
"Kak Efan udah ngantuk apa belom? kalo belom kita main PS yok." Ajak Rangga.
"Ayok, kak Efan belom ngantuk kok." Jawab Efan.
"Kak Efan suka game apa?" Tanya Rangga lagi.
"Apa aja boleh." Jawab Efan.
"Game bola aja ya." Usul Rangga.
"Boleh juga tuh." Efan setuju.
"Kita ke kamar aja yok Sof." Ajak ku.
"Iya yok, gue juga mau meluruskan pinggang nih." Jawab Sofie.
"Kami ke kamar duluan ya." Ucap ku pada Efan.
"Oke Ra lanjut, gue masih mau main PS sama Rangga." Jawab Efan.
Aku dan Sofie pun berjalan menuju ke kamar ku.
"Aaahhh...akhirnya bisa meluruskan pinggang." Ucap Sofie yang langsung berbaring di kasur.
"Lu gak ganti baju dulu Sof?" Tanyaku.
"Iya ntar lagi ah." Jawab Sofie.
"Eh Sof gue mau nanya deh." Ucapku.
"Mau nanya apa?" Tanya Sofie.
"Gue penasaran deh, siapa sih yang lu sukai di kantor?" Tanyaku kepo.
"Ih rahasia tau." Jawab Sofie.
"Ah lu sama sahabat sendiri masa pake rahasiaan segala sih." Ucap ku.
"Hahaha penasaran banget lu ya?" Sofie meledek.
"Ya udah deh kalo gak mau kasih tau." Ucapku ngambek.
"Iya iya gue kasih tau, jangan ngambek dong ntar makin cantik loh." Ucap Sofie masih meledek.
"Hehehe gitu dong." Aku tersenyum.
"Tapi rahasia kita berdua ya, Efan jangan sampai tau ntar dia heboh lagi." Pinta Sofie.
"Siap." Jawabku singkat.
"Gue naksir sama fotografer kita Ra." Ucap Sofie.
"Yang mana? kan ada dua orang." Tanyaku.
"Yang orangnya tinggi itu loh." Jawab Sofie.
"Aldi?" Aku menebak.
"Hehehe iya Ra." Jawab Sofie malu.
"Tapi Sof, Aldi tuh terkenal playboy loh." Ucapku khawatir.
"Ya mungkin karena dia belom dapat yang pas makanya sering gonta ganti pasangan. Aku yakin dia gak bakalan seperti itu lagi kalo dia udah dapat yang pas di hati dan semoga aja gue orangnya." Jelas Sofie panjang lebar.
"Aamiin...tapi kenapa gak Dimas aja Sof, fotografer kita yang satu lagi." Usul ku.
"Yeee.... kan hati gue sukanya sama Aldi." Ucap Sofie.
__ADS_1
"Hahaha iya ya, gue bercanda lagi." Ucapku.
"Dari Aldi nya sendiri udah ada lampu hijau sih Ra, tapi gue masih malu gitu." Ucap Sofie.
"Kalo bisa sih lu jangan terlalu kelihatan banget kalo lu suka sama Aldi, jual mahal dikit lah biar dia semakin penasaran sama lu." Usul ku.
"Iya iya bener tuh." Sofie setuju.
"Tapi jual mahalnya jangan terlalu ya, ntar gak laku lagi." Canda ku.
"Hahaha dasar lu Ra." Sofie tertawa.
"Ganti baju gih, udah malam banget nih." Suruh ku.
"Iya iya." Jawab Sofie sambil bangkit dari kasur.
"Eh handphone gue mana ya, dari tadi gue gak lihat." Ucap ku yang teringat dari tadi gak ada memegang handphone.
"Ya di dalam tas lu lah, kan belom ada lu keluarin dari tas." Ucap Sofie.
Aku membuka tas dan mengambil handphone ku. Ku lihat ada banyak pesan masuk yang salah satunya pesan dari Arga.
"Malam cantik, kamu sudah sampai?" Tanya Arga lewat pasan whatsapp.
"Sudah dari tadi sampainya tapi baru sekarang aku lihat handphone." Jawabku membalas pesan dari Arga.
Arga belum membalas pesanku, mungkin dia sudah tidur pikirku.
Aku meletakkan handphone ku di atas meja yang berada di samping tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi, kemudian aku berbaring di kasur.
"Ra, tadi handphone lu bunyi tuh." Kata Sofie.
"Oh ya?" Tanyaku.
"Gue lihat ada pesan masuk dari Arga." Ucap Sofie curiga.
"Siapa Arga Ra, gebetan lu ya?" Tanya Sofie penasaran.
"Bukan ih, cuma teman tau." Jawabku.
"Kok gue gak tau lu punya teman yang namanya Arga?" Tanya Sofie lagi.
"Iya baru kenal juga." Jawabku lagi.
"Orang mana Ra? cakep gak? kapan kenalnya?" Tanya Sofie bertubi-tubi.
"Hahaha ada yang kepo ih." Candaku pada Sofie.
"Ah elu Ra, kasih tau dong." Pinta Sofie.
"Iya iya.... dia tinggal di apartemen sana juga kok, ya bisa dibilang tetangga lah." Jawabku terpaksa berbohong pada sahabatku.
"Ganteng?" Tanya Sofie lagi.
"Hmm...ya lumayan lah, kira-kira 9,5 dari 10." Jawabku.
"Gila...itu namanya ganteng banget Ra bukan lumayan." Sofie memukul bahuku pelan.
"Hahaha " Aku tertawa.
"Lu jadian aja sama dia Ra, dia masih single kan?" Tanya Sofie.
"Dia bilang sih single." Jawabku.
"Ya udah apa lagi?" Sofie bersemangat.
"Ih baru juga kenal." Ucapku.
__ADS_1
"Ya gak apa-apa dong, emang kenapa kalo baru kenal?" Ucap Sofie masih semangat.
"Udah ah bahas yang lain aja." Usul ku.
"Ah Rara gak asik ih." Sofie ngambek.
"Udah sana cuci muka dulu." Suruh ku.
"Iya..." jawab Sofie lemas.
Aku kembali melihat pesan masuk dari Arga di handphone ku.
“Pasti tadi lagi kangen kangenan ya sama keluarga?" Tanya Arga.
"Hehehe...iya, aku kira kamu sudah tidur."
“Belum, aku masih nonton tv"
"Ya udah aku mau tidur ya."
"Oke cantik, good night." Balasan pesan Arga membuatku tersenyum.
Sofie baru keluar dari kamar mandi dan langsung menjatuhkan badannya ke kasur.
"Hayo lu ngapain senyum-senyum sendiri?" Sofie menangkap basah Aku.
"Idih, siapa juga yang senyum-senyum." Aku menyangkal.
"Pasti habis chatingan sama gebetan lu kan?" Tuduh Sofie.
"Gebetan apaan sih, gue gak punya gebetan tau." Jawabku.
"Hmm... bohong." Ucap Sofie.
"Ih beneran loh." Jawabku.
"Iya iya bener, percaya gue." Sofie meledek.
"Udah ah yok tidur, udah malam banget nih." Ajak ku.
"Ayok deh. Selamat tidur Rara, semoga mimpi Arga, hahaha.." Sofie masih meledek ku.
"Sofie..." teriak ku sambil mencubit pelan perut Sofie.
"Iya ampun ampun." Sofie menyerah.
"Udah yuk tidur." Ajak ku.
"Hu ugh." Sofie mengangguk.
Ku tarik selimut dan ku pejamkan mata, namun saat ku pejamkan mataku bayangan Arga malah muncul di hadapanku.
Aku teringat kejadian tadi sore di apartemen bersama Arga, betapa lembut dan romantisnya Arga pada saat mencium pipiku.
"Ah..apa yang ku pikirkan?" ucapku dalam hati.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku berharap pikiran itu hilang.
"Kenapa lu Ra, pusing?" Tanya Sofie yang melihat tingkahku.
"Gak ah, ada nyamuk tadi di telingaku." Jawabku asal.
"Masa sih?" Tanya Sofie heran.
"Iya... udah yok tidur." Aku ngeles.
"Hu ugh" Sofie mengangguk.
__ADS_1
Alarm di handphone ku berbunyi, jam sudah menunjukan pukul 06.00 wib, aku bangun dari tidurku dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk cuci muka kemudian aku keluar dari kamar menuju ke dapur. Ku lihat Mama sedang memasak.