Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 76


__ADS_3

Sampai di apartemen, Efan dan Sofie langsung menyantap pizza yang mereka beli tadi. Selesai makan mereka pun nonton tv menikmati kebersamaan keduanya.


"Fan, aku gak nyangka kalo apartemen kamu serapih ini. Aku kira berantakan seperti anak muda kebanyakan." Ucap Sofie yang kagum dengan keadaan apartemen Efan.


"Mata gue sakit kalo melihat yang berantakan, makanya sebisa mungkin gue tetap menjaga supaya apartemen gue selalu rapi Sof." Jawab Efan sambil membelai rambut kekasihnya.


"Hmm bagus deh, aku suka." Ucap Sofie sambil menyenderkan kepalanya di bahu Efan.


"Sof, dua minggu lagi aku dan Papa akan datang ke rumahmu untuk melamar, apa kamu bersedia menjadi istriku?" Tanya Efan yang secara tidak langsung melamar Sofie.


Sofie mendengar ucapan Efan ya to the point pun kaget hingga tak bisa mengeluarkan kata-kata dari bibirnya.


"Sayang hei, kamu dengar aku kan?" Tanya Efan yang melihat kekasihnya terdiam.


"Eh emm Fan, kamu serius dengan ucapan mu barusan?" Tanya Sofie yang masih belum percaya dengan apa yang barusan didengarnya.


"Aku serius sayang, ngapain aku bohong. Apa pernah aku berbohong padamu?" Jawab Efan sambil mengelus sayang pipi Sofie.


"I_iya Fan aku bersedia, aku mau jadi istrimu, aku mau menikah denganmu Fan." Jawab Sofie sedikit terbata karena kaget.


Satu tangan Efan masuk ke dalam kantong celananya untuk mengambil sesuatu. Efan mengambil box beludru berukuran kecil berisi cincin berlian dan membukanya di hadapan Sofie.


"Ini hadiah buat kamu." Ucap Efan.


"Hu ugh." Sofie mengangguk bahagia sambil mengulurkan tangannya pada Efan.


Efan mengambil cincin yang berada di dalam box kecil itu dan kemudian memakaikannya ke jari manis Sofie. Efan mencium punggung tangan Sofie kemudian mencium keningnya.


"Maaf ya, aku bukan pria yang romantis yang bisa membuat lamaran romantis. Aku pria apa adanya, ya seperti ini lah." Ucap Efan.


"Bukan pria romantis yang ku mau Fan, tapi pria yang tulus mencintaiku dan aku menemukannya dalam dirimu." Ucap Sofie yang langsung memeluk Efan.


"Aku mencintaimu Sof." Ucap efan sambil menciumi puncak kepala Sofie.


"Aku juga mencintaimu Fan." Jawab Sofie.


Mereka berdua pun larut dalam pelukan dan saling merasakan kenyamanan dari pasangannya.


"Eh Fan, aku bole lihat kamar kamu gak?" Tanya Sofie ingin tau.

__ADS_1


"Boleh dong sayang, yok aku tunjukkan kamarku." Ajak Efan.


Efan dan Sofie beranjak dari sofa berjalan menuju kamar Efan. Efan membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan Sofie masuk.


"Bagaimana, suka?" Tanya Efan ketika Sofie sudah masuk ke dalam kamar.


Sofie mengembangkan senyumannya dan takjub melihat kamar Efan yang begitu Rapi.


"Sangat Rapi, aku suka." Ucap Sofie.


"Ini juga akan menjadi kamar kamu setelah kita menikah nanti. Setelah kita menikah, untuk sementara kita akan tinggal di apartemen sampai aku menemukan rumah yang cocok dan dekat dari kantor untuk kita." Ucap Efan sambil memeluk Sofie dari belakang.


Sofie membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Efan.


"Terima kasih sayang." Sofie mengecup pipi Efan.


"Kamu ingin rumah seperti apa untuk kita nanti?" Tanya Efan kembali memeluk kekasihnya.


"Seperti apa pun rumah itu aku ingin yang dekat dengan rumah Arga dan Sofie nanti, karena aku ingin persahabatan kita terus seperti sekarang." Pinta Sofie.


"Iya sayang, aku setuju. Aku akan mengabulkan keinginanmu." Jawab Efan kemudian mencium kening Sofie.


Dengan lembut sofie mulai mencium bibir Efan hingga membuat Efan terdiam sejenak kemudian membalas ciuman Sofie dan mengeratkan pelukannya. Efan menyesap bibir Sofie yang selalu membuat gairahnya terbakar.


"Kamu menggodaku sayang." Ucap Efan kemudian kembali mencium kekasihnya.


Tangan Efan mulai nakal bermain di dada Sofie dan meremat benda kenyal miliknya.


"Emmphh." Lenguh Sofie yang mendapatkan perlakuan lembut dari Efan.


Efan membuka Zipper dress yang di pakai Sofie dan melepaskan dari tubuhnya. Tak mau kalah, Sofie juga membuka seluruh kancing kemeja milik Efan dan melepaskan kemeja dari tubuhnya.


"Tubuhmu sangat indah sayang." Ucap Efan sambil memandangi tubuh Sofie yang hanya menggunakan br@ dan CD saja.


Efan menggendong Sofie ala bridal dan membaringkannya di atas tempat tidur. Efan mencium kembali bibir Sofie, melumaatnya dengan rakus sambil lidahnya menerobos ke dalam mulut Sofie kemudian Efan menjelajahi leher jenjang Sofie, mengecupnya dan meninggalkan tanda merah di sana, tangan Efan menuju ke punggung Sofie dan membuka pengait br@ milik Sofie dan melepaskan dari tubuhnya.


Dengan lembut Efan meremat semangka milik Sofie dan memilin ujungnya. Tak puas hanya dengan meremat, Efan pun langsung melahap semangka Sofie dengan Rakus seperti bayi yang kehausan, lidah Efan menari-nari di ujung semangka Sofie.


"Sshh akh Fan, emphh." Sofie mendessah merasakan permainan dari lidah Efan.

__ADS_1


"Suka sayang?" Tanya Efan disela-sela permainannya.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


"Efan kembali bermain dengan semangka milik Sofie sambil tangannya mengusap-usap perut Sofie, memberikan gelitikan kecil pada perut Sofie hingga membuatnya kegelian.


"Akh geli Fan." Rengek Sofie.


Efan memposisikan tubuh Sofie berada di atas tubuhnya dan menarik tengkuknya untuk melumaat bibi Sofie. Kini bibir Sofie yang bermain di leher Efan dan turun ke dada bidang Efan membuat banyak tanda cinta disana.


"Akh sayang, aku gak tahan." Ucap Efan dengan suara serak.


Sofie terus saja menelusuri setiap inci dada bidang sampai perut Efan, memberikan sensasi geli-geli nikmat pada Efan. Karena tidak tahan dengan perlakuan Sofie, Efan pun langsung menarik tubuh Sofie ke dalam pelukannya sambil menahan sesak dibawah sana karena senjata Efan sudah menegang sedari tadi.


"Udah sayang, aku gak tahan." Ucap Efan dengan nafas tersengal.


"Lakukan kalo kamu gak bisa menahannya Fan." Bisik Sofie menggoda.


"Aku bisa saja melakukannya sekarang sayang, tapi aku gak mau merusak wanitaku." Ucap Efan sambil mengusap punggung polos Sofie.


"Terima kasih Fan karena telah menjagaku." Ucap Sofie tulus kemudian mencium bibir Efan dengan cepat.


"Pakai lagi bajunya ya Sof." Suruh Efan.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


Setelah keduanya memakai baju, mereka keluar dari kamar menuju ke Sofa untuk nonton tv sambil makan cemilan.


"Aku harus segera menikahi mu sayang." Ucap Efan sambil membelai rambut Sofie.


"Kapan pun itu aku selalu siap Fan." Jawan Sofie menyenderkan tubuhnya di bahu Efan.


Siapa sangka yang awalnya hanya berteman dekat sekarang menjadi seorang kekasih. Benar kata orang-orang "cinta tumbuh karena adanya kebersamaan" Dan itulah yang terjadi pada Sofie dan Efan. Bahkan sekarang mereka akan segera melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


...Terima kasih atas kesetiaan readers....


...Jangan lupa like, komen dan vote nya ya....


...Ai lop yu all 😘...

__ADS_1


__ADS_2