
Rara pun membuka box kecil tersebut dan melihat sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati.
"Ini bagus banget sayang." Ucap Rara bahagia.
"Kamu suka?" Tanya Arga.
"Suka banget, makasih ya sayang." Jawab Rara mencium pipi Arga.
"Sini aku pakaikan." Pinta Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
Arga pun memakaikan kalung pemberiannya ke leher Rara.
"Ini cocok banget sama kamu." Ucap Arga setelah memakaikan kalung ke leher Rara.
"Kapan kamu beli ini?" Tanya Rara.
"Tadi waktu kamu dan Sofie lagi ngantri di kasir." Jawab Arga.
"Ih kamu tadi kan bilangnya mau ke toilet sama Efan." Ucap Rara.
"Terpaksa aku berbohong, kan gak mungkin aku bilang mau beli hadiah buat kamu." Jelas Arga.
"Hehehe iya ya." Rara tertawa.
Waktu sudah menunjukan pukul 23.00 wib.
"Kamu tidur ya sayang, udah malam nih. Besok kan kita harus ke kantor." Ucap Arga.
"Hu ugh" Rara mengangguk.
"Ya udah kalo gitu aku balik ke apartemenku ya." Ucap Arga.
"Iya sayang." Jawab Rara.
Rara pun mengantar Arga sampai ke depan pintu.
"Selamat malam sayang." Arga mengecup mesra kening Rara dan masuk ke dalam apartemennya.
Rara berjalan menuju ke kamar dan tidur.
Pagi tiba, Arga bangun lebih awal karena akan masak sarapan untuknya dan Rara.
Arga masuk ke dalam apartemen Rara tanpa memencet bel karena Arga tau kode sandi pintunya.
Arga pun mulai memasak, sementara di kamar Rara baru saja bangun.
Samar-samar Rara mendengar seperti ada kegiatan di luar kamarnya dan dia pun langsung melihatnya.
"Pagi sayang, kamu baru bangun ya?" Tanya Arga.
"Eh sayang, kamu sudah datang." Ucap Rara.
"Ya udah kamu mandi sana." Suruh Arga.
"Iya sayang." ucap Rara.
Rara pun kembali ke kamar untuk mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Rara keluar dari kamar untuk menemui Arga namun Arga sudah tidak ada di tempat.
"Mungkin dia sedang mandi." Pikir Rara.
Rara menunggu Arga di sofa sambil nonton tv. Tak lama kemudian Arga datang.
"Sayang, yok kita sarapan." Ajak Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
Mereka pun sarapan bersama. Selesai sarapan dan membersihkan piring kotor, mereka berangkat ke kantor dengan mobil Arga.
Arga melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai ke kantor.
Ketika mereka berdua keluar dari mobil, ada beberapa karyawan yang melihat, namun Arga tidak mempedulikannya.
"Rara." Panggil Sofie yang baru saja sampai.
"Hai Sof." Ucap Rara.
Terlihat juga Efan yang baru keluar dari mobil.
__ADS_1
Sofie dan Efan pun menghampiri Arga dan Rara.
"Pagi Pak Arga." Sapa Sofie.
"Iya pagi juga Sof." Jawab Arga.
"Pagi Bos Arga." Sapa Efan.
"Pagi Fan." Jawab Arga.
"Kok kalian naik mobil masing-masing sih, kayak kita dong ke kantornya barengan." Ucap Rara pamer.
"Hmm iya iyaa, ya udah besok gue jemput lu ya Sof." Ucap Efan.
"Dengan senang hati sayang." Ucap Sofie tersenyum.
"Ciieee udah panggil sayang." Rara meledek.
"Udah ah, ayo kita masuk." Ajak Arga.
"Hu ugh." rara mengangguk.
Mereka berempat pun berjalan masuk ke dalam kantor dan menuju meja masing-masing.
****
Sebulan berlalu, dua pasang kekasih itu pun makin hari makin mesra dan terlihat bahagia.
Hari ini hari minggu, Arga Rara Efan dan Sofie berencana double date.
Mereka pergi ke Ancol untuk menikmati pantai.
Pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat dengan menggunakan mobil Efan.
Kenapa selalu pakai mobil Efan, karena hanya mobil Efan yang lapang.
Di tengah perjalanan Rara minta Efan untuk berhenti di mini market sebentar membeli cemilan dan minuman.
Efan pun mencari mini market terdekat.
"Eh itu ada mini market tapi gak ada tempat parkir." Ucap Efan.
"Ya udah parkir di pinggir jalan itu aja, gak jauh ini." Ucap Rara.
"Aku sama Sofie yang turun ya, kalian tunggu di mobil aja." Ucap Rara.
"Hati-hati ya sayang." Pesan Arga.
"Iya sayang." Ucap Rara.
Rara dan Sofie pun keluar dari mobil dan berjalan menuju mini market.
"Eh bentar Ra, handphone gue ketinggalan." Ucap Sofie.
Sofie balik ke mobil dan Rara menunggu di pinggir jalan.
Sewaktu Sofie hendak berjalan menghampiri Rara, dia melihat dari arah belakang sebuah mobil melaju dengan sangat cepat. Sofie langsung melihat Rara.
"Rara awas." Teriak Sofie memperingatkan.
Namun gerakan Rara kalah cepat sehingga mobil tadi menyerempet Rara dan dia pun terjatuh.
Sofie berlari menghampiri Rara dan melihat pengendara mobil itu melarikan diri.
Arga dan Efan yang mendengar teriakan Sofie pun langsung keluar dari mobil.
"Ra lu gak apa-apa?" Tanya Sofie khawatir.
"Sayang." Arga langsung berlari menghampiri Rara disusul Efan.
"Lengan Rara berdarah Ga." Ucap Sofie.
Arga langsung menggendong Rara masuk ke dalam mobil diikuti Sofie dan Efan.
"Kita ke rumah sakit Fan." Pinta Arga.
Efan pun langsung melajukan mobilnya dengan cepat mencari rumah sakit terdekat.
"Kayaknya mobil tadi sengaja deh mau mencelakai Rara." Ucap Sofie.
__ADS_1
Arga dan Efan terkejut dengan pernyataan Sofie.
"Untuk apa dia mencelakai Rara?" Tanya Efan.
"Sayang, apa kamu punya musuh?" Tanya Arga.
"..." Rara menggelengkan kepalanya.
"Gue ingat nomor platnya." Ucap Sofie.
"Berapa Sof?" Tanya Arga.
"Ini." Sofie mengetikan di ponselnya dan memberikan pada Arga.
"Oke Sof, jangan sampe hilang. Gue akan cari tau siapa dia." Ucap Arga
"Hu ugh." Sofie mengangguk.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Arga langsung masuk ke dalam rumah sakit sambil menggendong Rara.
Para perawat pun langsung membawa Rara ke IGD.
Dokter sedang memeriksa Rara.
"Bagaimana dok?" Tanya Arga.
"Lukanya tidak begitu parah tapi alangkah baiknya jika kita melakukan CT.scan untuk melihat apakah ada masalah dengan tulangnya." Jawab Dokter.
"Baik Dok, lakukan saja." Ucap Arga.
Rara pun dibawa ke ruangan radiologi untuk melakukan CT.scan.
Setelah menunggu cukup lama, hasilnya pun keluar.
Dokter memanggil Arga ke ruangan untuk menjelaskan hasil gambar yang di dapat, sementara Rara dibawa ke ruang inap pasien ditemani Efan dan Sofie.
Di dalam ruangan dokter menjelaskan apa yang terjadi dengan Rara.
"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Arga.
"Untuk bagian lengan tidak ada masalah, hanya luka luar saja. Saya akan memberikan obat supaya lukanya cepat kering." Jawab Dokter.
"Syukurlah." Ucap Arga.
"Tapi pada bagian pinggang ada sedikit keretakan pada tulangnya." Dokter menjelaskan.
"Apa bisa diobati dok?" Tanya Arga.
"Bisa hanya saja membutuhkan waktu lama dan selama pengobatan, Rara tidak akan tahan untuk duduk terlalu lama." Ucap Dokter.
Tanpa sadar air mata Arga jatuh ke pipinya.
"Saya mohon berikan perawatan terbaik untuk Rara dok." Pinta Arga.
"Pasti." Jawab Dokter.
"Terima kasih Dokter." Ucap Arga.
"Oh iya, nanti saya akan berikan korset untuk dipakai Rara selama dalam masa penyembuhan. Itu harus terus dipakai bahkan pada saat tidur." Dokter menjelaskan.
"Baik Dok." Ucap Arga.
"Untuk saat ini biarkan Rara menjalankan Rawat inap hingga sedikit membaik." Pinta Dokter.
"Baik dok, tapi tolong pindahkan Rara ke ruangan VIP ya dok." Pinta Arga.
"Baik segera saya pindahkan." Jawab Dokter.
"Terima kasih Dok." Ucap Arga.
Arga pun keluar dari ruangan dokter dan menemui Rara.
Tak lama kemudian Rara pun dipindahkan ke ruangan VIP, Arga Efan dan Sofie mengikuti.
Saat ini Rara sedang tertidur karena pengaruh obat.
Mereka pun duduk di sofa kecil yang berada di ruangan itu.
"Gimana hasilnya Bos?" Tanya Efan penasaran.
__ADS_1
"Ada sedikit keretakan tulang pada pinggangnya." Jawab Arga dengan wajah sedih.
"Yang sabar ya Bos, gue yakin Rara akan cepat pulih." Ucap Efan berusaha menenangkan hati Arga.