
Saat ini Rara dan Arga sedang merasakan kebahagiaan karena mereka baru saja resmi menjadi sepasang suami istri. Sedangkan disisi lain ada Sandra yang sedang emosi tak karuan karena mendengar berita pernikahan Pria yang diinginkannya dengan Wanita yang ingin dia lenyapkan dari muka bumi ini.
"Punya orang tua pun gak guna, cuma membujuk Seseorang aja gak bisa." Gumam Sandra.
"Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini, aaarrghh." Ucap Sandra frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
"Sampai kapan pun aku harus memisahkan perempuan itu dari Arga, karena Arga hanya milikku. Siapa pun gak boleh ada yang memilikinya selain aku. Rara, saat ini aku mengijinkan kamu untuk bersama pria ku, tapi setelah tiba saatnya kamu harus menyingkir dari Arga." Ucap Sandra menyeringai dengan tatapan penuh emosi.
***
Resepsi pernikahan Arga dan Rara sudah benar-benar selesai, di dalam gedung hanya tinggal keluarga kedua mempelai dan kedua sahabat mereka.
"Ya sudah kalo gitu mari kita pulang, kalian semua udah capek kan." Ajak Pak Ardi.
"Iya memang sangat sangat capek." Sambung Bu Hasna.
"Mama dan Papa nginap di hotel kan?" Tanya Arga pada Pak Ardi.
"Iya lah, jauh banget kalo harus kembali ke rumah." Jawab Pak Ardi.
"Mama Vira dan Papa Indra juga nginap di hotel kan?" Tanya Arga lagi.
"Iya Arga, besok pagi kami baru kembali ke rumah." Jawab Tante Vira.
"Rangga, kamu tidur di apartemen kakak aja mau?" Tanya Rara pada Adiknya.
"Eh mau dong kak." Jawab Rangga setuju.
"Ma, Pa, Arga dan Rara juga kembali ke apartemen aja ya, lebih nyaman di apartemen dari pada di hotel Ma." Ucap Arga memberi tau.
"Hmm ya udah terserah kalian saja, yang penting kalian nyaman. Apa lagi ini malam pertama kalian." Ucap Bu Hasna membuat wajah Rara merah seperti tomat.
"Mama, jangan gitu ah ngomongnya. Lihat tuh menantu kita wajahnya udah kayak kepiting rebus." Ucap Pak Ardi membuat semuanya tertawa.
"Oh iya, sekarang Rangga kan sudah masuk kuliah tuh, jadi bagaimana kalo Rangga tinggal di apartemen aja? Kebeneran kampus kamu dekat dari apartemen. Mau Rangga?" Tanya Arga.
"Hmm...kalo Rangga sih mau, tapi harus ada persetujuan dari Papa dan Mama juga lah." Jawab Rangga.
"Gimana Ma, Pa? Sekarang kan Rara dan Arga sudah nikah, jadi pasti tinggal bersama. Sayang juga kan kalo satu apartemennya kosong." Arga menjelaskan.
"Kalo Papa sih gimana nyamannya Rangga aja." Ucap Pak Indra.
"Iya deh Kak Arga, Rangga mau." Ucap Rangga semangat.
__ADS_1
"Ya udah, besok kita bereskan apartemennya ya." Ucap Arga.
"Oke kak, makasih ya kak Arga." Ucap Rangga tulus.
"Iya sama-sama." Jawab Arga.
"Ya sudah kalo gitu ayo kita pulang." Ajak Pak Indra.
"Iya ayo." Sahut Pak Ardi.
Orang tua Arga dan Rara pun menuju ke hotel untuk beristirahat, Rara, Arga, sofie, Efan dan Rangga menuju ke apartemen. Sofie dan Efan membantu membawakan kado dari para tamu undangan ke apartemen.
Sampai di apartemen, mereka semua masuk ke apartemen Rara sambil membawa kado.
"Ya udah kalo gitu gue sama Sofie balik dulu ya, udah malam juga nih." Pamit Efan.
"Oh iya Fan, makasih banyak ya Fan." Ucap Arga kemudian mereka berpelukan.
"Selamat malam pertama ya Bos." Bisik Efan.
"Dasar lu Fan." Ucap Arga sambil memberikan tinjuan pelan di bahu Efan.
"Rara, selamat ya atas pernikahan lu. Gue ikut bahagia Ra." Ucap Sofie sambil memeluk sahabatnya dan kemudian pulang bersama Efan.
"Rangga, nanti kamu tinggal di apartemen Kak Arga aja. Kak Rara dan Kak Arga di apartemen ya ini." Ucap Arga.
"Iya, kamu jangan sungkan ya, kita kan keluarga." Pinta Arga.
"Siap kak." Jawab Rangga.
"Ayo kita ke apartemen Kakak biar kamu bisa istirahat." Ajak Arga.
"Ayok kak." Sahut Rangga.
Arga mengantar Rangga masuk ke apartemennya kemudian kembali ke apartemen Rara.
"Sayang, kamu mandi dulu atau langsung istirahat?" Ucap Arga memeluk Rara yang kini sudah menjadi istrinya
"Aku mau mandi dulu aja deh, gerah banget nih." Jawab Rara.
"Ya udah ayo." Arga mengajak Arga ke kamar.
"Sayang, tolong bantu bukakan kancing gaun aku." Rengek Rara yang kesulitan membuka resleting gaunnya yang berada di bagian belakang.
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Arga sambil membukakan kancing gaun pernikahan yang dipakai Rara.
Terlihat punggung mulus Rara setelah kancing gaunnya terbuka, Arga langsung memeluk Rara dari belakang sambil menciumi punggung polos istrinya dengan lembut.
"Ah sayang, aku mau mandi dulu." Rengek Rara.
"Iya sayang, aku hanya ingin memelukmu saja kok." Ucap Arga sambil terus menciumi punggung Rara.
"Kalo kamu terus memeluk tubuhku bagaimana aku bisa mandi sayang." Ucap Rara membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Arga.
Dengan cepat Arga meraup bibir mungil istrinya dan memeluknya dengan erat. Rara yang mendapatkan serangan mendadak pun mencoba mengimbangi ciuman Arga kemudian dengan perlahan melepaskan ciumannya.
"Kenapa? Sudah gak tahan hem?" Tanya Rara menggoda Arga.
"Hu ugh." Arga mengangguk cepat.
"Sabar ya sayang, aku mandi dulu, kan enak kalau kita sama-sama fresh." Ucap Rara kemudian mencium pipi Arga.
"Kita mandi bareng yok." Ajak Arga yang terus saja mengusap lembut punggung istrinya.
"Hu ugh." Rara mengangguk tanda setuju.
Arga membantu Rara melepaskan gaun pernikahan mereka dari tubuh Rara hingga kini tersisa br@ dan CD saja. Kemudian Arga melepaskan jas yang ia kenakan. Rara membantu Arga membukakan seluruh kancing kemeja yang dipakai Arga kemudian melepaskannya, lalu Arga membuka sendiri celana panjangnya dan hanya menyisakan boxer saja.
Arga menuntun Rara untuk masuk ke dalam kamar mandi kemudian dia menyalakan kran air untuk mengisi bathtub.
"Sayang tubuhmu sangat indah, aku suka." Ucap Arga sambil membantu Rara melepaskan br@ yang masih melekat di tubuhnya.
"Aku juga suka bentuk tubuhmu, sangat menggoda." Ucap Rara sambil membelai lembut roti sobek Arga.
"Ah sayang, jangan menggodaku." Bisik Arga dengan suara sensual.
"Eh airnya udah penuh, kita mandi yok." Ajak Rara mengalihkan pembicaraan.
"Ayo." Jawab Arga dengan suara yang sangat lembut.
"Hanya mandi aja ya." Pinta Rara.
"Kenapa hanya mandi saja?" Tanya Arga yang sudah tidak tahan melihat tubuh seksi istrinya yang sangat menggoda.
"Iya sayang, hanya mandi saja sekarang. Setelah itu..."
"Setelah itu apa hem?" Goda Arga.
__ADS_1
"Setelah itu terserah padamu." Bisik Rara tepat ditelinga Arga.
Akhirnya mereka berdua pun benar-benar mandi, dan hanya mandi seperti yang diinginkan Rara. Selesai mandi mereka kembali ke dalam kamar dengan menggunakan bathrobe.