"Oku mau makan MC.D aja." Pintaku.
"Oke cantik." Ucap Arga.
"Aku mau burger, ayam juga." Pintaku.
"Terus?" Tanya Arga.
"Mocca float juga." Jawabku.
"Terus?" Tanya Arga lagi.
"Kentang goreng juga deh." Jawabku lagi.
"Terus?" Tanya Arga lagi.
"Udah itu aja." Jawab ku.
"Udah aku pesan, tinggal nunggu datang aja." Ucap Arga.
"Iya makasih, aku ambil duitnya dulu ya." Aku berdiri dari duduk ku.
"Gak usah." Arga menarik tanganku sehingga aku kembali duduk.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Ini pakai uang aku aja." Arga mengeluarkan uang dari saku celananya.
"Ya sudah, tapi tangan aku dilepas dong." Pintaku.
"Bukannya kamu suka memegang tanganku?" ucap Arga.
__ADS_1
"Siapa bilang?" Tanyaku.
"Tadi kamu pegangin tangan aku terus." Jawab Arga.
"Tadi gak sengaja." Ucapku.
"Tapi aku suka memegang tangan kamu." Ucap Arga.
"Ih jangan mesum deh." Ucapku spontan.
"Masa pegang tangan aja dibilang mesum sih." Ucap Arga tersenyum.
"Ya udah pegang aja kalo suka." Ucapku sok ketus.
Padahal kalo bole jujur aku senang. Tapi kenapa hanya dengan berpegangan tangan saja sudah bisa membuat jantungku berdebar kencang.
"Jangan marah ya." Ucap Arga.
"Iya." Jawabku singkat.
"Tanganmu hangat, aku suka." Ucap Arga.
"Tapi aku selalu merasakan tanganmu dingin, kenapa? apa kamu sakit?" Akhirnya pertanyaan itu bisa aku utarakan.
"Eh aku sehat kok, aku gak ada penyakit apa pun. Mungkin aku memang golongan manusia berdarah dingin." Ucap Arga membuatku tersenyum.
"Kamu ada-ada aja." Aku tersenyum.
"Kamu jangan tersenyum seperti itu di hadapanku." Ucap Arga.
"Lah emang kenapa?" Tanyaku heran.
"Terlalu manis, bisa menggoda imanku." Jawab Arga.
"Ah yang bener? emang bisa tergoda hanya dengan senyuman seperti ini?" Ucapku yang sengaja membuat Arga gemes.
Hmm...kalo begitu mah gak ngaruh, kelihatan dibuat-buat." Ucap Arga yang gagal aku goda.
"Hahaha kamu ada-ada aja ih." Tertawaku lepas.
Arga menarik tanganku hingga tubuhku mendekat dengannya.
"Kamu menggodaku Ra." Jawab Arga.
"Maaf aku cuma bercanda tadi." Jawabku sedikit takut.
"Hahaha aku juga cuma bercanda." Ucap Arga membuatku kesal.
"Huh nyebelin." Aku bangkit dari dudukku hendak meninggalkan Arga.
"Hei mau kemana?" Arga bangkit dari duduknya dan menarik tanganku hingga tubuh kami bersatu.
"Lepasin." Ucapku kesal.
"Kamu marah ya? Kamu marah karena aku bercanda?" Tanya Arga.
"Siapa yang marah?" Tanyaku kesal.
"Atau kamu maunya yang beneran." Tanya Arga lagi.
"Gak." Jawabku singkat.
"Tapi Aku mau." Ucap Arga.
"Udah deh bercandanya, gak lucu tau." Ucapku masih kesal.
"Iya iya, aku minta maaf ya." Pinta Arga.
"Hmm..iya dimaafkan." Jawabku.
"Makasih cantik." Ucap Arga.
"Ya udah lepasin pelukannya." Pintaku masih sedikit kesal.
"Aku gak mau lepasin karena kamu masih marah." Ucap Arga.
"Aku udah gak marah." Jawabku.
"Kamu masih kesal, aku tau." Ucap Arga lagi.
"Aku gak kesal." Jawabku.
__ADS_1
"Kalo kamu gak kesal coba tersenyum." Pinta Arga.
"Hmm..." aku tersenyum kecil.
"Ah itu mah terpaksa senyumnya." Ucap Arga.
"Hehe..." Aku tersenyum lebar agar Arga melepaskan pelukannya.
Namun Arga malah mencium bibirku hingga membuatku sangat terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.
"Maafkan aku Ra, kamu benar-benar menggodaku." Arga mengusap bibirku dengan jarinya.
Arga mendekatkan bibirnya lagi ke bibirku, namun aku menoleh untuk menghindarinya.
"Kenapa? kamu marah? maafkan aku Ra." Ucap Arga.
"Kamu sudah mengambil ciuman pertamaku." Ucapku masih dengan perasaan terkejut.
"Benarkah?" Tanya Arga.
"hu ugh." aku hanya mengangguk.
"Kalo gitu ini yang kedua, cup."
Arga meraih wajahku dan mengangkatnya dengan kedua tangannya dan mendaratkan ciuman di bibirku. Aku hanya bisa terdiam dan tidak tau apa yang harus aku lakukan. Dadaku rasanya berdebar sangat kencang hingga mau meledak.
Begitu lembut ciuman Arga hingga membuatku tidak menolak ciumannya.
Bel berbunyi, Arga menyudahi ciumannya dan mengusap bibirku dengan jarinya. Wajahku memerah karena malu.
"Itu makanannya sudah datang, kamu yang ambil ya." Pinta Arga.
"Iya." Jawabku singkat.
"Hei cantik, ini uangnya." Arga memberikan uang kepadaku untuk membayar makanan yang kami pesan.
"Oh iya." Jawabku.
Aku membuka pintu apartemen dan mengambil pesanan kami. Ku tutup kembali pintu dan aku berjalan menuju sofa dengan membawa MC.D pesanan kami.
"Ini makanannya sudah datang." Ucapku sambil mencoba menenangkan diri setelah kejadian tadi.
"Ya sudah ayok makan." Jawab Arga.
"Makan disini saja lah." Usulku.
"Iya dong, kan enak makan sambil nonton tv." Arga setuju.
"Iya." Jawabku singkat.
"Kamu jangan marah sama aku ya." Pinta Arga.
"Udah gak usah dibahas, makan aja lah." Ucapku.
"Iya cantik." Arga tersenyum.
Kami pun nonton tv sambil makan MC.D yang kami pesan tadi.
"Boleh tanya?" Pinta Arga.
"Tanya apa?" Ucapku.
"Emang beneran ya yang tadi itu first kiss kamu?" Tanya Arga.
"Hmm..." Jawabku singkat.
"Kok bisa?" Tanya Arga lagi.
"Kenapa gak bisa?" Aku balik bertanya.
"Ya udah deh iya iya aku percaya, terasa kok kalo itu first kiss kamu." Jawab Arga.
"Terasa dari mana?" Tanyaku.
"Ada deh." Jawab Arga.
"Huh nyebelin." Ucapku sebal.
"Udah ah makan aja gak usah dibahas lagi." Pinta Arga.
"Iya." Jawabku masih sebal.
__ADS_1