
"Rara Rara Rara"
Samar-samar aku mendengar seseorang memanggil-manggil namaku dengan lembut.
Ku buka mataku dan ku lihat Sofie dengan wajah khawatir.
"Lu kenapa Ra?" Tanya Sofie.
Aku langsung memeluk Sofie.
"Gue mimpi buruk Sof." Jawabku.
"Ya ampun Ra, lu mimpi sampai nangis begini. Emang lu mimpi apa?" Tanya Sofie melepaskan pelukanku.
"Gue mimpi ditinggalin sama orang-orang yang gue sayang." Jawabku dengan sedikit kebohongan.
"Ya udah gak usah dipikirkan, itu hanya bunga tidur." Ucap Sofie menenangkan.
"Maaf ya gue jadi mengganggu lu tidur." Ucapku.
"Iya gak apa-apa." Ucap Sofie.
"Ya udah yok kita tidur lagi." Ajak Sofie.
"Jam berapa sekarang Sof?" Tanyaku.
"Masih jam 4 pagi." Jawab Sofie.
"Gue udah gak ngantuk Sof, lu tidur aja lagi. Gue mau duduk di sofa aja." Ucapku.
"Ya udah yok duduk di sofa, gue juga udah hilang ngantuknya." Ucap sofie.
Kami berdua pun keluar dari kamar dan duduk di sofa.
"Eh lu mau teh?" Tanyaku.
"Boleh." Jawab Sofie.
"Ntar ya gue buatin dulu." Ucapku sambil berjalan menuju dapur.
"Ra, ntar kita sarapan apa?" Tanya Sofie sambil berjalan menghampiriku.
"Ntar gue masak nasi goreng aja deh ya." Jawabku.
"Hmm… gak usah deh, terlalu berat makan nasi pagi-pagi." Ucap Sofie.
"Ya udah kita sarapan roti aja, mau?" Tanyaku lagi.
"Nah kalo itu boleh." Jawab Sofie tersenyum.
"Ya udah sekarang aja sarapannya, tuh ambil selai nya di kulkas." Pintaku.
"Oke." Jawab Sofie singkat.
Selesai membuat teh kami pun kembali ke sofa untuk sarapan dan nonton tv.
"Ra, sebenernya lu tadi mimpinya gimana sih kok sampai gitu banget nangisnya." Tanya Sofie penasaran.
"Udah ah gak usah dibahas, ntar gue nangis lagi loh." Jawabku menutupi.
"Hmm… ya udah deh, tapi ntar kapan-kapan lu ceritain ya mimpi lu tadi." Pinta Sofie.
"Iya iya kalo ingat." Ucapku sambil tertawa.
"Ah dasar lu Ra." Ucap Sofie sebal.
Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 wib dan kami berdua sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.
__ADS_1
Sampai di kantor kami menuju ke meja kerja masing-masing.
Waktunya makan siang seperti biasa aku Efan dan Sofie makan bersama di kantin.
"Sof, lu jadi ntar malam ngedate sama Aldi?" Tanyaku.
"Jadi dong, emang kenapa Ra?" Sofie balik bertanya.
"Gak apa-apa cuma nanya doank." Jawabku.
"Lu Fan, belom dapat cewek juga?" Tanya Sofie sambil tertawa.
"Ah ngeledek lu Sof, ntar malam gue mau ke rumah temen gue yang baru pulang dari luar negeri. Katanya dia mau ngasih oleh-oleh ke gue." Jawab Efan.
"Ntar bagi-bagi ke kita ya oleh-olehnya." Pintaku.
"Beres, kalo banyak ya. Hahaha." Ucap Efan.
*EFAN*
Waktu pulang kerja tiba, sesuai rencana aku langsung menuju ke rumah temanku yang baru pulang dari luar negeri.
Setelah lama berbincang dengan temanku akhirnya ku putuskan untuk pulang ke apartemenku.
Ku lajukan mobilku dengan santai, tapi tiba-tiba aku melihat seseorang yang tidak asing sedang berada depan restauran cepat saji di pinggir jalan.
Aku langsung menghentikan mobilku di rertauran cepat saji itu.
"Sof, lu ngapain sendirian disini? Lah ini mobil lu." Tanyaku pada Sofie.
"…" Sofie hanya menggelengkan kepalanya.
"Eh lu nangis Sof? Lu kenapa? Bukannya malam ini lu mau jalan sama Aldi ya?" Tanyaku.
"…" lagi lagi Sofie hanya menggeleng dan menunjuk ke arah restaurant cepat saji itu.
"Bangsat." Ucapku geram.
Aku berjalan hendak masuk ke dalam restauran, namun Sofie menahanku sambil menggelengkan kepalanya.
"Lu diem aja disini jangan kemana-mana, biar gue yang urus." Ucapku melepaskan tangan Sofie.
Aku masuk ke dalam restoran cepat saji dan menemui seseorang.
"Eh bro, disini juga lu." Tanyaku pada Aldi.
"Eh iya bro, mau makan juga ya?" Tanya Aldi.
"Iya bro cuma mau beli buat dibawa pulang sih. Eh siapa nih bro, kenalin dong." Ucapku.
"Oh iya kenalin nih beib, dia Efan satu kantor sama aku." Aldi memperkenalkanku.
"Kenalin aku Gita pacarnya Aldi." Ucap Gita penuh percaya diri.
"Oh iya bro, kebeneran kita ketemu bisa bicara bentar gak?" Pintaku pada Aldi.
"Mau bicara apa Bro?" Tanya Aldi.
"Ada job buat lu nih, kalo lu mau sih. Tapi kita bicara di luar aja ya." Pintaku.
"Oke bro, gue juga udah selesai makan kok. Gue cuci tangan dulu ya." Ucap Aldi
"Oke kalo gitu gue tunggu di luar ya bro." Ucapku sambil berjalan keluar.
Saat Aldi tiba di luar, aku langsung menghantam wajahnya dengan tanganku.
"Bajingan lu, dasar cowok gak punya otak." Dua pukulan mendarat di wajah Aldi.
__ADS_1
"Cukup." Teriak Sofie menghentikan Aldi saat ingin membalas pukulanku.
"Sofie, kamu ngapain disini?" Tanya Aldi.
"Harusnya gue yang tanya, lu ngapain disini? Katanya ada job dadakan tapi ternyata ini job yang lu maksud." Tanya Sofie geram.
"Sayang, siapa dia?" Tanya Gita pada Aldi.
"Lu mau tau gue siapa? Gue pacarnya Aldi, tapi sekarang udah jadi mantan." Ucap Sofie penuh emosi.
"Dasar lu cowok playboy." PLAK satu tamparan mendarat dari tangan Gita ke wajah Aldi dan langsung pergi menjauh.
"Sofie ini bukan seperti yang kamu kira, dia hanya.."
"Hanya apa? Hanya selingkuhan lu?" Sofie memotong ucapan Aldi.
"Bukan, itu tidak…"
PLAK.. satu tamparan dari Sofie juga mendarat di wajah Aldi.
"Sudah cukup, kita putus." Ucap Sofie langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
Aldi hendak mengejarnya tapi ku tahan.
"Udah bro, gue ingatin sama lu jangan pernah ganggu Sofie lagi, atau lu akan berurusan sama gue.
Aku mendorong tubuh Aldi dan langsung masuk ke dalam mobil dan mengejar Sofie.
Ku telepon Sofie untuk memastikan dia ada dimana karena aku tidak lagi melihatnya.
"Ya Fan?" Ucap Sofie dari telepon.
"Lu dimana Sof?" Tanyaku.
"Gue mau ke apartemen Rara." Jawab Sofie sesegukan.
"Ya udah gue kesana juga." Aku langsung menutup telepon dan menuju ke apartemen Rara.
Ku percepat laju mobilku untuk mengejar Sofie hingga kami sampai di basemen bersamaan.
Ku hampiri Sofie yang sedang menangis.
"Udah jangan lu tangisi cowok brengsek itu." Aku menghapus air mata di pipi Sofie.
"Hu ugh." Sofie mengangguk.
Aku merangkul Sofie sambil berjalan menuju apartemen Rara.
"Loh Sofie kenapa Fan? Tanya Rara melihat Sofie nangis.
"Putus cinta, diselingkuhi sama Aldi brengsek." Jawabku.
Kami pun masuk dan duduk di sofa.
"Ya udah lu tidur disini aja ya." Pinta Rara pada Sofie.
"Hu ugh." Sofie mengangguk.
Aku dan Rara pun mencoba menenangkan Sofie.
"Eh gue punya sesuatu buat ngilangin rasa sedih lu." Ucap Efan pada Sofie.
"Apaan fan?" Tanya Rara.
"Ntar gue ambil dulu di mobil ya." Jawabku dan langsung keluar menuju mobilku.
Aku kembali ke apartemen Rara dengan membawa oleh-oleh dari temanku yang baru pulang dari luar negeri.
__ADS_1